Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Rindu


__ADS_3

"Gue tau banget lekuk tubuh Ghea tuh kayak gimana, dia bener-bener mirip Ghea dari belakang, ternyata bukan!" Gibran tak habisnya bercerita kepada Reno.


Saat itu mereka sudah kembali ke kantor Once. Mereka sedang duduk di meja kerja.


"Mata lu jeli amat ya sampai lekuk tubuh aja lu bisa hapal, "


"Ya gue tau lah,"


"Terus kalau lu ketemu sama Ghea, lu mau ngapain?"


Gibran termenung sebentar, "Emmm... ya menikahinya lah!"


"Kalau Ghea gak mau gimana? Bisa aja kan dia sekarang lagi dekat dengan pria lain!"


"Karena itu gue harus menikahinya, gue udah gak butuh tahap kencan atau pengenalan diri sama Ghea. Gue tau banget Ghea itu orangnya gak gampang terbuka dengan orang lain, dia gak gampang jatuh cinta. Saat dia pergi dia kirim pesan ke gue kalau dia juga cinta sama gue."


"Hmm... ya terserah lu aja sih! Gue gak seberani itu, tiap gue mau bilang suka ke Arumi, mulut gue mendadak keram."


"Buat dia cemburu, gue yakin dia pasti luluh."


*************


Gibran memutar ulang video saat dulu dia mendaki gunung bersama Ghea, saat itu dia sengaja merekam video Ghea tanpa sepengetahuannya.


Tanpa sadar dia menitikan air matanya melihat Ghea yang tersenyum manis sambil menghirup udara segar menikmati indahnya pemandangan disana di rekaman video itu.


"Ghea, aku sangat merindukan kamu. Apa kamu juga begitu? Aku tidak tau harus mencarimu kemana lagi?"


Sementara itu Ghea sedang duduk termenung di tepi kolam renang, membiarkan kakinya basah sedikit mengenai air kolam. Dia teringat saat tadi siang melihat Gibran di rumah makan.


"Ternyata dia hidup dengan baik, aku bersyukur. "


Dia jadi teringat lagi dengan pertemuannya bersama Romi, "Ah kenapa harus bertemu dengannya lagi?" dia sudah tidak ingin telibat lagi dengan keluarga Pak Reza.

__ADS_1


Lalu bu Fara datang, dia duduk di samping Ghea dan membiarkan kakinya mengenai air kolam juga. "Mama dengar mantan suami kamu datang ke kantor ya?"


"Iya mah, aku juga kaget tiba-tiba dia ada di ruangan aku. "


"Hmm coba aja kalau ketemu sama mama, udah dibikin perkedel tuh. "


Ghea tertawa kecil mendengar ucapan sang mama.


****************


Baru juga sampai rumah, Romi sudah disuguhi omelan dari sang mama.


"Lihat tuh istri kamu itu, tadi dia belanja banyak banget, udah mama omelin juga gak mempan, "


Ya Dona memilih bersikap cuek aja kepada kedua mertuanya itu, dia capek di omelin trus oleh ibu mertua apalagi selalu di bandingkan dengan Ghea. Dia lebih baik menganggapnya radio butut yang mengoceh setiap hari.


"Ya ampun, Dona. Buat apa kamu beli semua ini? " protes Romi saat pulang. Dia melihat banyak sekali barang yang Dona beli, tentu saja dari kartu kreditnya.


Romi merasa pusing dengan kelakuan istrinya itu.


Ah pantas saja Bu Rosa ngomel-ngomel pada Romi tadi.


Romi tak ingin banyak bicara, dia merasa lelah dan pusing. Dia jadi merindukan sosok wanita yang selalu menyambut kepulangannya dengan tersenyum manis, setidaknya membuat hatinya adem saat dia lelah melalui penatnya dunia kerja.


Mas Romi, sudah pulang?


Mau saya buatkan kopi atau minuman apa?


Dia rindu ada yang menyambutnya seperti itu.


Dia segera membaringkan badannya dan membayangkan pertemuannya tadi dengan Ghea, membuat dia tersenyum-senyum sendirian. Seperti sebuah mimpi dia bertemu Ghea lagi. Dia berharap Gibran tidak tau tentang hal penting ini.


Aku yakin kita pasti bersama lagi, aku yakin itu.

__ADS_1


Tok.... Tok... Tok...


"Tuan Romi, kata Pak Reza di tunggu di tempat Kerja!"


Suara itu membuyarkan lamunan Romi.


****************


"Aku dengar Adva memutuskan kontrak kerjasama dengan kita, benarkah itu?" bentak Pak Reza.


"I-iya, ayah. " Romi mengatakn itu dengan penuh ketakutan.


"Dan bukan Adva saja, tapi banyak klien yang memutuskan kontrak dengan kita, mereka bilang mereka gak puas dengan kinerja kamu! Kenapa bisa begitu?"


"Aku sudah berusaha dengan sebaik mungkin... "


Pak Reza menjadi pusing mendengarnya "Mulai minggu depan biar ayah yang ambil alih perusahaan lagi. " Pak Reza terpaksa tidak bisa berpensiun dini, apalagi Gibran selalu menolak untuk di suruh kembali mengelola perusahaannya.


"Tapi ayah... "


Pak Reza tidak ingin mendengar alasan apapun dari Romi.


Romi merasa keberatan sekali kalau ayahnya yang memimpin lagi perusahaan. Sementara Pak Reza sudah meminta Gibran beberapa kali untuk masuk lagi mengurus perusahaan tapi Gibran tidak mau malah fokus ke perusahaan yang baru di dirikannya itu.


Yang Romi takutkan adalah kalau sang ayah mengecek laporan keuangan perusahaan, dari dulu dia sangat mempercayai Romi dalam masalah keuangan perusahaan. Sudah lama Pak Reza tidak mengeceknya karena begitu sangat mempercayai anak tirinya itu.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...


__ADS_2