
Ternyata Romi juga menyewa detektif untuk mencari keberadaan Ghea, saat ini dia sedang berbincang-bincang dengan detektifnya suruhannya itu.
Bagaimana bisa dia melupakan Ghea? Saat dia sudah mulai merasa mencintai Ghea dan perasaannya begitu menggebu tiba-tiba Gibran membuat dia cerai dengannya.
"Aku sudah membayar kamu mahal tapi belum bisa menemukan istri saya juga?" Romi memang masih menganggap Ghea itu istrinya.
"Belum, pak. Sulit sekali untuk menemukanya."
"Hasttt.... sial!"
Brenggg...!!
Romi melempar gelas yang ada di atas meja ke dinding.
"Saya gak mau tau, tolong cari istri saya sampai ketemu!" Dia berkata begitu sampai memelototkan matanya menahan amarah.
Tok... Tok... Tok..
Assisten Romi mengetuk pintu.
"Masuk!" katanya dengan sedikit membentak, dia mendeliki sang detektif. "Kamu boleh pergi!"
Sang detektif pun segera pergi.
"Ada apa?" Tanya nya pada sang asisten, Anton.
Anton memperlihatkan beberapa berkas kepada Romi.
"Apa ini?"
"Adva memutuskan kontrak kerjasama dengan kita."
"Apa?" Romi kaget mendengarnya, sampai wajahnya memerah, "Kenapa bisa gitu?"
Adva tentu saja salah satu klien yang paling penting karena Adva memiliki banyak produk yang pastinya kontrak iklannya pun berbeda-beda tiap produk. Sebuah kerugian yang sangat besar untuknya.
Pak Reza akan marah jika tahu tentang ini.
"Saya dengar sekarang ini bukan Pak Herman yang memegang soal promosi tapi dipercayakan kepada managernya."
"Manager?"
__ADS_1
"Iya, Manager Adva sekarang namanya Bu Vanya."
"Hhh... sial!" Romi mendengus kesal. "Aku harus menemui wanita bernama Vanya itu."
kring.. kring.. kring..
Ponselnya berdering. Ternyata dari sang ayah.
"Ada apa lagi ini? " keluhnya sambil menggeser tombol hijau, "Ada apa ayah?"
"Ayo cepat pulang! Kita harus bicara! " Terdengar suara Pak Reza begitu marah padanya.
"Hhh... sial! Ada masalah apa lagi?"
****************
Romi terkejut saat melihat Dona berada di kediamannya. Dia sudah berpirasat ada yang tidak mengenakan hari ini.
"Dona, mau apa kamu kesini?" tanyanya.
Dona hanya diam memandang sinis padanya.
Pak Reza melemparkan hasil USG ke Romi, Romi yang sudah mengetahui Dona hamil tentu saja dia tidak begitu terkejut. Dia malah sangat cemas dengan nasibnya sekarang.
"I-ni.. ini masa lalu, ayah." Romi sedikit gemeteran.
"Masa lalu? Itu ada anak kamu di dalam perutnya? Kamu bilang masa lalu?!" Pak Reza begitu geram dengan kelakuan anak tirinya itu.
Bu Rosa tidak ingin Romi menikah dengan Dona "Kita buat perjanjian aja, gimana?" usul Bu Rosa. dia tidak mau kalau sampai anaknya semakin terpuruk.
"Perjanjian apa, maksudnya?" tanya Pak Reza sedikit menyentak.
"Kita jamin biaya anak itu dari semua keperluan Dona saat ini sampai anak itu dewasa. " Bu Rosa tidak sudi Dona menjadi menantunya.
Tentu saja Dona merasa keberatan, "Gak, aku gak mau! Aku gak mau anak ini lahir tanpa ayah!"
Romi hanya terdiam, dia memang kasihan sama Dona, tapi dia ada diposisi dilema, saat ini pikirannya sedang fokus mencari keberadaan Ghea.
"Kamu harus belajar mempertanggungjawabkan ulahmu sendiri. Segera nikahi dia!" perintah Pak Reza kepada Romi, tentu saja Romi sedang terbelalak mendengar perintah itu.
"Tapi ayah... "
__ADS_1
Pak Reza tidak ingin mendengarkan protes dari Romi, dia segera pergi dari ruang tamu itu dengan geram.
****************
"Kenapa kamu datang ke rumah aku, heuh?" Romi terlihat marah pada Dona. Saat itu dia sedang mengantarkan Dona pulang.
"Aku terpaksa karena kamu gak pernah membalas pesan aku, kamu gak pernah menemui aku lagi." Dona juga tak kalah marah pada Romi.
"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri, Dona."
"Menenangkan diri? Ini sudah tiga bulan lho kamu menggindari aku!"
Romi tampak frustasi sampai mengacak-acak rambutnya, "Arkkkhhh...!"
"Segitu frustasinya kamu kehilangan istri kami ktu?" Dona semakin terlihat marah. "Mana janji manis kamu buat setia dan merjuangin aku?"
Romi tak menjawab apa-apa. Dia sangat merasa dilema, padahal dia akan berusaha untuk mendapatkan Ghea kembali, tapi dia malah di suruh untuk menikahi Dona.
...****************...
Terlihat pria berambut gondrong dan berjanggut tak beraturan sedang memarahi 5 detektif yang sedang di sewanya.
"Kenapa belum menemukan Ghea juga? Bayaran dari aku belum cukup!"
Dia sangat frustasi, setiap hari dia berusaha mencari Ghea sendiri, dia juga menyewa lima detektif tapi tetap saja mereka juga tidak menemukan Ghea.
Hanya kata maaf belum ketemu yang selalu mereka ucapkan.
Gibran yang dulu beda dengan yang sekarang, dia yang dulu paling mementingkan penampilannya, kini penampilannya amburadul, tak sempat merawat dirinya, walaupun dia tetap terlihat tampan dengan penampilannya itu, dia disibukan dengan pekerjaan dan mencari Ghea.
Bagaimana bisa menemukan Ghea toh identitasnya sudah diganti menjadi Vanya Carisa Olivia. Dia membuka perusahaan kecil yang bernama Once, masih bergerak di bidang periklanan juga.
"Bagaimana bisa dapat klien? Lu nya malah bikin klien kabur? Penampilan lu kaya' manusai primitif tau gak? Ayo sini gue cukur!" Reno memprotes penampilan Gibran.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...