
hari ini silvi terlambat bangun tidur, entah kenapa semalam tidur nya sangat nyaman sehingga membuat nya malas untuk sekedar membuka mata nya dan membuat dia harus mandi dan berganti pakaian secara terburu - buru karena dia melupakan jadwalnya hari ini yaitu akan ada mata kuliah pagi yang merupakan salah satu jurusan yang dia ambil dan lebih parah nya lagi dosen nya termasuk dosen killer yang di takuti oleh hampir semua mahasiswa yang berada di kampus tersebut
" aduh gimana sih kok aku bisa lupa kalau hari ini ada mata kuliah pagi dari dosen yang terkenal killer di kampus. bisa - bisa aku di hukum apalagi ini kan pertemuan pertama kali nya karena beberapa minggu sebelumnya dia sedang cuti " ucap silvi sambil berlari menggunakan sepatu roda yang belum pernah dia gunakan ke kampus sejak pertama dia beli ketika mendaftar di kampus tersebut.
di sepanjang perjalanan menuju ke kampus, silvi beberapa kali sempat terjatuh karena menghindari orang - orang yang sedang berjalan di depan nya atau pun menghindari kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. akhirnya setelah hampir setengah jam dia berlari dengan kecepatan penuh menggunakan sepatu roda membuat dia sedikit lebih cepat sampai di kampus sehingga membuat dia segera melangkah menuju ke ruangan kelas nya masih menggunakan sepatu roda dan membuat dia menjadi pusat perhatian hampir seluruh mahasiswa namun dia mengacuhkan nya begitu saja dan masuk ke ruangan kelas nya
" wah wah wah coba lihat siapa yang baru datang, sepertinya dia sudah membuat kehebohan lagi di kampus ini" ucap seseorang sambil menyeringai kearah silvi namun hanya di balas dengan sikap acuh oleh silvi dan membuat dia kesal
" dasar sombong" ucap nya lagi
__ADS_1
namun ketika ingin melanjutkan kata - kata nya pintu ruangan kelas pun terbuka dan nampak seorang pria tampan sedang berjalan menuju ke meja yang di sediakan untuk dosen. pria yang memiliki postur tubuh yang tegak, tatapan mata yang tajam walaupun di balut dengan kacamata namun tidak menghilangkan tatapan mata yang mengintimidasi. ketika melihat orang yang sedang berjalan menuju ke arah meja dosen membuat silvi seketika melotot bahkan mulut nya ternganga sehingga membuat nya menelan salivanya dengan kasar
(" astaga, apa yang di lakukan si tuan muda aneh itu? kenapa dia masuk ke ruangan kelas ku? apakah dia benar dosen yang terkenal killer itu?") gumam silvi setelah selesai mengganti sepatu roda yang dia gunakan dengan sepatu kets nya
" selama pagi semua nya, nama saya VELIX ALEXANDER, kalian semua bisa memanggil saya dengan sebutan pak VELIX. selama saya memberikan materi jangan ada yang bersuara, catat setiap kata atau pun kalimat yang penting di dalam materi yang sedang saya berikan. Saya akan memeriksa catatan tersebut dan memberikan kuis setelah selesai memberi materi. jadi konsentrasi dengan baik dan matikan semua handphone kalian agar tidak menimbulkan suara ketika saya mulai materinya, apa kalian mengerti? tanya nya sambil menatap semua orang yang berada di ruang tersebut
" mengerti pak" ucap semua nya sambil mengeluarkan buku untuk membuat catatan serta mematikan handphone mereka walaupun ada sebagian yang mengacuhkan ucap dosen itu
setelah hampir setengah jam dia menjelaskan secara rinci tentang materi yang dia berikan tiba - tiba ada suara handphone yang cukup keras membuat nya menghentikan penjelasan nya dan menatap tajam kepada salah satu mahasiswi yang sedang panik berusaha mencari keberadaan handphone nya untuk mematikan nya namun ketika dia mendapatkan nya tiba - tiba handphone tersebut langsung di ambil oleh sang dosen dan membuat dia protes
__ADS_1
" kenapa hp saya di ambil pak?" ucap nya sambil berusaha mengambil kembali hp tersebut
" sepertinya telinga kamu bermasalah sehingga tidak mendengar ucapan saya, atau pun kamu merasa hebat sehingga dapat berbuat sesukanya" ucap velix sambil tersenyum merendahkan
" memang nya kenapa? bapak cuma dosen di sini jadi tidak perlu terlalu banyak bertingkah, dan juga tidak perlu terlalu banyak mengatur karena saya bisa saja meminta kepada orang tua saya untuk mengeluarkan anda dari kampus ini" ucap nya sambil sesekali tertawa dan membuat orang - orang menatap nya sinis bahkan ada yang mencibir nya
" ohh ternyata hanya orang yang mengandalkan kekuasaan dari orang tuanya, dasar bodoh. kamu pikir saya akan takut dengan ucapan dari anak ingusan seperti mu" ucap velix sinis
" kalau bapak tidak takut, kembalikan hp saya setelah itu saya akan menelfon orang tua saya untuk mengeluarkan anda dari kampus ini" ucap nya sambil mengulurkan tangannya
__ADS_1
" silahkan" ucap velix sambil tersenyum penuh makna
(" dasar gadis sombong, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepada mu") gumam nya sambil menyeringai