Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 44


__ADS_3

(" sepertinya aku harus mencari tahu identitas dari laki - laki yang bersama dengan wanita ku") ucap nya sambil menghubungi anak buah nya untuk mencari tahu identitas dari febrian karena dia tidak ingin melakukan kesalahan lagi dengan terburu - buru mengambil keputusan


" cari tau siapa laki - laki yang bersama dengan wanita ku, aku mau kalian lakukan secepat nya dan aku mau data yang terperinci dan tidak melewatkan informasi sekecil apapun itu. " ucap nya kemudian menutup kembali panggilan tersebut secara sepihak


tanpa menunggu waktu lama, identitas dari febrian telah di dapatkan oleh anak buah nya karena mereka ahli dalam bidang IT sehingga sangat mudah untuk mendapatkan informasi apapun yang mereka inginkan. setelah itu informasi yang telah mereka dapatkan langsung di kirim ke atasan mereka


" halo tuan muda, data yang ada inginkan sudah saya kirim ke email anda" ucap nya


"bagus, aku akan segera memeriksa nya" ucap nya sambil menatap layar laptop nya untuk memeriksa data yang di kirimkan oleh anak buah nya setelah memutuskan panggilan telepon sebelum nya


" oh, ternyata dia yang bernama febrian. orang yang mengelola kafe tempat wanita ku pernah bekerja dan dia juga sudah menganggap wanita ku sebagai adiknya sendiri. sepertinya dia orang baik akan tetapi aku tetap tidak rela jika ada orang lain yang menyentuh wanita ku apalagi jika seorang lelaki" ucap nya sambil memikirkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tau ( kata nya rahasia gitu he he he)


sementara itu febrian berpamitan kepada silvi karena malam semakin larut sehingga membuat dia mau tidak mau harus segera pulang dari rumah silvi walaupun dengan berat hati

__ADS_1


"dek, kakak pulang dulu ya. nanti lain kali kakak ke sini lagi okey" ucap yang sambil mengusap kepala silvi


" iya tapi janji yah bakal datang lagi ke sini, awas aja kalau nggak" ucap silvi sambil mengacungkan jari telunjuk nya


" memang nya kenapa kalau kakak ngak datang lagi?" tanya febrian sambil tersenyum


" pokoknya aku ngak mau bicara lagi sama kakak kalau kakak ingkar janji" ucap silvi sambil bersedekap dada dan tidak lupa memanyunkan bibir nya


" ih KA B I A N" teriak silvi kesal


" kenapa sih, kok pake teriak - teriak gitu sih kan kakak ngak budek silvi" ucap nya sambil menatap silvi dan tidak lupa mencubit gemas hidung silvi


" kakak juga yang salah, pake ngacak rambut aku segala nanti di kira orang aku orang gila gara - gara kakak" ucap nya sambil menggerutu membuat febrian tidak bisa menahan tawa nya karena ulah silvi yang menurut nya sangat menggemaskan

__ADS_1


" loh kakak kenapa ketawa? aku kan lagi marah sama kakak" ucap silvi


dengan pelan febrian mendekati silvi dan memeluk nya sambil berkata


" kakak minta maaf yah, kakak janji ngak bakal buat kamu marah. lagi pula kamu itu kalau marah bikin gemes makanya kakak refleks aja berantakin rambut kamu" ucap febrian lembut dan setelah itu melepaskan silvi dari pelukan nya


namun sepertinya akan ada kejadian yang akan terjadi kepada silvi ataupun febrian karena seseorang sedang menatap tajam ke arah mereka berdua ketika sedang bercanda dan berakhir dengan pelukan.


matanya tampak memerah menahan rasa kesal entah kenapa dia tidak tahu mengapa dia marah ketika melihat wanita yang selalu dia jaga melakukan hal tersebut dengan orang lain. dia ingin sekali menghapus bekas pelukan orang itu dengan pelukan nya namun alasan apa yang harus dia gunakan


" aku harus melakukan sesuatu, tapi apa?" ucap nya sambil berfikir keras


kira - kira itu siapa yah?

__ADS_1


__ADS_2