
Erza, temannya Reno, dia sedang mengecek hasil rekaman CCTV yang berada di depan mini market itu, dia dari tadi masih fokus saja memperhatikan rekaman video itu sambil menyeruput secangkir kopi.
Dia merasa kesal karena belum juga menemukan Romi di CCTV itu, tapi mengingat Gibran sudah membayarnya, dia berusa lebih fokus lagi memperhatikan rekaman CCTV tersebut.
"Wah!" Erza berseru saat melihat di rekaman itu ada seorang pria yng sedang merangkul wanita keluar dari dalam mobil itu dan masuk ke dalam hotel.
Dia segera menzoom wajahnya di video itu, ternyata benar itu Romi.
"Akhirnya dapat satu." Dia segera mengecek video yang berbeda dengan yang tadi.
Akhirnya dia menemukan Romi lagi yang keluar dari hotel masih dengan wanita yang sama sambil bergandengan mesra "Nah lumayan dapat dua video," serunya.
Masih tak puas, dia mengecek video lainnya, ternyata Romi dari dulu sering berkunjung ke sana bersama Dona.
****************
Di tengah perjalanan, Reno duduk di tengah-tengah terhimpit oleh Arumi dan Monika. Sepertinya Monika sangat tertarik pada Reno dari semenjak mereka pertama kali bertemu.
"Wah aku baru tau ternyata kamu dan Bu Arumi ini temenan ya... " seru Monika.
"Ya begitu lah." jawab Reno.
"Rumah aku itu gak jauh dari kantor lho, kapan-kapan mampir ya, apalagi nanti kita jadi rekan kerja."
Reno hanya menganggukan kepala.
Entah mengapat Arumi jadi tidak suka melihatnya, apa mungkin karena dia tau Monika itu sering gonta ganti pacar di kantor makanya dia gak mau sahabatnya itu nanti akan terluka.
__ADS_1
Drrrtt... Drrrrttt....
Ponsel Arumi bergetar ternyata dari Bram.
[Arumi aku minta maaf baru membalas pesan darimu. Nanti aku akan datang ke rumah kamu. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan kamu.]
Arumi tersenyum saat mendapatkan pesan dari Bram itu.
Kira-kira Bram mau berbicara apa padaku sepertinya serius sekali? Apa dia akan melamarku? Arumi jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan kekasihnya itu.
"Cie... yang dari tadi cemberut sekarang jadi senyum-senyum sendiri." Reno menggoda Arumi yang raut mukanya jadi berubah 180 derajat itu.
"Bram sepertinya ingin berbicara serius denganku? Apa dia akan melamarku?" Arumi sangat berseru mengatakannya.
"Cieee... " Orang-orang yang ada di dalam mobil itu pada menggodanya.
Reno langsung diam, padahal dari dulu dia sangat mendukung Bram dan Arumi pacaran asal Arumi terlihat senang. Dan suka bertanya juga ke Bram kapan nikahin Arumi karena dia tau Arumi sangat berharap di lamar oleh Bram.
Arumi memperhatikan raut muka Reno yang sepertinya tidak suka mendengarkan perkataanya itu mengenai Bram.
"Lah kok malah cemberut gitu sih?" tanya Arumi.
"Siapa yang cemberut? Malah aku senang kalau beneran Bram melamar kamu."
Sella yang sedang duduk di kursi bagian depan ikut menyahut, "Ternyata aku salah kira, aku pikir Reno ini pacarnya Bu Arumi soalnya dari kemarin perhatian sekali."
Arumi kaget mendengarny "Aduuhhh ya gak mungkin lah, kita ini sudah temanan dari dulu." seru Arumi, wajahnya jadi memerah mendengar ucapkan dari rekan kerjanya itu.
__ADS_1
Drrrtt... drrrtt...
Ponsel Reno bergetar.
Ternyata dari Erza, teman Reno yang bekerja di mini market itu.
[Kakak sahabat lu itu membawa cewek yang sama tiap ke hotel Buana itu, ini gue baru nemu 8 videonya. Gue kirim ya... ]
Reno membuka semua video itu, ternyata terlihat Romi sedang merangkul Dona dengan mesra memasuki hotel itu, dan di 8 video itu adalah menunjukan hari dan pakaian mereka yang berbeda, artinya mereka sering kesana.
"Wah bener-bener ini! "
"Kenapa, No?" tanya Arumi.
Reno tidak mungkin mengatakan itu di depan orang banyak.
"Oh nggak ada apa-apa, kok."
Reno segera mengirim video itu ke Gibran.
[Dugaan lu benar, Bran. Abang lu memang selingkuh. Gue kirim 8 video sama lu]
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...