
sejenak febrian mengarahkan pandangan nya ke arah pintu ruangan yang terbuka namun ketika mengetahui bahwa orang yang masuk ke ruangan nya tidak lain adalah giofan sahabat sekaligus pemilik kafe tempat ia bekerja
" ada apa nih fan, ngak biasanya kamu datang tiba - tiba kaya gini kalau nggak ada yang penting?" tanya febrian sambil merangkul sahabat nya itu
" gini nih ian, gue mau nanya ko silvi ngak masuk kerja emangnya dia kemana soalnya tadi gue sempat nanya sama karyawan yang di depan tapi katanya lo tau alasan kenapa silvi ngak masuk kerja?" ucap giofan
" memang nya ada apa sampai kamu mencari silvi? karena dia sudah mengundurkan diri dari kafe ini karena dia akan fokus untuk melanjutkan pendidikan nya dan minggu depan dia sudah harus masuk kuliah makanya dia sudah tidak datang lagi ke sini" ucap febrian
" apa? mengundurkan diri? terus lo tau ngak alamat nya silvi, soalnya gue harus ngomong sama dia" ucap giofan
" iya aku tau alamat nya silvi, ngak jauh kok dari sini dan kalau kamu mau aku bisa mengantarkan kamu ke sana" ucap febrian
" okey deh kalo gitu, kita berangkat sekarang saja ian karena ada sesuatu yang perlu gue pastiin sama dia" ucap giofan sambil berjalan keluar ruangan febrian terlebih dahulu
"ya ampun fan, kok kamu buru - buru banget sih? memangnya kamu tau arah nya kemana? " tanya febrian sambil menggeleng kan kepala nya ketika sampai di depan giofan yang sedang melipat kedua tangannya ketika mendengar ucapan febrian dan dia baru menyadari kesalahannya
" makanya lo cepetan dong, lo bisa jalan sendiri kan? apa perlu gue seret? cowok kok jalan nya pelan kaya siput" ucap giofan mencibir sahabat nya itu
" emang nya kamu ngak nyadar kalo kamu yang jalan nya kecepatan, kaya mau ketemu sama pacar yang sudah lama sekali nggak ketemu" ucap febrian sambil tertawa
giofan yang mendengar ucapan sahabat nya itu pun hanya tersenyum simpul walaupun di dalam hati nya sedang berharap suatu saat nanti ucap sahabat nya itu akan menjadi kenyataan
" ya ngak mungkin lah, masa gue pacaran sama cewek kaya dia. lo tau kan tipe cewek yang gue suka itu kaya gimana" ucap giofan sambil berjalan menuju ke arah mobilnya
__ADS_1
( " ngak mungkin gue ngaku kalo gue udah suka sama tu cewek, yang ada gue malah nyakitin perasaan sahabat gue sendiri. walaupun dia ngak ngomong suka sama tu cewek tapi gue bisa liat dari sikap nya ketika bersama tu cewek" ) gumam giofan
( " aku akan merelakan silvi asalkan dia bahagia walaupun tidak bersama ku, bagi ku kebahagiaan silvi adalah yang utama" ) gumam febrian sambil menatap punggung sahabat nya yang sudah berjalan menuju tempat parkir
di sebuah ruangan yang mewah, seorang gadis sedang menatap kosong sambil memikirkan bagaimana nasib nya kedepannya karena baru saja bekerja sudah banyak kejadian yang tidak menyenangkan apalagi kalo mengingat kembali ancaman yang di berikan majikan nya, dia hanya bisa pasrah karena dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap ibunya
( " gue harus semangat demi nyokap gue dan untuk si tuan muda yang mesum itu nanti bakal gue balas, seenaknya saja menodai mata ku yang masih suci ini sama tubuh nya yang jelek kaya jalan yang ngak di aspal" ) gumam silvi sambil mengepalkan tangan nya
sementara itu seorang pria tampan sedang menatap layar laptop nya sambil menautkan alis nya entah apa yang dia lihat dan dia fikirkan namun seketika dia tersenyum simpul dan segera meraih ponsel nya dan ketika mendengar suara dari seberang telpon lagi - lagi dia tersenyum
" halo, dengan siapa saya berbicara?" tanya silvi. ya ternyata yang di telpon oleh pria tersebut adalah silvi yang tidak lain adalah pelayan pribadi nya
" hey pelayan, aku hanya ingin memastikan kalau kau tidak melakukan kesalahan lagi. jangan lupa untuk menyiapkan makanan siang ku dan jangan sampai terlambat, apa kau mengerti?" ucap orang tersebut
" tanya saja pada kepala pelayan yang mengantarkan kamu tadi dan jika makanan nya sudah siap, nanti akan ada sopir yang mengantarkan kamu ke perusahaan. apa kau mengerti?"
" baik tuan muda saya mengerti, kalau begitu saya tutup dulu telpon nya" ucap silvi dan segera memutuskan panggilan telepon sebelum mendapatkan persetujuan dari sang majikan
" hu dasar tuan muda menjengkelkan, liat aja nanti lo pasti menyesal nyuruh gue nyiapin makan lo" ucap silvi sambil menyeringai
setelah setengah jam silvi berkutat dengan alat dapur akhirnya masakan nya pun siap dan segera menata masakan nya di rantag sambil tersenyum. dan setelah selesai, silvi segera masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan untuk nya dan bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian agar tidak terlambat untuk mengantarkan makanan majikan nya
kali ini silvi menggunakan kaos polos berwarna putih dan celana jeans hitam, sepatu kets warna senada serta kemeja kotak - kotak yang di lipat sampai siku serta rambut nya yang di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang putih
__ADS_1
" selesai" ucap silvi sambil menatap pantulan diri nya di depan cermin
setelah hampir empat puluh lima menit akhirnya di sini lah dia sekarang. di depan sebuah gedung pencakar langit yang sangat besar, dia melangkah kan kakinya memasuki gedung pencakar langit tersebut sambil menenteng rantang yang sudah di siapkan nya namun langkah nya terhenti ketika salah satu pegawai di bagian resepsionis yang menghadangnya
" hey perempuan kampung, mau kemana kamu?" ucap nya sambil tersenyum merendahkan
" maaf, apa kau bicara dengan saya?" tanya silvi
" ya, sama siapa lagi kalau bukan kamu. coba liat penampilan kamu yang kampungan seperti preman pasar" ucap nya sambil menatap sinis
" maaf, tapi saya tidak punya urusan dengan kamu dan saya datang ke sini untuk mengantarkan makan siang untuk bos di perusahaan ini" ucap silvi tegas
" oh ternyata hanya pengantar makanan, pantas saja berpenampilan seperti ini"
" maaf, saya buru - buru jadi segera tunjukkan di mana ruangan bos mu. apa mau saya adukan ke bos mu kalau kamu menahan saya di sini dan membuat bos mu marah karena terlambat makan siang" ucap silvi datar
" okey, ikut aku sekarang karena aku tidak mau bos sampai marah" ucap nya sambil melangkah menuju lif
setelah lima menit akhirnya mereka sampai di depan ruangan yang sangat besar dan pegawai resepsionis tersebut mengetuk pintu ruangan tersebut
tok tok tok
"permisi tuan, ada seorang perempuan yang ingin mengantarkan makan siang untuk anda" ucap nya
__ADS_1
" suruh dia masuk" ucap orang yang berada di dalam ruangan tersebut