Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Permohonan Terakhir


__ADS_3

Besok adalah hari pernikahannya bersama Gibran, pria yang baru ditemuinya lagi beberapa hari ini. Ghea begitu gugup untuk menghadapi hari esok.


Benarkah besok dia akan menikah lagi? Dengan Gibran? Rasanya seperti mimpi!


Drttt... drtttt...


Dia mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal. Ternyata itu dari Romi, sepertinya Romi mencari informasi tentang nomor ponselnya itu.


[Ghea, ini Romi. Aku ingin bertemu denganmu sekali saja. Aku mohon ini permintaan terakhir aku. Aku mohon setelah ini aku tidak akan mengganggu kamu lagi. Aku tunggu kamu di Restoran Violet di ruangan VVIP-C. ]


Ghea menghela nafas berkali-kali membaca pesan itu. Dia sudah tidak ingin bertemu dengan Romi lagi. Tapi dia juga tau selama ini Romi masih mengharapkan bisa kembali lagi bersamanya, mereka memang dulu berpisah secara tidak baik-baik.


Akhirnya Ghea terpaksa menemui Romi. Tapi sebelum itu dia mengubungi Gibran dulu.


Gibran tersenyum lebar saat melihat siapa yang menelponnya, untuk pertama kalinya Ghea menelepon dirinya , "Ada apa, Ghea?"


"Hari ini aku akan bertemu Kak Romi sebentar di Restoran Violet ruangan VVIP-C."


Gibran merasa keberatan, "Untuk apa kamu menemuinya? Kalau dia macam-macam sama kamu gimana?"


"Karena itu aku menghubungi kamu, dulu kita menikah secara baik-baik artinya harus di akhiri dengan baik-baik juga, mungkin dengan begitu kakakmu tidak akan menggangu hubungan kita di masa depan."


Gibran merasa kesal, "Ya sudah, jangan dulu masuk sebelum aku tiba disana."


****************


Gibran menunggu diluar ruang VVIP, dia membiarkan Ghea dan Romi berbicara dengan pintu terbuka. Restoran mewah itu memang sudah banyak menyediakan ruang VVIP sehingga mereka bisa makan bebas di dalam ruangan tanpa berbaur dengan orang banyak.


"Mas Romi ingin berbicara apa padaku?" tanya Ghea, begitu di memasuki ruangan VVIP-C itu, dia sama sekali tidak ingin menyentuh makanan yang dipesan oleh Romi.


Mata Romi begitu sayu memandangi Ghea, "Aku rindu saat kamu memanggil aku dengan sebutan itu!"

__ADS_1


Maksud Romi saat Ghea memanggilnya 'Mas Romi'.


"Hmm... ya karna sebentar lagi Mas Romi akan menjadi kakak iparku, jadi aku harus memanggilmu begitu."


Romi tersenyum kecut saat mendengar kata ipar, "Apa kamu yakin akan menikah dengan Gibran? Kalian baru saja bertemu! Kamu tidak tau kan bisa saja sebelum kalian bertemu lagi Gibran ngapain sama perempuan atau apa gitu yang kamu tidak tau?"


Gibran yang mendengarnya merasa kesal dan ingin meninju Romi, tapi niatnya tertahan saat mendengar jawaban dari Ghea yang membuat Gibran malah tersenyum-senyum.


"Aku mempercayainya, dan aku mau menikah dengannya karena aku mencintanya."


Bahkan dia tidak pernah mengatakan hal itu di depanku. bisik hati Gibran.


Perkataan itu sangat menyakiti hati Romi "Lalu bagaimana dengan aku? Aku sangat mencintai kamu, Ghea! Bahkan selama ini aku tidak pernah menyerah untuk mencari kamu" Dia mengatakan itu dengan terisak membuat mata Ghea berkaca-kaca.


"Itu semua sudah terlambat, karena itu aku harap Mas Romi bisa melupakan semuanya tentang aku."


Romi semakin terisak, "Gak bisa Ghea, aku sudah berusaha untuk melupakan kamu tapi tetap saja tidak bisa. Aku malah semakin merindukanmu kamu. Tak bisakah kamu memberi kesempatan untuk aku berubah? Ayo kita pergi bersama ke tempat yang kamu mau, kita bisa tinggal bersama disana!"


"Seharusnya Mas Romi mengatakan itu kepada istrimu, bawa dia ke tempat yang kalian inginkan dan tinggal bersama disana. Mungkin dengan begitu Mas Romi bisa melupakan aku dan memulai hidup dengan lembaran yang baru bersama istri kamu."


"Tapi aku maunya kamu... "


"Mas Romi harus ingat saat ini Mas Romi akan menjadi ayah, apa Mas Romi tega menelantarkannya nanti? Itu di darah daging kamu sendiri yang suatu hari akan memanggilmu ayah."


Romi terdiam.


"Mulai sekarang lupakan aku, lupakan semua tentang kita. Mulai sekarang cobalah untuk menerima semua kenyataan ini, saat ini Mas Romi sudah memiliki istri, perlakuan dia dengan baik jangan sampai menyesal lagi nanti."


****************


Mereka memang tidak melakuan fitting baju pengantin karena Kia sendiri yang ingin merancang khusus busana pernikahan mereka.

__ADS_1


Saat itu Ghea dan Gibran sedang berjalan bersama menelusuri bibir pantai, membiarkan kakinya di guyuri ombak sampai kaki mereka basah oleh air ombak yang datang dan pergi.


"Apa kamu marah karena aku menemui kakakmu?" tanya Ghea kapada Gibran yang diam dari tadi.


Gibran menggeleng "Tidak, malah aku bersyukur karena kamu memberitahu aku tentang itu dan kamu bisa menyelesaikan masalah kamu dengan kak Romi yang dari dulu belum kelar karena dia masih terus mengharapkanmu."


"Apa ayah merestui kita?"


Gibran menggeleng, "Sulit sekali untuk mendapat restu dari ayah, mungkin butuh waktu bertahun-tahun karena ayah orangnya sangat teguh pendirian. Mungkin seiring berjalannya waktu dia akan menerima hubungan kita."


"Apa kita harus menunggu dulu restu ayah? Apalagi pernikahan ini kesannya sangat terburu-buru!"


"Sampai kapan? Yang ada nanti keburu kamu di ambil orang atau meninggalkan aku lagi. Bagaimana kalau ayah selamanya tidak menyetujui kita?"


Ghea pun terdiam.


Hembusan angin menerpa mereka, memainkan anak rambut menari-nari sehingga tampak berantakan. Gibran merapikan rambut Ghea dengan lembut, terlihat dengan jelas betapa cantiknya calon istrinya itu, "Ayo kita ambil hati ayah secara perlahan setelah kita menikah nanti. Aku yakin sebenarnya ayah merindukanmu, namun egonya terlalu tinggi."


Ghea pun mengangguk.


Bibir Ghea memang tak pernah bisa berhenti menggodanya untuk selalu ingin menciumnya. Namun hari ini dia ingin menahannya "Hmm... Aku tidak boleh menciummu hari ini, aku akan melampiaskan semuanya saat malam pertama kita nanti." Gibran mengatakan hal itu dengan berat seperti telah kehilangan sesuatu.


Ghea menelan saliva mendengar ucapan Gibran itu, wajahnya begitu sangat memerah. Malam pertama? Sungguh dia belum membayangkan hal itu.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2