
Terlihat sesorang wanita sedang memutar ulang video yang berdurasi kurang dari satu menit....
Di iklan itu memperlihatkan bagaimana saat seorang artis bernama Renata dan ketiga model lainnya mendaki sebuah gunung dengan menggunakan sepatu Adva. Dan jalan yang dilalui mereka itu adalah jalan yang dilalui Ghea dan Gibran dulu. Lalu saat mencapai puncak Renata meloncat ke sebuah batu besar dan berputar sebentar , lalu menatap kamera sambil tersenyum "Adva is my life, my life is an adventure."
Lalu memperlihatkan indahnya puncak disana. Sebuah iklan yang sangat estetik.
Ghea memperhatikan iklan yang membuat produk sepatu hiking merk Adva itu sukses di pasaran. Bahkan bukan di dalam negeri saja, di luar negeri pun banyak peminatnya.
Ghea tidak tau bahwa itu adalah pekerjaan terakhir Gibran di TVC Media karena sekarang dia sedang menjalankan usahanya sendiri yang di mulia dari nol pastinya di Once. Dia pikir Gibran masih Di TVC Media.
"Apa kamu sudah memutuskan kontrak dengan TVC Media?" tanya Bu Fara kepada Ghea yang sekarang jadi manager di perusahaan itu.
"Aku dengar TVC Media sekarang kinerjanya kurang memuaskan, jadi sebaiknya kita cari perusahaan lain saja?"
Bu Fara tau Ghea ingin menghindari masa lalunya dan memang akhir-akhir ini performa TVC Media lagi menurun "Hmm... baiklah kita cari perusahaan lain saja ya sayang "
Saat ini Ghea menjadi Manager periklanan dan promosi, karena Pak Herman tau dulu Ghea bekerja di bidang periklanan. Sementara Kia menjadi manager yang fokus di dalam kantor.
............ FLASHBACK ON..........
Bu Fara membujuk Ghea untuk tinggal bersamanya, awalnya Ghea menolak karena dia ingin memilih tinggal di tepi pantai untuk menenangkan diri. Tapi karena Bu Fara terus membujuknya akhirnya dia bersedia ikut dengan ibu kandung yang baru ditemuinya itu.
Pak Herman dan Kia sudah lama menunggu di dalam rumah untuk menyambut kedatangan keluarga barunya itu karena Bu Fara sudah menceritakannya lewat telepon.
"Kakak." Kia langsung memeluk Ghea malam itu, "Rasanya seperti mimpi akhirnya aku bertemu juga dengan kakakku." Tanpa terasa air mata mengalir begitu deras, begitu juga Ghea.
"Padahal kita sudah beberapa kali ketemu ya, maafkan papa, papa sama sekali tidak menyadari kalau kamu itu Vanya."
Pertemuan pertama itu disambut begitu dengan suka cita dan dipenuhi rasa terharu. Padahal baru pertama kali mengijakan kaki di rumah ini. Tapi Ghea merasakan kehangatan di rumah ini.
Malam ini Kia dan Ghea tidur di kamar yang sama karena ingin berbagi banyak cerita segala hal tentang mereka.
"Oh jadi kamu menikah sebentar lagi?"
"Iya, karena itu aku harap kak Vanya bisa bantu papa dan mama buat ngurus perusahaan kita. Aku sebentar lagi harus ikut ke Taiwan, keluarga calon suami aku membuka perusahaan disana. "
Ghea hanya mengagguk.
Kia memperlihatkan foto Bram ke Ghea, "Nah ini foto calon suami aku."
Betapa terkejutnya Ghea saat melihat foto Bram itu, dia memang tau dari Arumi kalau Bram sudah memutuskannya karena akan menikah dengan wanita lain, ternyata wanita yang Bram maksud itu adalah adiknya sendiri. Lalu bagaimana nanti kalau dia bertemu Bram, pasti Bram akan ngasih tau keberadaannya kepada Gibran.
Ah kenapa jadi rumit seperti ini. Ghea mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
Dia tidak mungkin memberitahu Kia kalau Bram pernah selingkuh, itu sama saja menghancurkan pernikahan adiknya itu.
"Kenapa kak?" Kia merasa ada yang mengganjal dari tatapan Ghea.
Ghea terpaksa menceritakan semuanya karena dia takut adiknya bernasib sama dengannya.
****************
PLAKK!!!
Kali ini Bram mendapat tamparan dari Kia. "Jadi selama ini kamu duain aku?"
Bram tidak mengerti mengapa Kia tau semua itu, dia meringis memegang pipinya yang memerah "Ka-kamu tau dari mana Kia?"
"Tidak penting aku atau dari mana. Kenapa kamu tega sekali padahal aku setia sama kamu dari dulu, aku selalu menghindar tiap ada cowok yang mau deketin aku?"
"Aku minta maaf, Kia. Aku janji aku akan berubah!" Bram meyakinkan Kia.
"Maaf Bram aku gak bisa melanjutkan pernikahan kita."
"Jangan gitu dong, Kia. Pernikahan kita tinggal menghitung hari lho. Aku janji aku akan berubah!"
"Lalu bagaimana nasib cewek itu? Kamu gak mikirin perasaannya? Dia juga pasti sakit, sama kayak aku! Aku gak mau bersenang-senang di atas penderitaan orang!"
................... FLASHBACK OFF.................
"Haha... ya begitulah tiga bulan yang lalu, aku nampar dia plakkk... gitu!" kata Kia sambil melayangkan tamparan nya ke udara. Saat itu dia bercerita kepada mama dan kakaknya, mereka sedang shopping bersama di Mall.
"Hmm... nasibnya buruk banget ya kedua anak mama ini, bagaimana bisa di selingkuhi kaya' gitu. Mama pites mereka satu-satu kalau sampai mendekati kalian lagi." Penampilan Bu Fara memang tidak jauh berbeda dengan kedua anaknya, dia selalu tampil Casual dengan kaca mata hitamnya. Jadi pantas saja jika kedua anaknya itu sangat cantik walau dari ayah yang berbeda.
"Tapi kamu gak nyalahin kakak kan gara-gara kakak kalian gak jadi nikah?" Ghea jadi merasa bersalah.
"Aku lebih memilih gagal menikah dari pada gagal berumah tangga, Kak." jawab Kia, mantap.
Walaupun saat itu Kia sangat patah hati, sampai kamarnya penuh dengan tisu. Beruntung dia memiliki keluarga yang menyemangatinya.
Sementara Arumi, dia hanya memiliki Reno yang selalu setia menemaninya.
................ FLASHBACK ON...............
"Huhuhu... " Arumi tidak bisa berhenti menangis, semua makanan yang diberi oleh Reno pun semuanya telah raib.
Dia duduk di sudut rumahnya dengan memeluk kedua lututnya.
__ADS_1
"Ya ampun lu tuh sedih apa laper sih?" Setiap Reno mengontrol makanan yang dia beri, semuanya sudah habis terus di lahap Arumi.
"Lah kan gue kan capek habis nangis terus, No."
"Ya udah makanya gak usah nangis, rugi tau gak menangisi cowok yang jelas sudah gak menghargai lu."
Arumi pun berhenti menangis, "Gue mau ramen."
"Oke, gue beliin, asal lu jangan nangis lagi."
"Level 4, 2 mangkuk."
Reno rela menghabiskan uang gajinya untuk membelikan semua makanan yang disukai Arumi. Beruntung dia sudah lebih dulu memberikan uang untuk sang ayah dan adiknya.
"Nah ini makan ramen level 4 , 2 mangkuk. Habisin ya!" Reno menyimpan dua mangkuk ramen di depan Arumi, dia duduk di dekat Arumi sambil menyandarkan punggungnya ke dinding.
"Sini!"
"Apaan?" Reno tidak mengerti kenapa Arumi memintanya untuk mendekatkan jaraknya. Dia mencodongkan badannya ke Arumi.
Kedua tangan rumi memegang wajah Reno, dia memperhatikan luka lebam di wajah Reno, membuat jantung Reno dag dig dug memompanya lebih cepat.
Arumi mengoleskan salep di pipi Reno, Reno begitu sangat gugup , dia berusaha untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak saling bertatapan dengan Arumi.
"Lain kali jangan berantem kaya gini lagi gara-gara gue!"
............. FLASHBACK OFF.............
Sementara persahabatan Arumi dan Ghea, mereka masih terjalin dengan sangat baik, walaupun Arumi terpaksa berbohong kepada Reno kalau sebenarnya dia tau dimana Ghea, karena Ghea memintanya untuk tutup mulut.
Drrttt... Drrttt....
Ada pesan dari seseorang kepada Ghea.
[Aku tunggu kamu disini di rumah makan milik orang tuaku, Rumah Makan Tirai Bambu!] Roy.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...