Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 63


__ADS_3

ketika silvi berjalan memasuki perusahaan tempat dia magang, pandangan mata semua orang tertuju pada nya karena hampir semua karyawan wanita di perusahaan itu menggunakan rok selutut dan juga sepatu pantofel yang ukurannya lumayan tinggi serta kemeja pres body yang memperlihatkan bentuk tubuh mereka


" ehh lihat deh penampilan wanita yang baru saja masuk itu seperti badut sirkus. masa datang ke perusahaan besar seperti ini menggunakan pakaian seperti itu" ucap salah satu karyawan yang berada di dekat meja resepsionis


" sepertinya dia datang dari kampung, makanya gaya nya kampungan seperti itu" ucap yang lain menimpali


" mungkin dia tidak punya tv di rumah sehingga tidak tahu gaya fashion sekarang" ucap yang lain ikut mengomentari penampilan silvi


" dasar kampungan, udik, norak" sorak sorai wanita yang berada tepat di samping silvi namun tidak mendapatkan respon dari silvi yang terkesan acuh terhadap omongan mereka


" permisi mbak, ruangan aula kantor di mana yah?" tanya silvi pada staff resepsionis


" apa kamu salah satu mahasiswi yang akan magang di perusahaan ini?"


" iya benar mbak"


" kalau begitu kamu dari sini jalan lurus terus belok kiri nanti kamu bisa lihat ada tulisan di depan ruangan tersebut" ucap nya dengan ramah


" terima kasih mbak, kalau begitu saya permisi " ucap silvi dan bergegas menuju ke arah yang di tujukan oleh staff tersebut


sesampainya di ruangan tersebut, silvi segera bergabung dengan orang yang ikut magang di perusahaan itu dan tepat setelah dia bergabung dengan yang lain, ceo dari perusahaan tersebut langsung melakukan brifing dan memberi ultimatum kepada semua peserta magang agar mentaati setiap peraturan yang berlaku di perusahaan itu. setelah brifing selesai semua peserta magang di bagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. karena peserta magang di dominasi oleh pria maka jadilah silvi dan tiga orang rekan nya yaitu gilang, vero dan juga dandi mantan ketos di SMA yang sama dengan silvi

__ADS_1


hari ini mereka di tempatkan di divisi administrasi karena mereka semua adalah akuntan manejemen sehingga mereka semua di satukan di divisi itu. mereka baru saja masuk ke ruangan tempat mereka bekerja. sebelum memulai pekerjaan mereka, dandi yang merupakan orang yang biasa dalam bersosialisasi dengan orang lain pun membuka suaranya


" okey semuanya karena kita di tempatkan di divisi yang sama maka sebelum kita mulai bekerja, lebih baik kita memperkenalkan diri masih - masing agar lebih mudah untuk berkomunikasi. bagaimana apa kalian setuju?" tanya dandi yang di angguki oleh ketiga rekan nya


" okey kalau begitu perkenalkan nama saya dandi putra, kalian semua bisa memanggil saya dandi" ucap nya sambil tersenyum ramah


" perkenalkan nama saya gilang dwi suseno, kalian bisa memanggil saya gilang"


" perkenalkan nama saya vero christian, kalian bisa memanggil saya vero. jika ada pekerjaan yang sulit untuk kalian maka jangan sungkan untuk bertanya karena kita semua harus bekerja sama untuk mendapatkan nilai terbaik" ucap nya dengan tegas


" perkenalkan nama saya silvia anggraeni, kalian bisa memanggil saya silvi." ucap silvi datar


ketika waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, dandi mengajak mereka untuk pergi ke kantin perusahaan untuk makan siang namun karena silvi sudah membawa bekal makanan sendiri sehingga dia menolak ajakan tersebut. akan tetapi mereka bertiga kembali lagi ke ruangan itu dengan membawa makan siang mereka masing - masing dan mau tidak mau silvi harus makan siang bersama mereka bertiga namun ketika silvi membuka bekal makan siang nya ketiga rekan nya itu segera mendekati nya. bukan karena jenis makanan yang di bawa silvi namun aroma makanan itu membuat mereka ingin mencicipi makanan tersebut. silvi yang terkejut dengan reaksi dari ketiga rekan nya itu membuat dia mengeluarkan suara nya


" apa yang kalian lakukan? kenapa kalian tiba - tiba mengerumuni ku seperti ini?" ucap silvi


" kami semua penasaran aroma lezat ini dari mana dan ternyata itu dari bekal mu. apa kami boleh mencicipi makanan itu sedikit saja" ucap gilang sambil menaikkan kacamata nya


" kenapa juga aku harus mengizinkan kalian semua mencicipi makanan ku? bukankah semua makanan itu sama saja?" ucap silvi datar


" ayolah sil, sedikit saja yah . . . . please" ucap mereka kompak

__ADS_1


" huuff okey. tapi hanya sedikit karena aku sudah kelaparan jadi cepat cicipi setelah itu makan makanan kalian masing - masing" ucap silvi sambil mendorong bekal makanan nya


" hmmmm rasanya sangat lezat" ucap mereka bertiga


" kamu pesan di mana makanan itu sil? aku mau pesan juga besok - besok buat makan siang" ucap vero


" tidak perlu di pesan karena itu adalah makanan yang aku masak sendiri "ucap silvi sambil terus memasukan makanan ke dalam mulut nya


" W H A T ? " teriak mereka bertiga seketika membuat silvi tersedak. melihat silvi tersedak mereka segera menyodorkan minuman mereka masing - masing namun terlambat karena silvi sudah menenggak minuman yang dia bawa sendiri dari rumah


" apa kalian ingin membunuh ku?" ucap silvi menatap tajam kepada ketiga rekan nya itu


" maaf yah sil kami tidak sengaja"


"cepat kembali ke tempat kalian masing - masing dan makan dengan tenang sebelum aku kesal"


" tapi jangan marah lagi yah . . . . "


"hmmm"


(" ya ampun kenapa aku harus bertemu dengan tiga orang aneh ini sih. hampir saja aku jantungan gara - gara ulah mereka") gerutu silvi sambil terus memasukan makanan ke dalam mulut nya

__ADS_1


__ADS_2