Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Derita Malam Pertama


__ADS_3

Karena sudah satu tahun mereka berpacaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Reno memutuskan untuk tinggal di rumah Arumi karena Arumi tinggal sendirian.


Saat itu Bram, Ghea, dan Gibran datang ke rumah Arumi memberikan kejutan pada Reno dan Arumi.


Reno terkejut saat mendapat kejutan dari Gibran, dia memelototkan matanya saat melihat sedan berwarna abu terpakir di depan rumah Arumi.


"Bran, lu serius ngasih ini ke gue?"


"Iya, biar lu gak usah naik bus lagi. Jadi lu bisa antar jemput bini lu tiap hari pakai mobil ini. Ini pemberian dari gue dan Ghea. " Gibran menepak mobil pemberiannya itu. Apalagi Reno sudah lama bekerja di perusahaan Gibran.


"Nah ini hadiah buat lu, gue sengaja beli tiket liburan ke Korea karena dulu Arumi bilang ke gue kalau Arumi ingin sekali ke Korea," kata Bram sambil memberikan dua tiket liburan ke Korea untuk bulan madu mereka.


"Wah makasih ya," Reno menerima tiket liburan itu dari tangan Bram.


"Hmm... sekarang cuma gue yang jomblo." keluh Bram.


"Tenang aja Bro kita pasti menyempatkan waktu untuk berkumpul bareng," Gibran menghibur Bram.


Sementara itu Arumi dan Ghea sedang berada di dalam rumah, Arumi tampak gemeteran, "Ya ampun Ghea, aku tegang banget, sakit ga sih?"


Ghea malu ditanyai soal malam pertamanya, "Emm... sedikit sih,"


"Tapi enak kan?"


Ghea jadi salah tingkah ditanyai seperti itu, "Tau ah, entar kamu tau sendiri!"


Dan malam ini adalah malam pertama untuk mereka. Keduanya sangat gugup sekali, mereka sedang duduk di tepi ranjang yang jaraknya terpaut tiga jengkal tangan.


"Sudah malam," jawab Reno dengan gugup.


"Oh iya, benar." jawab Arumi tak kalah gugupnya.


"Sekarang kita harus apa?" tanya Reno dengan polosnya.

__ADS_1


Lah kenapa malah nanya? kata hati Arumi.


"Ng-nggak tau... " jawab Arumi. "Tidur kali!"


"Emm... oh gitu... ya ayo tidur!" Reno membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Ya ampun ni anak polos banget. batin Arumi.


Arumi terpaksa tidur di sebelah Reno yang terhalang guling saja.


Keduanya sama-sama menatap langit-langit dalam keadaan jantung mereka yang gak aman, terasa sangat tegang, karena Reno memang bukan tipe cowok agresif.


Sudah tiga puluh menit mereka berdiam diri di atas kasur, tapi gak ada tanda-tanda Reno akan memulai aksinya.


"Reno!" Arumi memanggil suaminya.


Tapi tidak ada jawaban.


"Aku belum tidur, aku lagi berpikir." ternyata Reno sedang berpikir sambil memejamkan mata.


Aishhh...


Sungguh Arumi jadi malu dibuatnya, bagaimana kalau Reno berpikir kalau dia sudah tidak sabar menantikan malam pertamanya?


"Oh emm.. aku pikir kamu sudah tidur, ya udah aku mending nonton TV dulu." Arumi mencoba menghindari Reno karena malu.


Namun Reno menarik tangannya membuat posisi seketika dia berada di bawah Reno. Padahal Arumi sudah mempersiapkan diri ternyata situasi seperti ini membuatnya menegangkan.


"Aku sedang berpikir apa nanti kamu akan kesakitan atau enggak soalnya aku gak mau nyakitin kamu, Arumi."


Wajah Arumi memerah karena wajah Reno begitu dekat dengannya, apalagi dia sedikit menindih tubuhnya.


"Tapi sepertinya aku gak bisa menahannya."

__ADS_1


Reno langsung melahap bibir Arumi dengan lembut, Arumi menyambut ciuman lembut itu, saling memagutkan bibir mereka.


Tangan Reno meraba-raba tubuh Arumi lalu tangannya menyelinap masuk ke dalam baju Arumi. Dia mulai mere-mas benda kenyal itu.


"Apa aku boleh membuka baju kamu?"


"Hmm?" Arumi di buat bingung kenapa Reno malah bertanya padanya.


Diam Arumi berarti mengizinkan untuk membuka baju Arumi, dia membuka kancing baju Arumi satu persatu, dia mulia mengecup leher jenjang Arumi. Sepertinya nafsunya kini mengusai Reno. Dia jadi tidak ingin meminta izin lagi, dia langsung mengecup salah satu diantara kedua benda kenyal itu.


Arumi menggerinjal menahan rasa geli ketika Reno mulai memainkan lidah di atas pucuknya. Kedua benda itu sungguh terlihat sangat indah dan menggiurkan membuat Reno belum bisa melepaskan mulutnya dari benda kenyal itu. Dia trus mencumbunya dan menghisapnya. Tapi tidak membuatnya kenyang, malah semakin membuat bi-ra-hinya memuncak.


"Akh... Reno." kata itu lolos dari bibir Arumi.


Lalu tangannya menyelinap masuk ke dalam rok Arumi, jeraminya mulai meraba sesuatu yang lembut disana, namun Reno kaget saat tangannya basah, dia segera mengeluarkan tangannya, terlihat jari di telunjuknya ada darah.


"Darah apa ini, Arumi?"


Padahal dia belum melakukan apa-apa tapi Aruni sudah berdarah duluan.


"Hmm... sepertinya aku kedatangan tamu." Arumi terdengar begitu kecewa.


Reno jadi menderita di malam pertamanya.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2