Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Olahraga Pagi#2


__ADS_3

"Sakit! Kau benar-benar akan memakanku?" protes Ghea saat menerima gigitan kecil di dadanya.


Gibran hanya nyengir mendengar protes dari sang istri, dia kembali melahap salah satu benda bulat menggoda itu. Dia tidak bisa berdiam diri disana lagi karena dirinya sudah mulai mengeras.


Gibran segera menyibakan ke atas rok yang di pakai Ghea, dia hanya membuka kain tipis yang berwarna pink sehingga terlihat lagi sesuatu yang menurutnya itu surga dunia untuknya.


"Apa masih sakit?" tanya Gibran pelan.


"Se-sedikit... "


"Aku tidak akan membiarkanmu kesakitan"


Gibran merangkak lagi ke atas tubuh Ghea, kembali menautkan kedua bibir mereka. Sementara jemarinya mulai bergerak perlahan maju mundur bermain di bawah sana, Ghea nampak kegelian tapi membuat jiwanya melayang, dia mengecangkan pelukannya, mencengkram punggung Gibran menahan sesuatu yang menggelitikinya dibawah sana.


Ghea memekik seperti kehilangan arah saat merasakan dibawah sana akan tumpah.


Sentuhan dibawah sana begitu sangat mendominasi dirinya, membuatnya menggila ingin merasakan lebih dari itu.


"Akhh.. " Akhirnya Ghea mencapai pelepasan pertamanya.


"Kau menikmatinnya, sayang?"


Ya... sungguh nikmat! Tapi Ghea malu untuk mengatakannya.


Ternyata tak berhenti disitu saja, Gibran kembali memainkan jemarinya dibawah sana, dia tidak ingin langsung ke tahap inti tapi ingin dulu membuat Ghea tak berdaya, dia memperkencang ritme jemarinyanya, membuat Ghea mengerang, "Akh... stop Gibran... akh... "


Dia bilang stop tapi tubuhnya berkata tidak, tubuhnya tak bisa diajak kerjasama karena begitu sangat menikmati sentuhan dibawah sana yang terus menggelitikinya.


Gibran memaikan lidahnya di bagian pucuknya yang sudah menegang di dada Ghea, lalu menghisapnya, sementara jemarinya terus bermain di bawah sana. Tubuh Ghea terasa sangat menegang sampai dia tidak sadar membusungkan dadanya membuat Gibran melahap rakus dua bulatan yang indah dan putih itu bergantian.


"Gibran akh... " Ghea mencengkram rambut Gibran yang kepalanya sedang terbenam menikmati su su nya.

__ADS_1


Sepertinya Ghea sedang menuju pelepasan keduanya. Darahnya berdesir begitu hebat di tubuhnya.


"Keluarkan lah sayang!" Gibran semakin mempercepat ritme jemarinya dibawah sana.


Padahal Gibran juga tidak pengalaman dalam hal ini tapi dia mencoba untuk menyenangkan sang istri dengan segala sentuhan dan perlakuannya.


"Akh... Gibran!" Pelepasan kedua terasa begitu hebat membuat dia merintih kenikmatan sambil mencengkram punggung Gibran.


Tubuhnya terasa seperti sedang tersengat listrik beberapa kali karena ulah Gibran, membuatnya sedikit lemas dan ngos-ngosan, olahraga pagi yang membuatnya mengeluarkan banyak energi.


Dan ini adalah bagian terakhirnya... Gibran membuka handuk yang membelit pahanya, menekankan dirinya menyatukan kedua tubuh itu.


Ghea sedikit meringis... begitu benda itu mamasukinya lagi, Gibran memompa dirinya membawanya pergi ke dunia yang lebih luas, begitu menikmatnya guncangan di tubuhnya.


"Arrghht... Bukan hanya bibirmu, kini tubuhmu membuatku candu. Kita harus melakukannya setiap hari sayang." Gibran mengatakn itu dengan nafas berat.


Berbeda dengan semalam, pagi ini bahasa tubuhnya memperlihatkan bahwa dia begitu sangat menikmati alur permainan yang dilakukan Gibran kepadanya, dia menekan kepala Gibran saat melahap lagi dadanya, meremas rambutnya, sungguh jiwanya tak ada lagi disana, melayang begitu bebas ke langit cakrawala.


"Gibranhhh... "


"Kenapa? Kau menikmatinya?"


Dengan malu-malu Ghea menganggukkan kepala, dia mencium bibir Gibran dan tangannya mulai meraba-raba punggung Gibran yang V-shape itu. Gibran semakin bersemangat untuk mengguncang tubuhnya, dia benar-benar sukses membawa Ghea terbang bersamanya.


Keduanya sama-sama mengerang saat keduanya menumpahkan gelombang cinta, begitu terasa hangat di dalam sana.


"Arghhht... "


"Karena kau sangat kelelahan, aku yang akan masak untukmu pagi ini." bisik Gibran.


****************

__ADS_1


Ternyata Romi tidak tidur semalaman, rasanya pasti sangat sesak memikirkan apa yang Ghea dan Gibran lakukan semalaman. Bagaimana dia bisa tahan selama tiga tahun bersama Ghea? Ya karena dia ingin setia pada Dona yang yang sudah ternodai olehnya jauh sebelum dia menikah dengan Ghea, tiap dia ingin melakukannya tentu saja meminta jatah pada Dona karena itu tiap pulang ke rumah dia sudah kelelahan.


Dan juga dia merasa hubungannya dengan Ghea aman-aman saja selama ini. Namun semenjak kehadiran Gibran, dia mulai merasa hubungan penikahannya dengan Ghea mulai terancam karena itulah dia mulai takut kehilangan Ghea, yang akhirnya ketakutan itu terjadi.


Namun dia tidak bisa memperjuangkannya karena Dona malah hamil dan akhirnya harus menikah dengannya.


"Andai saja aku bisa memutar waktu. Aku pasti akan menjadi suami yang baik buat kamu Ghea. Aku ingin kembali ke masa itu dan memperbaiki semuanya , tapi sayangnya aku sudah terlambat. "


Romi terisak begitu terasa pedihnya perasaan ini. Wanita yang tak bisa dilupakannya kini malah menjadi adik iparnya. Dari semalam dia tidak pulang ke rumah. Dia ingin berdiam diri di hotel sendirian untuk menenangkan hatinya dan bisa bebas meluapkan seluruh isi hatinya.


Drrrt... drrtttt....


[Romi, kenapa belum pulang juga]


[Romi, kamu dimana sekarang]


Beberapa kali Dona mengirim pesan padanya.


Haruskah dia mengikuti perkataan Ghea untuk tidak mengharapkannya lagi? Namun perasaan dihatinya sungguh berat untuk melupakannya.


...****************...


...Vitamin pagi lagi dari author 😁...


...selamat berolahraga dan beraktivitas di hari minggu!...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2