
ketika silvi memperhatikan seluruh kamar nya dan pandangan nya tertuju pada tas nya yang berada di atas meja belajar nya kemudian dia membuka nya dan menemukan selembar kertas yang berisi jadwal perkuliahan dan dia terkejut ketika melihat tanggal yang tertera di kertas tersebut bahwa besok adalah hari pertama dia harus kuliah namun dia bingung karena mengingat perjanjian nya dengan orang yang sudah membantu melunasi biaya operasi ibu nya bahkan orang itu juga yang sudah membuat ibunya kritis sampai akhirnya tidak dapat di selamatkan karena kondisi nya yang sangat lemah
" harus kah aku kembali ke rumah itu setelah ibu meninggal? walaupun aku membuat kesalahan bukan berarti harus melakukan hal yang membuat ibu meninggal" ucap silvi
" akan tetapi aku sudah berjanji dan jika aku tidak memenuhi janji ku maka orang itu pasti akan mencari ku dan aku tidak akan bisa membayangkan hukuman apa yang akan dia berikan. kali ini ibu, namun bagaimana jika dia juga akan menyakiti orang - orang yang berada di dekat ku. lebih baik aku segera membersihkan diri dan berganti pakaian agar lebih cepat pergi ke rumah tersebut"
silvi adalah orang yang tidak pernah ingkar janji dan dia orang yang sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran dan selalu bertanggung jawab atas apa yang telah dia putuskan karena itu adalah didikan dari ibunya
setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian kini dia berdiri di depan cermin dan menyisir rambutnya yang panjang. kini penampilan sudah lebih baik dan dia sekarang menggunakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda dan seperti biasa dia menggulung nya sampai ke siku dan di padukan dengan celana jeans hitam dan sepatu kets putih serta tas punggung nya. setelah selesai dia segera keluar dan tidak lupa mengunci pintu rumah nya dan beranjak pergi
__ADS_1
" semoga orang itu mau memaafkan ku karena sudah tidak datang lagi ke rumah nya dan semoga dia tidak menganggap aku sebagai seorang pembohong dan tidak bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan" gumam nya setelah sampai di depan rumah mewah tersebut
setelah pintu gerbang rumah mewah tersebut di buka dia bergegas menuju ke arah rumah tersebut namun sebelum sampai dia sudah bertemu dengan mobil sang majikan dan seketika mobil itu berhenti dan turun lah seorang pria tampan yang postur tubuhnya tinggi tegap dengan garis wajah yang tegas dan pandangan mata nya yang tajam membuat silvi seketika tersentak kaget namun dia mencoba memberanikan diri untuk menatap pria tersebut
" wah coba lihat siapa yang sedang berdiri di hadapan ku saat ini, rupanya seorang yang tidak bertanggung jawab atas ucapnya sendiri dan menjadi orang yang tidak tau diri" ucap nya sambil tersenyum sinis
" saya minta maaf atas kesalahan saya dan saya datang ke sini untuk bertanggung jawab atas apa yang telah saya ucapkan sebelumnya namun saya ingin anda juga menyadari kesalahan yang anda lakukan"
" anda fikir saya tidak tau jika anda memutuskan biaya perawatan ibu saya?"
__ADS_1
"bagus sekali jika kamu mengetahui nya"
" anda fikir nyawa manusia adalah permainan sehingga dengan mudahnya anda bertindak seperti itu"
" lalu apa yang kau inginkan?"
" karena anda memutuskan biaya perawatan ibu saya membuat kondisi nya melemah dan nyawa nya tidak dapat di selamatkan. jika saja anda mau memberikan hukuman kepada saya, anda tidak perlu mengorbankan orang yang sangat saya sayangi dan saya ikhlas jika anda menyiksa saya bahkan membunuh saya sekali pun tidak masalah asalkan orang yang saya sayangi hidup dengan tenang" ucap nya sambil menatap tajam ke arah pria tersebut dengan mata yang memerah karena menahan air mata nya
" jadi apa yang kau inginkan? atau berapa yang harus saya bayar?" ucap nya sambil mengeluarkan selembar cek
__ADS_1
" jika nyawa bisa di beli dengan uang maka saya akan melakukannya apa pun itu asalkan ibu saya hidup kembali" ucap nya sambil melangkah pergi meninggalkan rumah tersebut dengan air mata yang sudah mengalir tanpa bisa di tahan lagi
sesungguhnya silvi ingin melunasi hutang nya pada majikan nya itu dengan cara bekerja lagi menjadi pelayan namun dia tidak dapat menahan emosi nya ketika melihat majikan nya yang membuat nya harus kehilangan seorang ibu yang sangat ia sayangi