
Tok.. tok... tok...
Bu Fara mengetuk pintu kamar Ghea. Ghea yang sedang berada di dalam langsung membuka pintu, "Mama.. "
"Mama ingin bicara dengan kamu, Vanya."
"Oh iya udah, silahkan masuk, Mah."
Kebetulan di kamar Ghea terdapat sofa jadi mereka bisa mengobrol santai di sofa.
"Apa kamu siap menikah dengan Gibran?"
Ghea masih kebingungan untuk menjawabnya "Aku tidak tau, aku bingung , Mah. "
"Apa karena orang tuanya Gibran?".
" Iya itu salah satunya , tapi... "
"Gibran bilang dia akan mencoba berbicara dengan orangtuanya."
"Lalu bagaimana kalau mereka tidak menyetujuinya?"
"Tidak masalah kita akan tetap mengadakan pernikahan itu, mama sangat tau rasa sakitnya waktu kakekmu melarang keras mama untuk tidak menikah dengan ayahmu. Mama tidak ingin kalian mengalaminya. Ikuti saja kemauanmu, jangan selalu memikirkan orang lain. "
Ghea pun terdiam.
__ADS_1
Haruskah dia menikah dengan Gibran dalam waktu secepatnya ini padahal dia masih sangat canggung karena baru juga mereka bertemu dua kali setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
****************
Terlihat Gibran sedang bersimpuh di depan Pak Reza. Rupanya dia sudah memberitahu Pak Reza bahwa dia akan menikahi mantan kakak iparnya itu.
"Apa? Kamu akan menikahi Ghea?" Pak Reza terkejut mendengarnya.
Gibran mengangguk, "Iya, ayah."
"Kenapa kalian bisa bertemu lagi? "
"Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah aku meminta restu ayah untuk menikahi Ghea. "
Pak Reza menggeleng, "Ayah tidak akan merestuinya. Itu artinya Ghea turun ranjang. Harusnya kamu sadar, itu akan jadi aib buat keluarga kita. Bagaimana pandangan orang-orang nanti? Cukup kakakmu yang membuat keluarga malu, menghamili anak orang, kamu jangan ikut-ikutan mencoreng nama baik keluarga kita!"
"Ayah bilang, ayah tidak setuju. Kalian jangan menikah! Masih banyak wanita di luar sana, Gibran! Kenapa harus Ghea?"
Gibran menatap Pak Reza dengan tatapan serius, "Karena aku mencintanya, dan hanya dia yang aku mau."
"Seharusnya kamu datang waktu itu, mungkin hubungan kalian tidak akan serumit ini!" Pak Reza menyinggung masalah perjodohan dulu.
Gibran menghela nafas sebentar, "Bagaimana aku bisa datang disaat aku kecewa sama ayah karena telah menyakiti mama? Bagaimana bisa aku menurut begitu saja saat aku benar-benar merasa kecewa?"
Tangan Pak Reza bergetar mendengar hal itu. Setelah berkata seperti itu Gibran memilih pergi karna dia tau keputusan Pak Reza susah untuk di ganggu gugat.
__ADS_1
"Gibran, tunggu! Ayah belum selesai bicara. "
Tapi Gibran tak ingin mendengarkannya. Dia terus melangkah pergi sampai tiba di halaman rumah dan mendekati mobilnya.
Bughhh...
Tiba-tiba ada orang yang meninjunya, ternyata itu Romi, dia menarik kerah baju Gibran "Kamu gila ya mau menikahi kakak ipar kamu?"
Gibran menepis tangannya Romi dengan kasar sambil nyengir, "Kakak ipar? Kalian sudah bercerai! Malah dia yang akan jadi adik iparmu nanti!"
"Brengsek lu!" Romi ingin menyerang Gibran kembali namun Gibran menendang perutnya sampai Romi tersungkur ke tanah.
"Kenapa masih ngurusin hidup Ghea padahal dulu selama tiga tahun kamu memiliki waktu emas untuk mengambil hatinya? Mulai sekarang kamu harus move on dari Ghea, perhatikan istri kamu yang lagi hamil."
Romi malah tertawa kecil, "Lihat aja nanti. Aku akan membuat posisi kita kembali seperti semula, menjadikan Ghea istriku lagi."
"Sayangnya aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Gibran malas menghadapi orang seperti Romi, dia memutuskan untuk pergi menaiki mobilnya.
"Arrghhhttt... brengsek!" Romi tidak terima jika adiknya itu menikahi mantan istriya.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...