Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Ada Peluang Untuk Lebih Dekat


__ADS_3

Bram bersimpuh di hadapan Kia, "Kia, tolong maafkan aku, aku menyesal sudah menduakan kamu. Tolong beri aku kesempatan untuk berubah!"


"Tolong jangan begini Bram! Aku sudah gak bisa menerima kamu lagi, perasaan aku sama kamu sudah nggak ada. Lebih baik kamu cari wanita lain yang mau menerima kamu dan jangan pernah sia-siakan kesetiannya lagi!"


Rasanya pasti sakit selama 5 tahun Kia begitu setia padanya, padahal di Singapura juga banyak pria-pria asing yang mendekatinya tapi dia begitu setia nya sama Bram. Tapi Bram malah menyia-nyiakan kepercayaan dan kesetiaannya itu dengan alasan dia kesepian? Apa selama ini Kia juga tidak kesepian? Dia lebih kesepian yang melihat jaraknya begitu jauh dari keluarga.


Bram terisak, "Baiklah jika memang kamu tidak punya perasaan lagi sama aku, aku tidak akan memaksa kamu lagi. Aku harap dengan siapapun kamu nanti kamu bisa hidup bahagia!" Setelah berkata begitu Bram pun berdiri dan pergi meninggalkan Kia.


Pagi itu mereka sedang janjian di suatu tempat kebetulan Kia gak begitu sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia bisa sedikit santai.


Aku memang pantas dihukum begini menyia-nyiakan Kia yang selama ini setia menjaga hubungan kita dan mempermainkan Arumi yang sudah mencintaiku dengan sepenuh hati. kata hati Bram


****************


Kring... Kring... Kring...


Ponsel Kia berdering padahal dia sekarang sedang menyetir mobil menuju tempat kerja. Ternyata ada telepon dari Roy, dia segera memakai headsetnya.


"Ada apa?" tanya Kia dengan jutek.


"Ya ampun, kamu lupa ya katanya mau ngasih obat buat luka aku."


Kia menepak keningnya, dia benar-benar lupa, mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya itu, "Ah iya aku lupa, memangnya wajah kamu masih terluka?"


"Iya lah, kamu memukul aku begitu keras, malah masih terasa sakit ." Roy meyakinkannya dengan sedikit meringis.


"Hmm... ya sudah nanti aku transfer!"

__ADS_1


"Transfer? Buat apa?"


"Kamu beli sendiri saja obatnya, saya gak punya waktu."


Roy merasa kecewa padahal dia ingin bertemu Kia, itu hanya modusnya saja agar bisa bertemu Kia lagi. "Wah kamu gak punya itikad baik ya, saya juga bisa beli itu obat, tapi seharusnya kamu datang dan memberikan obat luka buat aku sebagai tanda permintaan maaf dari kamu yang sudah membuat mukaku babak belur seperti ini. Bahkan aku gak bisa syuting gara-gara muka ku begini, muka ini adalah aset terpenting bagiku!" Roy mengatakan semua itu dengan nyerocos.


Kia hanya bisa menghela nafas saja, "Siapa suruh kamu bersembunyi di dalam mobil aku? Hm... Ya sudah, aku kesana! Dimana kamu sekarang?"


"Aku lagi di Rumah Makan Tirai Bambu, kamu datang saja ke ruang yang paling belakang soalnya aku gak mau ada orang lain melihat keberadaanku. "


"Oke,"


Setelah menutup telepon Roy berjingkrak-jingkrak, "Yes! Yes!"


****************


"Nah ini obatnya," Kia meletakan obat luka itu di atas meja. "Karna aku sudah ngasih obat ke kamu, aku pergi!"


Namun Roy mencegahnya pergi, "Tunggu dulu!"


"Apa lagi sih?"


"Ayahku sudah menyiapkan semua makan ini untuk kamu, setidaknya kamu harus makan disini untuk menghargai ayahku. "


Memang makanan yang sudah disiapkan di meja makan begitu mengugah selera, apalagi Kia gak sempat sarapan pagi karena bangun kesiangan, tapi dia gengsi untuk menerima tawaran makan dari Roy, dia sudah terlanjur bersikap ketus padanya.


"A-aku belum lapar!"

__ADS_1


Ucapannya berbeda dengan bunyi perutnya, yang gak bisa di ajak kompromi.


Kruyukk... kruyukk..


Ah sial, memalukan!


Kia mengerutkan keningnya.


Roy terkekeh mendengarnya, dia mengalas nasi untuk Kia, "Kamu pasti lapar, ayo cepat makan. Masakan ayah dan mamaku sangat enak sekali."


"Hmm... ba-baiklah, lagian kasian orang tua kamu sudah menyiapkannya untuk aku." Kia pasrah saja.


Akhirnya Kia mencicipi masakan disana dengan malu-malu, ternyata rasanya tidak mengecewakan, pantas saja pagi ini di rumah makan itu sudah ramai sekali.


"Bagaimana? Enak kan?"


"Emm... lumayan."


Roy tersenyum lebar akhirnya dia bisa makan bersama juga dengan Kia, ada sedikit peluang untuknya untuk lebih dekat dengan Kia.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...


__ADS_2