
setelah pengumuman kelulusan selesai, seluruh siswa dan siswi bersorak gembira sambil berjalan menuju tempat parkir untuk melanjutkan kegiatan mereka yaitu konfoy keliling kota dan berakhir pada taman bermain untuk bersenang - senang kecuali silvi karena dia lebih memilih menggunakan waktu nya untuk bekerja karena kedepannya dia akan sibuk untuk kuliah dan mungkin waktu nya untuk bekerja hanya satu minggu saja sebab minggu depan dia sudah harus masuk kuliah dan dia tidak perlu khawatir untuk mengisi persyaratan kuliah karena sudah di urus oleh pihak yayasan sekolah walaupun begitu akan tetapi dia harus berusaha untuk meningkatkan kemampuan nya dan nilai nya di harus kan untuk selalu naik secara signifikan jika tidak maka beasiswa akan di cabut dan otomatis silvi harus membayar biaya kuliah nya sendiri
setelah sampai di rumah nya silvi bergegas mencari keberadaan ibunya untuk memberi tahukah bahkan dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik di kota nya namun seketika itu mata nya terbelalak karena melihat ibunya tergeletak di lantai dan di samping nya terdapat pecahan gelas
silvi berlari ke luar rumah mencari kendaraan untuk membawa ibunya ke rumah sakit. dan bersamaan dengan itu pula ada sebuah mobil mewah melaju ke arah nya, tanpa pikir panjang silvi langsung menyetop mobil tersebut . beruntung sopir mobil tersebut cepat menginjak rem, jika tidak maka silvi sudah pasti tertabrak karena jarak nya tinggal lima jengkal saja dari tubuh silvi. seketika sopir itu turun dari mobil tersebut dan memarahi silvi yang sudah membahayakan keselamatan dari tuan muda nya
" hei kau sudah bosan hidup yah? kalo mau mati jangan berdiri di jalan lebih baik kau melompat ke laut atau ke jurang saja agar tidak mencelakakan orang lain" ucap sopir itu dengan wajah merah padam
mendengar ucapan sopir itu silvi langsung berlutut di hadapan nya memohon agar mau membantu nya membawa ibunya ke rumah sakit
" pak saya minta maaf atas kelakuan saya tadi tapi saya mohon agar bapak membantu saya untuk membawa ibu saya ke rumah sakit karena dia sedang tidak sadarkan diri pak" ucapnya sambil menyentuh kaki sang sopir
" tunggu sebentar, saya akan menanyakannya kepada majikan saya apakah dia mengizinkan atau tidak" ucap sang sopir
__ADS_1
" terima kasih pak"
sopir tersebut masuk ke dalam mobil dan berbicara dengan majikan nya, setelah mendapatkan persetujuan dari nya dia pun keluar dari mobil menemui silvi
" anda boleh membawa ibu anda kerumah sakit sekarang karena majikan saya sudah mengizinkan anda menumpang di mobil nya, sekarang dimana ibu anda? tanya sang sopir
" ibu saya ada di dalam rumah pak, apakah saya bisa minta tolong sekali lagi untuk mengangkat ibu saya yang sedang tidak sadarkan diri?" tanya silvi
hanya butuh waktu sekitar dua puluh lima menit saja kini silvi sudah berada di rumah sakit terdekat karena kondisi tubuh ibunya sangat lemah maka dokter membawa nya di ruang ICU
silvi terdiam sejenak di depan ruangan tempat ibunya di rawat, terlihat sesekali dia menyeka air mata nya yang sedari tadi tidak berhenti bahkan mata nya sudah memerah dan bengkak. mulut nya tidak henti - hentinya berdoa kepada tuhan agar tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap ibunya namun seketika dia bergegas menemui dokter yang buru - buru keluar dari ruangan ibunya
" dokter, bagaimana keadaan ibu saya? sebenarnya dia sakit apa? tanya silvi
__ADS_1
" ibu anda harus segera di operasi karena terdapat kerusakan di jantung ibu anda sehingga harus segera di pasang cincin pada beberapa bagian jantung nya dan biayanya sangat mahal sekitar 150 jutaan belum termasuk biaya perawatan pasca operasi" ucap dokter yang menangani ibu silvi
mendengar ucapan sang dokter, seketika itu silvi terduduk di lantai seakan kaki nya sudah tidak sanggup menahan berat badan nya bahkan air mata nya sudah menganak sungai dia tidak tahu dimana dia mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat bahkan sanak saudara saja tidak ada. namun tanpa di duga seseorang menghampiri silvi sambil menyodorkan sapu tangan dan membantu silvi berdiri. tatapan mata nya yang tajam membuat silvi seketika menunduk menghindari bertatapan dengan orang tersebut. namun ketika mendengar apa yang dia katakan, silvi langsung menatap wajah seseorang itu dengan kebingungan
" kau tidak perlu bersedih hati, aku akan membantu mu melunasi biaya operasi ibu mu bahkan semua biaya perawatan pasca operasi juga akan saya bayar" ucap orang itu
" apakah anda serius tuan?" tanya silvi
" ya, aku serius asalkan kamu menerima syarat dari saya" ucap orang itu
" baiklah tuan, saya akan menerima syarat dari anda asalkan ibu saya selamat"
" baiklah, syarat nya adalah . . . .
__ADS_1