Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Malam Pengantin


__ADS_3

Malam ini Romi tidak pulang ke rumah, dia memilih tidur sendirian di kamar hotel. Dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa hari ini Ghea sudah resmi menjadi istrinya Gibran, otomatis menjadi adik iparnya juga. Dia memandangi brosur liburan ke Australia yang dulu akan di jadikan tempat bulan madunya bersama Ghea, kini telah sirna.


Dia tidak bisa membayangkan malam ini Ghea akan menjadi milik seutuhnya Gibran, begitu sesaknya dia mengingat hal itu. Sungguh terasa sangat sakit hatinya seperti sedang tercabik-cabik.


Romi memukul-mukul kepalanya sendiri, " Arghttt... Dasar bodoh! Dasar bodoh!"


Dia menyalahkan dirinya sendiri sambil terisak.


Drrrttt... Drtttt...


Dona mengirim pesan padanya beberapa kali.


[Kenapa kamu tidak pulang? ]


[Kamu dimana?]


***************


Ghea sungguh merasa deg-degan malam ini, dia tidak menyangka akan menikah secepat ini padahal baru juga tiga kali bertemu dengan Gibran lagi. Dia memilih-milih baju yang akan dia kenakan malam ini, ada beberapa piyama disana , bahkan ada piyama yang sangat sexy juga.


Ah aku belum siap memikirkan hal itu.

__ADS_1


Ghea malah memilih baju dan celana yang tertutup saja, siapa tau Gibran tidak akan tergoda olehnya. Apalagi dia merasa lelah dengan acara pernikahan mereka.


Saat itu Gibran masih mengobrol sebentar dengan ayah mertuanya, apa saja dibicarakan untuk mengakrabkan diri mereka.


"Oh jadi dulu kamu kuliah di Amerika?" tanya sang ayah mertua, Pak Herman.


"Iya pah," jawab Gibran, dia melihat jam dinding yang menunjukkan jam 8 malam sekarang. Dia meminta izin kepada ayah mertua untuk beristirahat.


Malam ini mereka menginap di kediaman Pak Herman, rencananya besok mereka akan pindah ke apartemen milik Gibran.


Gibran tertawa geli begitu dia memasuki kamar malah melihat Ghea yang mengenakan baju dan celana panjang. Tapi tetap saja melihat Ghea berpenampilan seperti itu pun tetap tak menghilangkan pesona dan gairahnya.


"Kenapa memakai baju itu, Ghea? Malam ini kita akan berolahraga di kasur bukan di lapangan? " godanya.


Gibran terus melangkah semakin mendekatkan tubuhnya ke Ghea, sementara Ghea terus berjalan mundur dan punggungnya mentok di dinding kamar.


"Apa kamu tidak canggung kepadaku? Kita baru saja bertemu lagi dan kamu langsung memaksaku untuk menikah denganmu?" tanya Ghea dengan terengah-engah. Dia begitu sangat gugup.


Gibran semakin merapatkan badannya ke Ghea, menguncinya agar tidak bisa bergerak bebas, "Tidak, karena sebelum kita bertemu lagi aku selalu memikirkan dan memimpikanmu setiap hari."


Ghea baru melihat tatapan Gibran yang seperti itu, tatapan seperti binatang buas yang akan segera menerkam mangsanya.

__ADS_1


Oh my God... habislah aku!


Gibran membelai mesra wajah yang sangat cantik Ghea, wajah yang membuatnya sangat tergila-gila seperti ini, sentuhan lembut itu membuat Ghea sangat nyaman dan terbuai olehnya, "Jangan tegang. Ini akan menjadi moment pertama yang penuh bergairah untuk aku dan kamu juga."


Ghea mengernyitkan keningnya karena sulit mencerna ucapan Gibran.


"Aku tau kamu masih perawan," bisiknya seraya menyeringai dan langsung melahap bibir yang dari tadi menggodanya itu.


Dari mana dia tau? kata hati Ghea


Ghea menyambut bibir itu dengan malu-malu sampai nafas mereka berbaur.


bersambung...


...****************...


...Berhubung authornya masih polos jadi author jeda dulu buat besok sambil nghalu dulu . ...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2