Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Extrapart 12 Dapur Panas #1


__ADS_3

"Mau kemana lagi kita sekarang?" tanya Bram pada Renata, mereka sedang dalam di tengah perjalanan setelah menghadiri pernikahan Kia dan Roy.


"Bukankah Kau sudah berjanji akan memasak kue bersama denganku."


"Kenapa gak beli saja? Lebih enak dan lebih cepat."


"Ayolah sekali-kali kita romantisan di dapur." goda Renata.


"Hmm... baiklah."


Setelah sampai rumah, mereka pun memulai aksinya di dapur. Menyiapkan segala bahan untuk membuat adonan kue.


Renata mulai jail dengan mencolek adonan kue itu ke pipi Bram. "Wah wajahmu jadi lebih ganteng"


Bram tak terima , dia ingin membalas apa yang dilakukan Renata padanya dengan mencolekan jarinya pada adonan kue itu, lalu mengarahkan jari itu ke Renata "Eh jangan-jangan! Kalau mukaku jerawatan gimana?" Renata menahan tangan Bram.

__ADS_1


"Hmm... baiklah aku akan membalasmu dengan cara yang lain, " Bram langsung berjalan mendekatkan jaraknya dengan Renata.


"Bram, kita sedang bikin kue!" kata Renata sambil berjalan mundur.


Namun Bram malah mengunci tubuh Renata dan menyambar bibirnya, menyatukan kedua bibir mereka, dan menyesapi rasanya bibir Renata yang begitu manis untuknya.


Semakin lama Renata jadi terbawa menikmati ciuman yang diberikan Bram dan bibirnya mulai membalas ciuman itu.


Ciuman lembut Bram kini berubah menjadi lu-ma-tan yang lembut dari liar. Bibir Renata dihisap nya secara bergantian meresapi manisnya rasa disetiap sudut bibir manis Renata. Tubuhnya kini mendambakan sesuatu yang liar. Begitu menggairahkan. Bram semakin mengeksporesikan mulutnya dan membelitkan lidahnya dengan nafas memburu.


Bram semakin merapatkan kedua tubuh mereka, dia mulai memindahkan ciumannya ke leher jenjang Renata, menghisapnya lalu menjilat leher yang putih itu, dan jemarinya mulai mere-mas-remas bagian dada Renata yang masih terbungkus kain, dia mulai membuka kancing Renata satu persatu.


Renata mengerang kegelian karena ulahnya. Bram memberikan hadiah beberapa tanda cinta di leher putih itu membuat Renata mengeluarkan suara indahnya.


Bram hanya membuka beberapa kancing saja agar dia bisa menaikan Bra nya ke atas, dia langsung melahap bagian pucuknya dan memainkan lidahnya disana membuat Renata mendesah kenikmatan dan menekan kepala Bram semakin terbenam melahap bulatan kenyal itu.

__ADS_1


"Akh...Bram!"


Dia terus melahap menyesap bagian pucuknya, disertai dengan menggelitikinya dengan lidah lalu terus menghisapnya membuat Renata menggelinjang.


"Akh... " Renata semakin terbawa suasana.


Bram kembali menghentakan tubuh Renata ke dinding dapur lalu berjongkok, menyibakan rok selutut yang di pakai Renata, dia membuka kain di dalamnya, dan langsung melahap sumber kenikmatannya, dia memainkan lidahnya dengan sedikit menengadah.


"Bramhhh... "


Renata nampak kegelian tapi begitu membuatnya melayang sampai dia replek membuka kakinya dengan sedikit lebar membuat Bram lebih leluasa mengobrak abrik miliknya dengan lidahnya lalu menyesapnya.


"Ugh... Bram. " Renata begitu sangat menikmati saat bibir basah Bram menghisap miliknya. Tapi malu untuk mengakuinya. Tapi tubuhnya tak bisa bohong, jemarinya tak bisa diam, dia semakin menekan kepala Bram agar semakin memperdalam lu-ma-tannya.


Saat akan mencapai puncak, Bram malah menghentikan aktivitasnya, terlihat sedikit kekecewaan di diri Renata tapi dia malu untuk memintanya seperti ada sesuatu penting yang tertunda, ibarat membaca novel yang menggantungkan ceritanya, dia begitu tersiksa menahannya yang padahal sebentar lagi akan keluar.

__ADS_1


Bram tersenyum puas melihat reaksi Renata seperti itu, "Kau menginginkannya lagi?"


Renata malu untuk menjawab iya. Namun raut mukanya yang terlihat kecewa menjawab itu semua bahwa dia menginginkannya lagi.


__ADS_2