
"Wah, kamu tidak pernah bilang memiliki adik yang sangat cantik." kata Roy kepada Ghea saat berada di ruangan Manager, saat itu mereka sedang merencanakan untuk pemotretan Roy x Adva.
"Untuk apa aku bilang padamu," jawab Ghea dengan santai, dia masih fokus membicarakan masalah pekerjaannya, "Mungkin pemotretan itu akan diadakan besok."
Tapi Roy masih ingin fokus membicarakan Kia, "Sayangnya adikmu sebelah dua belas dengan kamu susah untuk di dekati. Padahal aku tipe setia jika memiliki kekasih,"
"Hmm... untuk pemotretan mungkin kamu akan berurusan dengan Kia, dia yang akan mengatur pemotretan itu."
Roy terbelalak senang mendengarnya, "Benarkah?"
"Itu bukan berarti aku menyetujui kamu mendekati Kia, karena memang itu tugas Kia. Jangan mendekati Kia jika ingin mempermainkannya, hatinya masih terluka karena di hianti calon suaminya."
Roy jadi tersentuh mendengarnya, dia jadi teringat dengan Kia yang menghindari Bram saat di pernikahan Ghea dan Gibran.
Apa mungkin cowok itu yang mengkhianati Kia? hati Roy bertanya-tanya.
"Bagaimana kalau aku tidak main-main untuk mendekati Kia? Apa kamu akan menyetujuinya?"
"Sepertinya kamu gampang jatuh cinta." Ghea meragukan ucapan Roy.
"Aku bukan gampang jatuh cinta, tapi aku tipe orang yang gampang menerima kenyataan. Aku tau kamu memilih pria yang sekarang jadi suamimu, karna itu aku langsung menerima kenyataan dan berusaha move on dari kamu, sampai akhirnya aku ketemu Kia. Jika aku berniat hanya main-main saja mungkin aku sudah banyak pacar sekarang, tapi aku bukan tipe pria seperti itu."
__ADS_1
Ghea pun terdiam. Sepertinya ucapan Roy terdengar begitu serius.
****************
Hari ini sedang berlangsung pemotretan dalam pembuatan katalog Adva.
Roy begitu tampil mempesona dan menawan dalam proses pemotretan itu, berbagai pose dia lakuan sehingga membuat berbagai produk Adva semakin menarik karena dikenakan olehnya. Di mulai dari tas, sepatu, kaos, jaket, dan sandal.
Dan proses pemotretan katalog Adva itu berakhir dengan sukses.
Ada beberapa kru wanita yang meminta tanda tangannya padanya. Roy menyapa mereka dengan ramah dan memberikan ukiran pensilnya ke buku yang mereka bawa. Namun pandang Roy fokus tertuju pada Kia yang sedang fokus memperhatikan foto-foto Roy siapa tau ada yang masih kurang.
Roy mendekatinya, ikut memperhatikan fotonya juga, "Wah benar-benar sempurna hasilnya." dia memuji dirinya sendiri .
"Tapi modelnya juga sangat berpengaruh besar, semua fans aku membeli produk Adva karena mereka tau aku brand ambassador Adva."
Kia mendeliki Roy, "Jauh sebelum kamu ada juga Adva sudah maju."
"Iya aku tau, tapi semakin melejit juga karenaku. " Roy begitu percaya diri.
"Hmm." Kia pasrah saja agar Roy diam, memang tidak dipungkiri pesona Roy berpengaruh juga membuat produk Adva semakin melambung tinggi. "Mungkin pemotretan hari ini sampai disini dulu. Nanti kita lanjut besok dan beberapa hari lagi."
__ADS_1
"Oke, ngomong-ngomong kamu sudah makan belum? Bagaimana kalau kita makan siang bersama?"
"Aku masih sibuk."
"Kalau kau menolakku, aku besok tidak akan datang kesini."
"Kamu sudah dikontrak oleh Adva, nanti kamu bisa kena denda kalau tidak mematuhi kontrak kerja."
Roy tersenyum samar, "Aku sanggup membayar dendanya," kata Roy , dia memakai masker menutupi wajah tampannya dan memaki topi sambil melangkah pergi menuju Cafe terdekat.
"Hhh.. " Kia menghela nafas, dia terpaksa mengikuti Roy berjalan menuju Cafe.
Kita hanya makan siang saja, tidak apa-apa. Kata hati Kia.
Roy tersenyum lebar di menunggu Kia yang sedang menyusulnya sehingga mereka berjalan beriringan menuju Cafe.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...