Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Mendadak Ganteng


__ADS_3

Arumi sedang duduk termenung di halte bis pagi ini dia memikirkan kejadian kemarin, sebenarnya saat itu dia tidak sepenuhnya tidur, dia hanya lelah dan menyandarkan kepalanya di bahu Reno dan memejamkan mata.


Dia kaget saat Reno hampir mau menciumnya, namun dia pura-pura tidak tau.


Arumi memegang bibirnya, jantungnya berdetak sangat cepat tak terkendali, "Kenapa kemarin dia mau menciumku?"


"Ah tidak mungkin! Tidak mungkin dia menyukaiku!"


kring... kring.. kring...


Suara ponsel itu membuyarkan lamunannya. Dia menghela nafas saat melihat nama Ghea tertera di ponselnya.


"Ah harus siap-siap nih kuping aku!" keluhnya.


Benar saja saat dia mengangkat telepon, Ghea langsung nyerocos. Saat itu Ghea sedang menyetir mobil sambil memakai headset di kupingnya.


"Arumi kenapa gak kasih tau aku kalau Gibran adalah Ceo di Once?" tanya Ghea pada Arumi lewat telepon dengan kesal.


"Oh emm... masa sih, aku gak tau ada Gibran disana, aku cuma dapat info dari teman saja hehe... "


"hhh... " Ghea tau Arumi berbohong.


"Lagian kamu tega gitu lihat Pak Gibran ya... maksudnya Gibran kayak gitu, Ghea. Dia selalu mencari kamu, dia gak begitu semangat menjalani hidupnya, dia benar-benar cinta sama kamu. Aku tau dari Reno, dia selalu bercerita bagaimana terpuruknya Gibran saat kamu gak ada."


Ghea jadi merasa tersentuh dengan ucapan Arumi. Tapi dia membuatnya masuk ke kandang macan yang hampir mau memakannya.


"Aku juga tau kamu sangat merindukan Gibran, lebih baik kamu ikuti kata hatimu saja. Jangan menyiksa diri kamu sendiri, karena tanpa kamu sadari kamu juga menyiksa Gibran juga. Ya... dulu dia memang playboy, tapi perasaan dia ke kamu tuh beda."


"Hmm... gak tau lah! Pagi ini aku pasti disidang di rumah." Ghea menutup telepon, dia melihat lagi ada puluhan panggilan dari sang mama , Bu Fara menelponnya dari semalam. Dia menghela nafas berkali-kali untuk mencari alasan mengapa semalam dia tidak pulang.


"Arumi!" Reno memanggil namanya, dia tersenyum manis sambil melambaikan tangan pada Arumi.

__ADS_1


Wajah Arumi langsung memerah melihatnya. Dia segera memalingkan pandangannya ke arah lain.


Reno nampak keheranan dengan sikap Arumi, "Kenapa tuh anak?"


Arumi segera menaiki bis yang berhenti, Reno menyusulnya tanpa merasa berdosa apapun, dia duduk di dekat Arumi, seperti biasanya.


"Lu kenapa?" tanya Reno, tidak seperti biasanya Arumi mengacuhkannya.


"Emm... gu-gue gak apa-apa."


Reno memegang kening Arumi sambil mencondongkan wajahnya "Apa lu sedang sakit?"


Sentuhan itu membuat jantung Arumi semakin berdebar-debar, dia menepis tangan Reno, "Gue gak sakit."


Reno tersenyum manis membuat wajahnya semakin terlihat bersinar "Syukurlah kalau lu baik-baik saja,"


Pasti mataku rabun, kenapa Reno jadi mendadak ganteng?


"Semalam aku nginep di rumah teman, Mah, Pah." Ghe mencoba menjelaskan kenapa semalam dia tidak pulang, dia terpaksa berbohong sambil mengernyitkan keningnya.


Saat itu mereka sedang sarapan pagi.


Kia malah menggodanya "Teman biasa apa calon teman hidup kak hehe... "


"Te-teman biasa ." Dua kali dia berbohong lagi.


"Oh gitu, mama semalam sangat khawatir, makanya mama mencoba untuk menghubungi kamu terus." Beruntung Bu Fara mempercayai ucapan Ghea.


"Jadi kamu sudah bekerjasama dengan Once?" tanya Pak Herman, mengalihkan pembicaraan.


"Iya, pah."

__ADS_1


"Sebenernya papa kemarin bertemu dengan Pak Gibran, tapi papa belum menyetujuinya karena tidak enak sama kamu. Papa akui papa suka dengan cara kerja Pak Gibran. Hmm... Sekeras apapun kamu mencoba menghindarinya tetap saja kalian bertemu, padahal dulu papa pikir kamu dan Pak Gibran itu ada hubungan khusus, taunya dia adik iparmu. "


Kenapa papa jadi membahas Gibran!


"Jika kamu memang kamu menyukainya jangan menyiksa diri sendiri, Vanyaku sayang. Yang mama ingin kamu hidup bahagia, bilang suka jika kamu suka, bilang tidak jika kamu tidak suka. Jalani hidup yang kamu mau dan kamu suka. Mama akan selalu berdiri di belakangmu untuk melindungimu." Bu Fara menambahkan.


Aishh... mereka tau dari mana kalau aku menyukai Gibran? Pasti Kia nih.


Ghea mendeliki Kia.


"Hehe... " Kia terkekeh sambil menunjukan dua jarinya tanda peace.


Ghea mengalihkan pembicaraan mereka, "Hari ini kebetulan mau diadakan syuting, Pah. Ghea mau cek langsung kesana. "


"Dimana lokasi syutingnya?"


"Dekat kok, Pah, di Bukit Paralayang."


"Wah seru tuh! Aku jadi ingin kesana ingin ikut berparalayang juga, sayangnya banyak kerjaan." keluh Kia. Dia menoleh ke Ghea "Coba main paralayang bareng kak Gibran kak, pasti so sweet tuh." Dia memang senang menggoda sang kakak.


Selama ini Bram sudah beberapa kali mengajak Kia untuk memperbaiki hubungan mereka, namun Kia tak pernah meresponnya.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...

__ADS_1


__ADS_2