
Pak Reza meminta keluarga kecilnya itu berkumpul di ruang tengah. Dia ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi Gibran dan Romi .
"Kalian ini punya masalah apa sebenarnya?" bentaknya.
"Aku juga gak tau, yah. Tiba-tiba dia memukulku. " gerutu Romi sambil memegang pipinya yang sakit.
"Kamu ini ya merusak suasana saja padahal Romi sudah mengambil cuti untuk liburan bersama Ghea. Bagaimana bisa dia pergi liburan dengan kondisi wajah seperti itu!" Bu Rosa memaki-maki Gibran lagi.
Gibran menghela nafas, dia tidak ingin membuang waktu, dia memberikan ponselnya ke Pak Reza dan memperlihatkan rekaman video.
Pak Reza memperhatikan video demi video di ponsel Gibran dengan seksama, dia mengepalkan tangannya dan terlihat marah saat melihat rekaman itu. Dan menatap tajam pada Romi, membuat Romi ketakutan dan kebingungan. Begitu juga Bu Rosa.
"Ada apa, ayah? Video apa itu?" Bu Rosa sangat penasaran.
"Romi! " bentaknya, dia berdiri dari duduknya dan langsung menampar Romi.
PLAKK!!!
"Ayah, kenapa kamu menampar Romi?" bentak bu Rosa sambil memeluk anaknya.
Pak Reza memperlihatkan ponsel itu ke bu Rosa yang kebetulan dia duduk di dekat Ghea jadi Ghea melihatnya.
Bu Rosa membulatkan matanya saat melihat video itu, betapa terkejutnya dia saat melihat anaknya menggandeng wanita yang sangat tidak dia sukai itu, Dona. "Romi! Kamu ngapain bawa cewek matre itu ke hotel!" bentak Bu Rosa.
Romi mencoba mencari alasan, "Kita sedang berbisnis, pah. Kebetulan hotel itu punya temannku."
"Bisnis apa kalau sampai kamu rangkul-rangkulan seperti itu, bahkan bukan hanya satu kali!" Pak Reza tidak terima dengan penjelasan Romi yang tak masuk akal itu.
Romi merasa sudah berada di ujung tanduk, dia tidak bisa berkutik apa-apa. Dia tidak punya ide lagi untuk membela diri. Romi langsung bersimpuh dihadapan ayahnya, "Maafkan romi, romi khilaf!"
Pak Reza masih tak Terima dengan kelakuan anak tirinya itu, "Kamu bilang khilaf! Memangnya Ghea kurang apa heuh! Dia sudah jadi istri yang baik buat kamu! Kenapa kamu seperti ini?"
Romi jadi semakin panik dan menangis, "Romi minta maaf ayah, romi tau romi salah. romi berjanji akan memperbaiki semuanya."
Pak Reza terduduk kembali, dia benar-bnar pusing sampai memegang kepalanya karena takut darah tingginya kumat lagi.
__ADS_1
Akhirnya Ghea memutuskan untuk angkat bicara juga, menbuat semuanya kaget mendengar ucapan Ghea itu, "Aku rasa aku gak bisa mempertahankan pernikahan ini... "
"Jangan ngomong gitu , Ghea! Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini!" Bu Rosa tidak menerima ucapan dari Ghea itu.
"Biarkan dia memilih hidupnya sendiri. Mama dan ayah jangan terus menekannya Ghea seperti itu lagi." Gibran mendukung keputusan Ghea.
Romi segera berdiri dengan emosi "Nggak, aku gak mau cerai. Aku tidak akan menceraikan Ghea."
"Jangan memaksanya seperti itu! Ghea sudah banyak menderita bersama kamu!" Gibran akan selalu siap untuk berada di pihak Ghea.
"Kamu bicara begitu karena kamu naksir Ghea! Makanya kamu melakukan semua ini heuh keparat!" Romi ingin menonjok muka Gibran lagi tapi di bentak oleh Pak Reza.
"Romi!"
"Semua orang pernah melakukan kesalahan, begitu juga aku, beri aku ksempatan untuk berubah! Ayah dan mama juga pernah melakukan kesalahan bukan?"
"Romi!" Bu Rosa merasa malu karena ucapan anaknya itu, begitu juga Pak Reza. Mereka memang menikah karena hasil perselingkuhan mengkhianati ibunya Gibran.
"Mama dan ayah juga yang dulu berselingkuh bisa hidup bahagia, kenapa aku nggak? Aku akan memperbaiki rumah tangga aku! Tolong jangan bersikap seolah-olah kalian ini semua benar disini!"
Pak Reza dan Bu Rosa terdiam mendengar ucapan Romi yang menyinggung masa lalunya yang sudah lama itu.
...****************...
"Ayah tau ini berat buat kamu, tapi tolong beri kesempatan untuk Romi berubah!" Pak Reza masih ingin mempertahankan Ghea sebagai menantunya.
Ghea menggeleng, dia tau Pak Reza akan mengatakan itu tapi dia harus siap menghadapinya sekarang "Aku gak bisa yah"
"Romi sudah menunjukkan keseriusannya, dia meminta cuti untuk liburan bersama kamu, mungkin dengan kalian menghabiskan waktu berdua, kamu bisa mulai memaafkan Romi lagi dan mulai menata lagi hubungan kalian dengan benar."
Ghea tetap pada pendiriannya, "Aku sudah tidak bisa mempertahankan hubungan ini!"
Pak Reza menghela nafas dalam-dalam, "Ghea, dalam rumah tangga itu pasti akan selalu ada masalah, termasuk masalah terberat seperti ini. Ayah harap kamu memikirkan hal ini dengan baik-baik, jangan terburu-buru mengambil keputusan!"
"A-aku sudah memikirkan ini sudah dari lama," Ghea mengatakn hal itu dengan begitu gugup.
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi seperti ini? Biasanya kamu selalu menuruti perintahku!"
Ghea pun terdiam, ini pertama kalinya dia tidak mendengarkan perkataan ayah mertuanya itu.
"Jangan sampai ayah merasa ucapan Romi itu benar kalau kamu menyukai Gibran! "..
" Bu-bukan begitu yah."
"Ayah tidak ingin ada aib di rumah ini. Kamu dan Romi tidak boleh bercerai. Ayah akan memastikan Romi tidak akan berselingkuh lagi."
Ghea sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, dia sudah tidak ingin mempertahankan pernikahannya bersama Romi, sampai dia rela bersimpuh di depan ayah mertuanya itu "Aku mohon! Maafkan aku! Aku Benar-benar gak bisa melanjutkan pernikahan ini." Ghea jadi terisak "Hhh... aku gak bisa, ayah!"
Mata Pak Reza berkaca-kaca melihat Ghea sampai memohon-mohon seperti itu, tak terasa air matanya mengalir, padahal dia sudah menganggap Ghea sebagai puterinya sendiri. "Jangan seperti ini, Ghea!"
"Aku gak bisa!" Ghea mengatakan hal itu dengan terisak-isak.
Pak Reza mengusap air matanya sendiri yang tanpa terasa mengalir di pipi. Sikap Ghea yang seperti ini malah membuatnya sakit. Bagaimana bisa Ghea yang menjadi menantu kebanggaannya, yang baik dan penurut dari dulu kini telah berubah.
"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini, Ghea?"
Ghea belum bisa menjawab , tangisannya membuat dia begitu sesak untuk berbicara lagi.
"Setidaknya kamu menghargaiku, apa tidak bisa seperti itu?"
"Maafkan aku ayah...."
Sepertinya Ghea tidak pernah bahagia selama ini tinggal di rumahnya, Pak Reza pun terpaksa memberikan keputusan yang begitu berat untuknya. "Hmmm...Baik, kalau itu memang keputusanmu, ayah akan mengurus perceraianmu dengan Romi. " Dengan berat hari Pak Reza mengatakannya. "Ayah harap kamu hidup bahagia diluar sana, tapi ayah memohon kepadamu untuk tidak telibat dengan Gibran lagi, dulu ayah memang mengharapkanmu menjadi istrinya. Tapi sekarang ini kamu masih menjadi istri Romi, walau nanti kalian bercerai pun tetap saja hubungan diatara kalian itu tidak pantas dan aib buat keluarga dan perusahaan juga,bagaimana pendapat orang-orang nanti jika mantan kakak ipar menjalin hubungan dengan adik iparnya?"
Tangisan Ghea semakin terisak, itu artinya dia bukan hanya terlepas dari Romi saja, tapi sekaligus harus lepas dari Gibran juga.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...