
sementara itu febrian sedang duduk di ruangan nya memeriksa laporan keuangan kafe sambil sesekali tersenyum membayangkan kebersamaan nya dengan silvi bahkan senyum nya semakin melebar saat mengingat kembali ketika dia makan malam bersama silvi dan saat dia memeluk silvi sambil tersenyum.
" kenapa sih dia menjadi sangat menggemaskan bahkan perasaanku pada nya semakin dalam. entah apa yang harus aku lakukan agar dapat menghilangkan perasaan ini. aku tidak ingin dia menjauhi ku karena ini. membayangkan nya saja aku tidak sanggup, apalagi mengalami nya bisa - bisa aku menjadi orang yang sangat menyedihkan" ucap febrian sambil bergidik ngeri
sementara itu giofan yang sudah pusing dengan tumpukan berkas pekerjaan membuat nya harus mencari asisten yang baru untuk meringankan pekerjaan nya
" aku sepertinya harus mencari asisten baru untuk menggantikan posisi hendrik yang entah kenapa sampai saat ini tidak pernah muncul bahkan aku tidak mendapatkan informasi apapun tentang keberadaan nya saat ini. dasar asisten abal - abal, masa gara -gara banyak pekerjaan membuat dia kabur bahkan menghilang seperti di telan bumi saja dasar tidak bertanggung jawab" gerutu giofan kesal
sementara itu waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. terlihat seorang wanita sedang duduk di taman belakang kampus dan sedang menikmati roti dan sebotol air mineral untuk mengisi perut nya yang kosong
" gara - gara bangun kesiangan membuat ku harus buru - buru ke kampus tanpa memasak untuk bekal makan siang di kampus. untung saja aku masih punya uang untuk membeli roti dan sebotol air mineral, jika tidak maka pasti aku akan lemas di mata kuliah terahir nanti" ucap silvi
namun seseorang yang berada di belakang silvi seketika duduk di samping silvi sambil menyodorkan kantong plastik berisi makanan kepada silvi
" ambil ini, tadi aku membeli makanan lebih, jadi aku ingin memberikan nya untuk mu" ucap nya. dan membuat silvi menatap orang yang duduk di samping nya
__ADS_1
" apa yang anda lakukan di sini? saya ingin sendiri, jadi saya mohon agar anda tidak mengganggu saya" ucap silvi sambil menunduk dan membiarkan tangan orang yang berada di samping nya menggantung dengan kantong plastik yang berisi makanan untuk nya begitu saja
" aku datang hanya untuk memberikan ini" ucap nya sambil menyimpan kantong plastik tersebut di samping silvi
" maaf jika aku membuat mu merasa terganggu" ucap nya lagi sambil berjalan meninggalkan silvi
" ambil kembali kantong plastik ini karena saya tidak membutuhkan nya" ucap nya sambil menyodorkan kembali kantong plastik tersebut
" jika kau tidak membutuhkan nya lebih baik buang saja di tempat sampah" ucap nya sambil berjalan meninggalkan silvi
" apa aku sudah keterlaluan kepada nya? apa aku membuat nya tersungging dengan sikap ku? kenapa juga aku harus bersikap seperti itu kepada nya? sebenarnya apa yang terjadi pada ku sehingga merasa sangat kesal kepada nya padahal dia bersikap baik pada ku. sepertinya aku harus mencari nya dan mengucapkan terima kasih atas pemberian nya dan minta maaf atas sikap ku barusan kepada nya" ucap silvi merasa bersalah
dia membawa kantong plastik tersebut sambil mencari keberadaan orang yang memberikan nya bungkusan tersebut. akhirnya dia menemukan orang yang dia cari sedang berjalan di depan nya. seketika itu dia berlari mengejar orang tersebut dan begitu sampai di depan nya silvi tiba - tiba berhenti namun orang yang dia kejar tadi tidak menyadari nya karena dia berjalan sambil menunduk sehingga dia menabrak silvi yang sedang mengatur nafas nya yang tersengal akibat berlari
" auuuu, sakit. kalau jalan itu pake mata dong" ucap silvi karena terjatuh. mendengar suara silvi membuat orang yang menabrak nya mendongak menatap nya dan bergegas mengangkat silvi bahkan dia menggendong silvi ala bridal style menuju ruang uks dan membuat silvi meronta namun tidak di perdulikan oleh orang tersebut
__ADS_1
" apa yang anda lakukan, cepat turun kan saya" ucap silvi sambil meronta
" diam saja jangan banyak bergerak, jika tidak ingin aku menjatuhkan mu" ucap nya sambil terus menggendong silvi
ketika sampai di ruangan uks, dia segera membaringkan silvi dan menanyakan kepada silvi di bagian mana saja yang sakit
" cepat katakan, bagian mana saja yang sakit biar aku periksa" ucap nya sambil menatap silvi
" saya tidak apa - apa jadi tidak perlu di periksa" ucap silvi sambil beranjak pergi namun di tahan oleh orang itu
" katakan saja bagian mana yang sakit, tidak usah banyak membantah apa kau mengerti?" ucap nya kesal
" saya tidak apa - apa. saya hanya ingin meminta maaf untuk sikap saya tadi terhadap anda dan terima kasih untuk makanan nya. kalau begitu saya permisi ke kelas saya" ucap nya sambil melangkah pergi
" terima kasih karena tidak membenci ku, aku berharap suatu saat nanti kau tidak akan selalu menjaga jarak dengan ku" ucap velix sambil tersenyum menatap punggung silvi yang sudah menjauh
__ADS_1