
setelah menyelesaikan laporan yang di minta oleh pak doni, silvi bergegas menuju ke ruangan pak doni untuk menyerahkan laporan tersebut namun sebelum sampai di ruangan yang dia tuju, seseorang tiba - tiba menusuk silvi menggunakan pisau lipat dengan cepat dan setelah itu dia bergegas pergi dari perusahaan itu sambil membenarkan masker dan juga topeng yang dia gunakan agar tidak ada satupun orang yang mengetahui identitas nya. dengan cepat dia melarikan diri menggunakan motor sport nya.
sementara itu silvi yang merasakan sakit di bagian belakang nya, dia kemudian meraba bagian yang sakit tersebut dan betapa kagetnya dia ketika melihat tangan nya sudah berlumuran darah. dengan sekuat tenaga silvi berjalan kembali ke ruangan nya sambil menahan rasa sakit yang tengah dia rasakan namun ketika ingin melewati ruangan febrian, silvi terjatuh dan tidak sadarkan diri akibat sudah kehilangan begitu banyak darah. dan di saat yang sama juga febrian sedang rapat dengan beberapa kepala divisi yang berada di perusahaan tersebut. namun karena mendengar suara benda benda yang jatuh, febrian segera memerintahkan salah satu kepala divisi untuk mencari tahu apa yang terjadi di depan ruangan nya.
__ADS_1
ketika kepala divisi itu membuka pintu ruangan febrian, dia syok bahkan berteriak histeris ketika menemukan silvi yang sedang tidak sadarkan diri dengan tubuhnya yang di penuhi dengan darah. mendengar suara kepala divisi tersebut, semua orang yang berada di ruangan febrian segera berlari keluar untuk menenangkan kepala divisi tersebut. febrian yang penasaran dengan cepat dia menerobos ke luar ruangan nya dan betapa terkejutnya dia ada seseorang yang sedang tergeletak di lantai penuh dengan darah. karyawan lain yang mendengar suara teriakan kepala divisi yang sedang histeris segera berlari keluar dari ruangan mereka masing - masing termasuk ketiga rekan kerja silvi dan karena tidak ada satupun orang yang berani mendekati silvi, salah satu anak buah dion yang kebetulan sedang mencari keberadaan silvi segera maju dan membalikkan tubuh silvi yang sedang telungkup dan betapa terkejutnya dia mengetahui bahwa wanita yang sedang di cari nya sedang tergeletak di lantai penuh dengan darah. dengan sekuat tenaga dia bergegas keluar dari perusahaan itu dengan cepat sambil menggendong silvi dan berteriak kesal karena dia tidak dapat menemukan rekan nya
" sialan, di mana mereka semua? jika terjadi sesuatu pada nona silvi bukan hanya nyawa ku saja yang akan melayang, mereka juga pasti akan mendapatkan amukan dari bos dion dan tuan muda" umpat nya sambil terus menggendong silvi. beruntung ketika dia sampai di depan perusahaan, dion yang kebetulan ingin melihat keadaan silvi untuk memastikan keamanannya menghentikan mobilnya dengan cepat ketika melihat salah satu anak buah nya menggendong seseorang dengan wajah yang begitu cemas.
__ADS_1
" cepat buka pintu mobil nya bos, nona silvi dalam keadaan tidak sadarkan diri" ucap nya sambil berteriak histeris
dengan cepat dion membuka pintu mobil nya dan dia langsung memerintahkan anak buah nya untuk menempatkan silvi di kursi belakang. sambil mengumpat kasar dion mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar silvi cepat mendapatkan penanganan medis cepat dan tepat. dan tanpa menunggu waktu lama mereka sudah sampai di depan rumah sakit terdekat dengan cepat mereka bergegas membawa silvi masuk ke dalam rumah sakit sambil berteriak memanggil dokter atau pun perawat yang ada di rumah sakit tersebut. mendengar teriakan dion, dokter dan perawat segera memerintahkan dion untuk meletakkan silvi di brangkar ruangan IGD untuk mendapatkan tindakan medis. sementara itu dion menyeret paksa anak buah nya untuk meluapkan emosi nya
__ADS_1
" dasar bodoh, aku membayar kalian untuk menjaga nona silvi agar tidak terluka sedikit pun. lalu apa yang kalian lakukan sehingga sehingga nona silvi menjadi seperti itu" amuk dion sambil mengayunkan kepalan tangan nya kepada anak buah nya berkali - kali