Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Mandi Bersama


__ADS_3

Gibran menurunkan tubuh Ghea begitu sampai di kamar mandi.


Gibran menyalakan shower, sehingga air shower itu membahasi kedua tubuh mereka, mereka masih berpakain lengkap namun pakaian mereka sudah mulai membasah.


Mereka saling bercumbu dengan mesra dibawah guyuran air shower, begitu jelas telihat lukuk tubuh Ghea yang indah karna seluruh pakaiannya basah dan terlihat jelas juga otot-otot perut Gibran yang membentuk di sela-sela kemeja yang basah.


Gibran meraih pinggang Ghea dan masih menautkan bibir mereka dengan lembut dan Ghea perlahan mengalungkan tangannya ke leher Gibran, mereka begitu sangat menikmati disetiap lu-ma-tan kedua bibir mereka.


Gibran membuka kemejanya sehingga nampak jelas tubuh sixpacknya, lalu memagut kembali bibir Ghea, mereka berciuman dibawah aliran air shower sungguh membuat sensasi ciuman mereka lebih berbeda dan menantang.


Dan setelah mereka sama-sama melucuti pakaian mereka, mereka memulai aksinya erotisnya di bawah aliran air shower dengan begitu panas dan menggebu-gebu.


"Aww... pelan-pelan Gibran!" Ghea tak bisa mengimbangi Gibran yang begitu ganas sedang mengguncang tubuhnya.


Mereka melakukannya di bawah aliran shower , dinginnya aliran air shower malah membuat permainan mereka semakin panas.


Tak berhenti disana, Gibran membawa Ghea masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air, mereka melanjutkan bercintanya disana dengan bermacam-macam gaya yang hanya mereka tau (soalnya authornya juga gak di kasih tau 😁) .


Keduanya pun sama-sama mengerang saat sama-sama mencapai *******.


Setelah mereka selesai melakukan aksi panas mereka di kamar mandi, Gibran memandikan tubuh Ghea dengan lembut dan menyabuninya, begitu juga Ghea, mereka sama-sama saling membersihkan badan mereka tak lupa di sertai dengan kecupan demi kecupan lembut saling memberi hadiah.


****************


Setelah selesai membersihkan badan mereka, mereka sudah sama-sama memakai Bathrobe.

__ADS_1


Gibran menggendong tubuh Ghea ke kamarnya, dia membiarkan Ghea duduk di tepi kasur dan mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk. Dia benar-benar memperlakukan Ghea seperti anak kecil.


Gibran mulai mengeringkan rambut Ghea yang basah dengan hair dryer.


Dia ingin selalu memanjakan sang istri walau Ghea sama sekali tidak bisa bersikap manja. Sesekali dia melayangkan kecupannya di pipi dan dibibir Ghea, dia tidak pernah bosan memuja kecantikannya.


Kini giliran Ghea yang mengeringkan rambut Gibran dengan hair dryer. Mereka memang selalu saling memberi perhatian.


***************


"Makan malam sudah siap nona cantik, ini adalah masakan kesukaanmu, beef bulgogi." Gibran menyajikan semua makanan di atas meja makan.


Ghea sudah standby di meja makannya, "Seharusnya aku membantu memasak."


Ghea menghadiahi pipi Gibran dengan kecupan, "Terimakasih!"


Namun Gibran kurang puas dengan hadiah itu, dia menunjuj bibirnya, "Ini belum?"


Cup! Ghea mengecup bibir Gibran sebentar.


Akhirnya mereka pun makan malam bersama, beef bulgogi buatan Gibran memang begitu sangat nikmat di lidah.


****************


Seperti biasa... Ghea selalu tidur di dalam dekapan Gibran, Gibran memeluk istrinya dengan erat menghirup aroma rambutnya yang begitu wangi.

__ADS_1


"Kau ingin kita memiliki anak berapa?" Tiba-tiba Gibran menanyakan itu.


Ghea berpikir sejenak, "Emm... dua saja sudah cukup."


"Terlalu sedikit, bagaimana kalau lima emmm.. atau enam?"


"Hmm... hamil anak pertama juga belum. Tapi kalau seandainya aku gak bisa hamil apa kau akan mencari wanita lain?"


"Jangan bicara seperti itu!"


"Hanya berandai-andai saja! Aku hanya ingin tau kesetiaanmu!"


"Ada banyak solusi agar tidak menyakiti pasangan, buat aku menikah lagi itu bukan sebuah solusi tapi bentuk keserakahan dan tidak menerima pasangan apa adanya. Ya tentu saja mengadopsi anak itu solusi yang lebih tepat, aku tidak mungkin mencari wanita lain. Susah senang kita menghadapinya bersama-sama. Aku menikah dengan kamu karena mau hidup selamanya denganmu."


Ghea tersenyum mendengar jawaban dari Gibran, saat pertama kali bertemu dia pikir Gibran sikapnya kekanak-kanakan. Tapi dia bisa menjadi suami yang baik untuknya. Ghea semakin erat memeluk tubuh Gibran.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2