
Ghea melihat wajahnya di pantulan cermin, ada setitik kekaguman di dalam hatinya, dia tidak menyangka bahwa dirinya begitu sangat cantik menggunakan gaun pengantin itu.
"Kamu sangat cantik sekali, sayang." Bu Fara memuji kecantikan anak sulungnya itu.
Gibran terus memandangi wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya itu, Ghea memang selalu sukses membuatnya selalu terpesona dan jatuh cinta kepadanya berkali-kali.
Wanita itu juga membuatnya menjadi seorang pria yang setia mencintai satu wanita, Gibran sudah tidak tertarik lagi dengan wanita manapun selain Ghea meski banyak yang menggodanya pun tak membuatnya luluh. karena di hati dan pikirannya cuma ada Ghea seorang.
Sampai akhirnya Gibran dan Ghea sudah menyelesaikan tahapan akad pernikahan yang telah menjadikan sepasang suami dan istri. Ghea mencium punggung tangan Gibran dan Gibran mengecup kening Ghea.
Orang-orang bertepuk tangan setelah mereka memamerkan cincin dan buku pernikahan di hadapan publik.
Keduanya menyalami pada tamu dan memberikan senyuman termanis mereka.
Walaupun tak ada satupun dari keluarga Gibran yang hadir tak melunturkan kebahagiaan di diri mereka.
"Akhirnya kamu jadi milikku," bisik Gibran kepada seorang wanita yang sudah resmi jadi istrinya itu. Dia tak bisa melepaskan pandangannya untuk selalu melihat paras sang istri yang tampil sangat cantik hari ini.
Ghea hanya tersenyum kecut, dia masih belum percaya bahwa kini dia telah menjadi seorang istri dari pria yang dulu adalah adik iparnya itu.
Benarkah dia sekarang menjadi seorang istri lagi? Menikah dengan seseorang yang berusaha dia lupakan? Bahkan sebelumnya dia belum pernah memikirkan untuk menikah lagi.
Roy menyapa mereka dengan muka cemberut "Ah aku tidak menyangka ternyata kau akan menikah secepat ini sambil berjabatan tangan dengan Ghea," Roy menjabat tangan Ghea begitu lama sampai Gibran melepaskan kedua tangan itu.
" Kau terlalu lama menjabat tangan istriku!"
"Wah kamu terlalu terburu-buru, kamu gak bisa di ajak bersaing secara sehat ya." Roy menepak-nepak pundak Gibran. Lalu segera pergi untuk menikmati hidangan disana.
"Nah itu alasan kenapa aku langsung mengajakmu menikah, rupanya sainganku semakin berat. karena itu aku harus secepatnya mengikatmu. " ucap Gibran membuat Ghea tersenyum tipis.
"Hhhh.... padahal demi kamu aku sudah tidak berurusan dengan wanita mana pun, kenapa kamu malah jadi nambah fans?"
"Salahkan wajahku saja." jawab Ghea pelan.
Gibran terperangah mendengar jawaban dari Ghea, "Wah semenjak kamu jadi Vanya, percaya diri mu luar biasa ya!"
Arumi datang bersama Reno kesana. "Selamat ya bro!" Reno menepak pundak Gibran, lalu berbisik "Lu bakal jadi mantan perjaka sekarang,"
Gibran hanya tersenyum mendengar godaan dari sahabatnya.
"Akhirnya kalian bersatu juga, Ghea. Semoga langgeng ya." Arumi memeluk Ghea.
"Lalu kapan kalian nyusul?" tanya Ghea kepada dua orang yang sahabatan itu.
__ADS_1
"Kalian? Maksudnya?" Arumi mengernyitkan keningnya, dia tidak mengerti dengan ucapan Ghea.
"Ya kamu dan Reno." Ghea mencoba menggoda Arumi. Karena akhir-akhir ini Arumi sering bercerita tentang Reno kepadanya.
"Hah?" Arumi terbelalak mendengarnya sampai wajahnya memerah.
Ih dasar Ghea!
Sementara Reno hanya tersenyum, tersipu malu.
Gibran mendeliki Ghea "Hhh... kau bisa bercanda kepada sahabatmu tapi kenapa tidak kepadaku?"
Bagaimana bisa mengajaknya bercanda, melihatnya saja sudah membuatnya dag dig dug der.
Arumi memilih pergi karena salah tingkah dengan pertanyaan Ghea itu, Arumi memilih menghindari mereka dengan mencoba untuk mencicipi zupoa soup yang tersedia disana.
"Arumi," Tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya.
Arumi sudah tau pasti siapa pemilik suara itu, orang yang dulu dicintainya selama 4 tahun ke belakang. "Emmm...Oh Hai... Bram."
"Bagaimana kabarmu?" tanya Bram dengan begitu santai.
"Oh emmm... kabarku baik," Arumi sudah berusaha untuk tidak membenci Bram lagi.
"Aku rasa kita tidak perlu membahas masa lalu lagi." Arumi memotong pembicaraan Bram.
"Tapi ada satu hal yang harus kamu tau, ini tentang Reno."
"Reno?" Arumi mengernyitkan keningnya, kenapa dia jadi bahas Reno.
"Aku rasa Reno sangat menyukaimu,"
Arumi tertawa kecil, "Tidak mungkin, gak mungkin lah Reno suka sama aku."
"Aku bisa melihatnya cara dia memperhatikan dan melindungi kamu. Aku hanya ingin kamu tau itu."
Hati Arumi jadi terketuk mendengarnya.
Benarkah selama ini Reno menyukainya?
"Dan satu hal lagi, sepertinya kamu juga menyukainya, Arumi. "
Arumi terkekeh, "Jangan ngarang deh! "
__ADS_1
"Selama kita berkencan, setiap kita bertemu kamu sering sekali bercerita tentang Reno, bahkan kamu pasti lebih memilih pergi bersama Reno kalau ada acara yang bentrok denganku. "
"Ya karena kita itu berteman."
"Pikirkan secara baik-baik, jangan sampai terlambat menyadarinya!"
Arumi jadi terdiam, merenungi apa yang dikatakan Bram padanya.
Setelah itu Bram menemui Kia, dia masih berharap untuk bisa menjalin hubungan lagi dengan Kia. "Kia!"
Namun Kia malah menghindarinya tanpa sengaja dia bertubrukan dengan Roy.
BRUKKK!!
Rupanya Roy tau Kia sedang berusaha menghindari seseorang, dia langsung memegang kedua pundak Kia, "Hai sayang, pasti kamu lama menungguku ya?" sambil mengedipkan mata.
Kia tau apa yang di maksud Roy karena dia juga ingin Bram menyerah mengejarnya, "I-iya sayang, aku kangen. "
Bram mematung melihatnya, dia tak percaya karena Kia sudah move on darinya, apalagi dengan seorang aktor. Dia memutuskan pergi dengan patah hati.
Roy melepas tangannya begitu melihat Bram sudah pergi, "Anggap saja ini balas budi aku karena kamu kemarin sudah menolongku, ya walaupun kamu memberikan kenangan ini padaku." Roy menujukan bagian lebam di wajahnya.
Kia jadi merasa bersalah, "Maaf ya, nanti aku belikan obat yang bagus untuk luka kamu."
Dengan bersemangat Roy memberikan poselnya ke Kia. "Awas ya jangan bohong! Tulis nomormu disini!"
" Buat apa?"
"Kan kamu mau memberikan obat buat aku, kita harus janjian lah."
Kia pun menulis nomornya di ponsel Roy. Lalu Roy memiscallkan ponselnya sehingga ponsel Kia berbunyi .
"Nah itu nomor aku, hubungi aku segera!" Kata Roy dengan penuh semangat. "Oh iya, boleh tau siapa namamu?"
"Namaku Adzkia, panggil saja Kia."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...