
silvi melangkah kan kakinya memasuki kafe tempat ia bekerja dan menuju ke arah ruangan febrian untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya, setelah sampai di depan ruangan febrian silvi pun berhenti sejenak dan menghembuskan nafas kasar untuk menetralkan perasaannya
tok tok tok
silvi mengetuk pintu ruangan febrian dan terdengar sahutan dari dalam
" masuk"
ketika pintu ruangan terbuka, terlihat seorang pria tampan sedang berkutat dengan berkas yang tercecer di atas meja kerjanya. ya saat silvi membuka pintu ruangan itu, dia melihat febrian sedang merekap hasil pembukuan kafe. seketika dia pun berbalik arah untuk keluar dari ruangan tersebut namun sebelum dia meninggalkan ruangan itu langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara bariton dari febrian yang menatap silvi sambil meletakkan berkas yang berada di tangan nya
__ADS_1
" tunggu sebentar, ada apa kamu ke ruangan saya?" tanya febrian sambil menatap ke arah seseorang yang sedang memunggunginya dan ketika orang itu berbalik, febrian langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri silvi
" ya ampun kakak kira siapa tadi ternyata adik kesayangan ku yang datang" ucapnya sambil merangkul silvi dan menuntunnya ke arah sofa yang ada di ruangan itu
" ada apa dek kok tiba - tiba datang ke ruangan kakak? apakah ada sesuatu yang penting atau kamu ada masalah? coba cerita siapa tau kakak bisa bantu" ucap febrian sambil mengusap kepala silvi dengan lembut
" apa ini dek? tanya febrian sambil membuka amplop tersebut dan matanya terbelalak ketika membaca kertas yang berada di dalam amplop tersebut. dia menatap silvi penuh dengan tanda tanya
" apa maksud dari surat ini? kamu mau berhenti bekerja di tempat ini? apa alasan nya?" tanya febrian
__ADS_1
silvi menatap wajah febrian dan mengatakan bahwa dia ingin berhenti bekerja karena dia akan fokus untuk melanjutkan pendidikan nya agar dia dapat membahagiakan ibunya dan febrian pun mengizinkannya walaupun berat rasanya untuk jauh dari orang yang sangat ia sayangi
setelah keluar dari ruangan febrian, silvi pamit untuk pulang namun febrian menawarkan diri untuk mengantarkan silvi pulang karena ini mungkin akan menjadi kali terakhir dia dapat mengantarkan silvi dan silvi menyetujui permintaan dari febrian
di dalam perjalanan pulang silvi hanya diam tanpa berkata apapun karena dia sedang memikirkan apa yang akan terjadi padanya besok karena bekerja pada orang yang tidak ia kenal bahkan terkesan misterius. ketika sampai di depan rumah, silvi pun mengucapkan terima kasih dan segera masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan kehadiran febrian
sementara itu di sebuah perusahaan seorang pria sedang menggerutu kesal karena di berondong begitu banyak berkas di tambah lagi dengan pekerjaan sang bos yang harus dia kerjakan sementara sang bos hanya duduk diam sambil menghayal yang membuat nya menjadi sangat kesal dan ingin melemparkan semua berkas itu ke wajah sang bos
" dasar bos aneh, bisa - bisanya dia memberikan seluruh pekerjaan nya kepada ku. jika saja aku tidak membutuhkan pekerjaan ini untuk bersembunyi dari orang - orang itu sudah ku lemparkan berkas - berkas ini ke wajah nya bahkan kalau perlu aku kucek wajah nya yang menyebalkan itu" ucap orang Itu yang tidak lain adalah hendrik asisten giofan
__ADS_1