
hari berlalu begitu cepat, kini silvi tengah mempersiapkan diri untuk memulai proses magang nya di salah satu perusahaan yang ada di kota nya. hari - hari yang dia jalani sangat berat pada awal - awal nya karena harus menyesuaikan diri dengan padatnya jadwal mata kuliah serta adanya kegiatan tambahan yang harus dia lakukan untuk memenuhi syarat yang di ajukan oleh velix yaitu silvi harus mengikuti pelatihan bela diri serta cara menggunakan senjata seperti pistol, belati, panah dan berbagai latihan fisik lainnya agar dapat melindungi diri nya sendiri. entah apa alasannya sehingga velix memaksa silvi untuk melakukan semua itu, silvi hanya berfikir positif karena latihan itu sangat berguna untuk silvi kelak.
flash back on
setelah silvi sadarkan diri, velix selalu ada di samping nya untuk merawat dia. ketika dokter datang kembali ke esokkan hari nya, untuk memeriksa kondisi silvi. dia mengatakan jika silvi harus istirahat total selama satu minggu dan juga infus yang terpasang di tangan nya akan di lepas setelah tiga hari. hal ini di karenakan kondisi psikologis silvi tertekan. entah apa yang membuat dia tertekan sehingga mempengaruhi kondisi tubuh nya. selamat di kampus silvi tidak menunjukkan sikap seperti orang yang sedang tertekan sehingga hal itu membuat velix kebingungan.
setelah dokter pergi, velix menghubungi anak buah nya untuk memeriksa kondisi giofan saat ini dan berapa biaya yang harus di keluarkan untuk penanganan nya dan berpesan kepada anak buah nya itu agar giofan mendapatkan perawatan terbaik dari rumah sakit tersebut. dan tanpa menunggu lama, panggilan tersebut pun berakhir karena velix memutuskan panggilan tersebut secara sepihak .
ketika dia ingin beranjak dari tempat nya, tiba - tiba ponsel nya berdering dan terlihat di layar ponsel tersebut berasal dari orang yang dia perintahkan untuk mencari dalang dari kejadian yang menimpa silvi
__ADS_1
" informasi apa yang kau dapatkan?" tanya velix sambil menyilangkan kakinya
" saya sudah memeriksa semua rekaman cctv yang berada di mall tempat nona silvi berada dan dari situ saya mengetahui jika pelaku nya berjumlah lima orang. lima orang tersebut semuanya adalah wanita dan umur nya hampir sama dengan nona silvi hanya berbeda sekitar satu atau dua tahun saja. mereka memerintahkan seorang pelayan untuk membuat pakaian nona silvi menjadi kotor agar mereka memiliki kesempatan untuk menindas nona silvi di dalam toilet karena di tempat itu tidak ada cctv yang dapat menjadi bukti kejahatan mereka. ketika saya memeriksa rekaman cctv yang berada di depan ruangan toilet, ada seorang wanita yang keluar dari toilet yang sama dengan nona silvi lima menit setelah kepergian lima orang yang menindas nona silvi. dari keterangan orang tersebut, saya mendapatkan informasi jika nona di tindas dan di perlakuan buruk oleh kelima orang tersebut bahkan mereka yang membuat pakaian nona silvi basah kuyup. dan dari rekaman cctv yang berada di parkiran menunjukkan jika kelima orang itu juga yang hampir menabrak nona silvi" jelas orang itu
" lalu apa lagi yang kau dapatkan?"
" dari hasil penyelidikan, kelima orang tersebut adalah orang yang di keluarkan secara tidak hormat dari kampus atas perintah anda. kemungkinan besar mereka melakukan semua itu karena dendam terhadap nona silvi dan menuduh nona silvi yang mempengaruhi anda untuk mengeluarkan mereka serta membuat perusahaan orang tua mereka bangkrut"
" benar bos"
__ADS_1
" seret mereka ke tempat biasa" ucap velix sambil tersenyum sinis
" baik bos"
ketika velix ingin menutup panggilan tersebut, anak buah nya kembali berbicara
" maaf bos, ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan"
" katakan"
__ADS_1
" sebenarnya. . . . . .