
saat ini silvi sedang menyelesaikan pekerjaan nya karena kepada divisi mereka membutuhkan berkas tersebut untuk membuat laporan yang akan langsung di serahkan kepada asisten ceo untuk di periksa
" akhirnya selesai juga pekerjaan ku. lebih baik aku istirahat dulu sebentar. rasanya jari tangan ku ingin patah" ucap silvi sambil meregangkan otot nya setelah merapikan kembali pekerjaan nya
" astaga, kenapa berkas - berkas ini tidak ada habisnya, punggung ku sudah sakit bahkan bokong ku sudah kempes karena terlalu lama duduk" ucap gilang sambil menggerutu
" akhirnya selesai juga pekerjaan ku" ucap dandi dan juga vero bersamaan
" hey kalian bertiga cepat bantu aku mengerjakan beberapa berkas ini. aku sudah tidak sanggup lagi" ucap gilang
" ini kan pekerjaan mu, kenapa kami harus mengerjakan nya. itu sama saja kau korupsi waktu. apa lagi pekerjaan kita di bagi sesuai porsi masing - masing" ucap dandi
" kita kan rekan kerja jadi kalian semua harus membantu ku. lain kali kalau kalian memerlukan bantuan maka aku akan membantu" ucap gilang sambil memasang wajah memelas
" berikan berkas itu kepada ku, aku akan membantu mu" ucap silvi sambil mengulurkan tangannya
" ini berkas nya, terimakasih. kau memang rekan terbaik" ucap gilang sambil tersenyum
__ADS_1
" dasar anak manja" ucap vero sambil berdecak kesal
" bilang aja kalau pada sirik. ingat ya sirik itu tanda tak tampan" ucap gilang sambil tertawa terbahak - bahak
" iya kau memang tampan akan tetapi kalau di lihat dari ujung monas dengan menggunakan sedotan yang di lipat ujung nya ahahaha" ucap dandi sambil tertawa dan membuat gilang menggerutu kesal namun ketiga pria tersebut terpaku saat melihat silvi tersenyum lebar dan membuat jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya
D E G D E G. D E G ( anggap aja begitu suara nya)
" cantik nya . . . " ucap dandi
" dia seperti seorang tuan putri" ucap vero tanpa berkedip
ketika mereka sedang terhanyut dengan pemandangan indah tersebut, tiba - tiba silvi berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mereka bertiga untuk memberikan bekal makan siang yang sudah dia siapkan
" ini untuk mu" ucap silvi sambil mengulurkan bekal tersebut kepada gilang yang tempat duduknya lebih dekat dengan nya. namun gilang tidak bergerak sama sekali dan membuat silvi kebingungan. karena tidak mendapatkan respon membuat silvi menggebrak meja gilang dan membuat gilang tersentak kaget dan hampir jatuh dari kursinya
" ya ampun silvi, kamu kok ngagetin sih? kalau aku jantungan terus mati gimana"
__ADS_1
" ya bagus lah kalau kamu mati yah tinggal di kubur terus selesai deh" ucap silvi cuek
" dasar teman durhaka, aku kutuk nanti kamu jadi batu" ucap gilang
" silakan saja, aku nggak takut" ucap silvi enteng kemudian menyerahkan kotak bekal makan siang untuk gilang
" nih ambil sebelum aku berubah pikiran"
" eh ini apa?" tanya gilang
" lihat saja ngak perlu banyak tanya" ucap silvi singkat dan pergi ke meja vero dan juga dandi untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk terimakasih karena sudah menolong nya kemarin. dia tidak ingin memiliki hutang budi pada orang lain
" makasih yah sil, udah mau repot - repot bawain makan siang untuk kita- kita" ucap
mereka bertiga
" ya. tidak masalah"
__ADS_1