
setelah mendengarkan penjelasan dari silvi, febrian merasa bersalah kepada silvi karena sempat berpikir buruk tentang orang tuanya febrian sempat berpikir kalau orang tua silvi adalah orang yang tidak bertanggung jawab
"saya minta maaf sama kamu silvi karena sempat berpikir buruk tentang orang tua kamu" ucap febrian dengan tatapan mengiba
" tidak apa - apa kok pak, lagi pula semua orang juga pasti akan berpikir sama seperti bapak jika tidak mengetahui alasan yang sebenarnya" ucap silvi
(" semoga saja bapak bisa mengambil hikmah dari kejadian ini karena semua yang kita lihat atau pun dengar belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, terkadang orang akan lebih percaya dengan apa yang mereka lihat atau dengan serta menyimpulkan sesuatu tanpa mencari tahu alasannya terlebih dahulu. dan ada sebagian orang yang tidak mau membagi cerita tentang kehidupan pribadi nya karena memiliki alasan yang berbeda seperti malu jika sampai orang lain mengetahui nya karena bisa jadi dia mendapatkan respon yang berbeda seperti mendapatkan hinaan atau bahkan di jauhi apalagi jaman sekarang jika kita tidak memiliki harta dan tahta maka jangan pernah bermimpi untuk di hargai oleh orang lain. terkadang diam lebih baik dari pada bicara karena bisa jadi itu akan menjadi bumerang bagi kita sendiri") gumam silvi dalam hati
" sekali lagi saya minta maaf sama kamu silvi, saya jadi tidak enak hati karena merasa bersalah kepada kami" ucap febrian
" tidak apa - apa, saya sudah memaafkan bapak lagipula apakah bapak sudah lupa dengan apa yang bapak sampaikan kepada saya? bukankah bapak sudah menganggap saya seperti adik sendiri jadi saya juga sudah menganggap bapak seperti kakak saya sendiri jadi tidak perlu sampai seperti itukan" ucap silvi
" baiklah kalau begitu kamu jangan memanggil saya dengan sebutan bapak, memangnya kamu kira saya sudah setua itu dan kamu boleh panggil saya kakak, mas, abang atau apa saja terserah kamu" ucap febrian bersemangat
" kalo saya panggil mas yang ada orang - orang berpikir kalau anda tukang bakso " ucap silvi terkekeh
" kalau saya panggil abang yang ada nanti di kira manggil ojek"
" hmm saya rasa kalau panggil kakak kayanya lebih baik, apakah boleh?" tanya silvi sambil tersenyum
febrian yang mendengar perkataan dari silvi langsung tertawa dengan secepat kilat febrian langsung mencubit gemas pipi silvi
__ADS_1
" ada - ada saja kamu ini, yasudah kalau begitu aku juga akan memanggil mu adik saja tidak masalah kan?
" tidak masalah asalkan anda tidak memanggil saya dengan sebutan nenek ha ha ha ha" canda silvi
" baiklah adikku yang menggemaskan, dan karena kamu adalah adikku jadi tidak perlu terlalu kaku santai saja jika berbicara dengan ku layaknya seorang saudara okey" ucap febrian yang merasa risih dengan ucap formal silvi saat berbicara dengan nya
" baiklah kak, tapi jangan marah jika aku berbicara seperti ini dan jangan menganggap ucapan ku tidak sopan apalagi kak kan atasan ku" ucap silvi sambil menatap ke arah febrian
" okey tapi jika adikku ini membuat ku kesal maka akan ku jewer telinga nya sampai merah" ucap febrian
namun reaksi yang berbeda di tunjukkan oleh silvi yaitu menyembunyikan telinga nya menggunakan telapak tangan nya sambil menggelengkan kepalanya seperti berkata ampun kak aku nggak akan buat kesal kak, sementara itu febrian hanya menatap silvi sambil terkekeh geli
setelah mengetahui siapa sebenarnya silvi, kini febrian sudah mulai akrab dengan silvi bahkan setelah tau tentang kehidupan silvi dia memperlakukan silvi dengan begitu istimewa, febrian selalu menasehati silvi agar tidak terlalu memaksakan diri bekerja terlalu keras, makan bersama bahkan sampai mengantar jemput silvi setiap hari dengan alasan agar lebih akrab lagi dan karena alasan itu pula silvi tidak bisa menolak ajakan dari febrian yang menurutnya sangat berlebihan dan bahkan orang - orang yang melihat mereka sampai mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih seperti saat ini febrian mengajak silvi jalan - jalan sepulang dari kafe
" emangnya ada apa di taman lagian ini kan udah malam kak??" tanya silvi
" kan cuma sekali - sekali nggak apa apa kan!!"
" ya udah deh kalo gitu tapi kak ngak ada yang marah gitu kalo jalan sama aku"
"emangnya siapa yang berani marah kalo kakak jalan sama kamu?? tanya febrian
__ADS_1
" pacar kakak mungkin" jawab silvi
" sok tau kamu"
" kan aku bilang mungkin lagian mana mungkin belum punya pacar secara kan kakak itu baik, sopan, perhatian ganteng pula masa sih nggak ada yang suka sama kakak??? tanya silvi
" bukan nya nggak ada yang suka sama kakak malah banyak banget cuman kakak nya saja yang belum mau pacaran, lagian kakak harus bekerja agar cepat sukses dan membuat orang- orang yang kakak sayangi bahagia termasuk kamu tentunya" jawab febrian
" loh kok bawa - bawa aku segala sih kak??
" karena kamu adalah adik kesayangan ku" ucap nya
(" alasan sebenarnya adalah karena aku sangat menyayangi mu silvi bukan sebagai seorang adik akan tetapi sebagai seorang kekasih, aku ingin selalu melindungi kamu dan membuat mu bahagia. aku ingin selalu berada dekat dengan mu di saat kamu senang, sedih, atau saat suasana hati mu sedang kacau karena aku sangat menyayangi mu. apakah salah jika aku berharap lebih pada mu?? apakah tidak ada ruang untuk ku di hati mu?? dan apakah perhatian yang aku berikan kepada mu kurang?? sampai kau tidak menyadari perasaan ku yang sebenarnya. seharusnya aku berterus terang kepada nya agar dia mengerti akan tetapi jika dia malah meninggalkan aku dan pergi menjauh dari ku bagaimana?? bisa - bisa aku akan kehilangan dia selamanya lagipula dengan melihatnya bahagia itu sudah lebih dari cukup untuk ku") gumam febrian dalam hati sambil menatap silvi dengan tatapan yang sulit di artikan
" kalau begitu ayo kita jalan sekarang" ucap silvi sambil menarik tangan febrian
" ayo , lets go" ucap febrian bersemangat sambil berjalan di samping silvi dan menggenggam tangan silvi
dari tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua ada sepasang mata yang selalu mengawasi mereka, sebenarnya sih orang itu hanya mengawasi gerak gerik dari silvi akan tetapi dia juga harus mewaspadai setiap orang yang dekat dengan gadis itu agar dia dapat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya apakah gadis itu bekerja sama dengan pria yang pernah di selamatkan nya beberapa waktu yang lalu
" sepertinya tidak ada yang mencurigakan" ucap orang tersebut melaporkan setiap gerak gerik silvi melalui sambungan telepon
__ADS_1
" awasi terus gadis itu jangan sampai lengah karena kita belum mengetahui apakah dia salah satu dari mereka atau tidak karena bos ingin kita waspada" ucap orang yang di seberang telpon