Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Extrapart 13 Dapur Panas #2


__ADS_3

Bram tersenyum puas melihat reaksi Renata seperti itu, "Kau menginginkannya lagi?"


Renata malu untuk menjawab iya. Namun raut mukanya yang terlihat kecewa menjawab itu semua, bahwa dia juga menginginkannya.


Bram kembali melahap sumber kenikmatannya, Dia terus menyesapnya menikmati ciumannya dengan milik Renata dan tak berhenti memainkan lidahnya disana, lidahnya bergerilya disana, menggelitikinya dengan gerakan yang begitu cepat.


Renata semakin menekan kepala Bram sedikit mencengkram rambutnya sampai kepalanya terbenam di bawah perutnya. Lidahnya masih sibuk memanjakan miliknya agar dia mengeluar masukan lidahnya di area sensitif itu. Membuat Renata menggerinjal dan merintih kenikmatan. Jiwanya sudah terbang bebas menggapai nirwana kenikmatan.


Sampai akhirnya Renata meringis menahan nikmatanya saat gelombang itu keluar darinya, Bram menyesap semuanya sampai habis.


"Akh... Bramhhh... " Tubuhnya seperti tersengat aliran listrik, begitu menikmati sentuhan lembut dan basah itu di bawahnya.


Bram kembali berdiri, dia menangkup wajah Renata dan menautkan kembali bibir mereka "Aku suka milikmu, sangat lucu dan wangi!"


Wajah Renata merah merona mendengar pujian itu. Bram menaikan tubuh Renata ke atas meja dapur, mereka memagutkan bibir mereka kembali dengan jiwa bergelora penuh damba, lalu Bram kembali menghisap dada Renata , menyesapnya seperti seorang bayi kelaparan.

__ADS_1


Renata begitu menikmati permainan lidah dan bibir Bram di dadanya sampai dia memeluk erat kepala Bram, mencengkram rambutnya, menahan kegelian dan kenikmatan yang dirasakan.


Bram segera membuka celananya dan memengarahkan miliknya secara perlahan ke milik Renata yang duduk di atas meja dapur.


"Akh... Bram!"


Renata mengerang , dia memegang kuat pinggang Bram yang sedang berdiri di hadapannya menyatukan tubuh mereka berdua.


Bram semakin menghentakan miliknya sampai miliknya terbenam begitu sempurna, sambil menyesapi bulatan di dada Renata sampai Renata menggeliatkan tubuhnya menahan kenikmatan yang Bram berikan untuknya.


Lama-lama Bram Mempercepat gerakannya maju mundur dengan begitu berirama, membuat Renata semakin terbang jauh ke angkasa, ini pertama kalinya mereka bercinta di dapur, biasanya mereka hanya melakukannya di kamar, kolam renang, atau kamar mandi.


Mereka sama-sama mengerang penuh kenikmatan saat milik mereka tumpah dengan bebas di bawah sana.


"Arghhh.. "

__ADS_1


Selama empat tahun ini... Bram dan Renata berpacaran selama 2 tahun, lalu memutuskan untuk menikah dan usia pernikahan mereka sudah dua tahun.


Ting-Tong ..


Terdengar suara bel berbunyi. Renata dan Bram segera memakai pakaian mareka yang bergeletakan di lantai dapur dan membersihkan ****** ***** di atas meja dapur.


Bram pun berjalan menuju pintu rumah dan segera membukanya, ternyata ada baby siter sambil menggedong buah hati Bram dan Renata yang kini berusia 1 tahun, "Tadi saya mengajak Kevin jalan-jalan, Tuan."


"Oh iya, tidak apa-apa. " Bram segera menggendong Kevin membawanya ke Renata yang sedang melanjutkan kembali membuat kue tart karena terganggu dengan aktivitas mereka yang lebih mendahulukan membuat adik Kevin dulu.


"Ayo kita ke mommy, mommy lagi masak kue buat kita." Bram mengajak bicara pada anaknya itu.


Kevin hanya tersenyum ceria karena dia sedang sibuk memakan kue biskuitnya.


Renata melihat Bram membawa Kevin ke dapur, dia mencium pipi Kevin yang sedang berada di pangkuan suaminya, "Hai Kelvin sayang. Mommy masak kue dulu ya sebentar."

__ADS_1


Mereka termasuk pasangan yang sangat bahagia juga setelah melalui lika liku dunia percintaan dan saling mengintropeksi diri akhirnya mereka bisa bersama, dan Bram juga menjadi lelaki yang setia untuk Renata.


__ADS_2