
...Tadinya extrapart atau bonchap itu hanya 4 bab saja tapi karena ada yang meminta agar semua karakter itu dibahas sampai tuntas... baiklah author mengalah saja, mungkin kurang lebih dari 10 bab saja ya... 😁😁🙏🙏...
...Dipart tambahan ini kalian tidak akan menemukan masalah apapun yang bikin darting!! 😁😁...
...****************...
Ini ceritanya seminggu setelah Arumi nikah dan Reno dan Arumi sudah pulang bulan madu dari korea yang hanya 5 hari saja....
Selama mereka bulan madu di korea pun, mereka hanya jalan-jalan saja menikmati indahnya negeri ginseng tanpa bisa melampiasan hasrat mereka sebagai pengantin baru di masa bulan madunya, padahal romantis sekali kalau mereka bercinta disana.
Saat itu Arumi sudah selesai masa merahnya, tapi dia malu untuk memberitahu Reno.
"Aku harus bilang apa sama Reno, apa aku harus bilang Reno aku sudah gak kedatangan tamu lagi lho? Masa aku harus bilang gitu! Memalukan!" Arumi gak konsen bekerjanya. Dia ingin memberitahu Reno tapi gak tau caranya bagaimana.
Sementara itu Reno tampak lesu saat bekerja di Once, seperti kekurangan energi. Seperti separuh nyawanya hilang entah kemana.
"Elu tuh kenapa sih dari kelihatan lesu gitu?" tanya Gibran.
"Ah nggak!" kata Reno dengan lesu.
"Pengantin baru harusnya senang dan semangat kamu udah goal gimana sih. Apalagi kalian habis pulang dari Korea kan?" canda Gibran.
Kebetulan Bram juga ada disana, "Wah jangan-jangan gak jadi malam pertama yah haha... " Bram mencoba menebak dari raut muka Reno.
Reno hanya terdiam. Pertanda iya.
"Wah bener tebakan lu, Bram!" Gibran malah ikut meledek Reno.
__ADS_1
Reno geram mendengarnya, dia menyumpal mulut Gibran dan Bram dengan kue tart yang tergeletak di atas meja satu persatu. Agar mereka berhenti meledeknya.
Lep...
Lep...
"Diem ya lu pada."
Gibran dan Bram malah cekikikan sambil mengunyah kue tart yang sengaja Gibran bawa ke kantor, buatan sang istri tercinta.
"Permisi Pak ada klien ingin bertemu bapak," kata sekretaris Ben.
"Oh iya suruh dia masuk!" kata Gibran.
Sekretaris Ben pun menyuruh sang klien masuk ke dalam ruangan Gibran.
"Permisi," sapanya dengan manis.
Bram menyiku Gibran, "Serahkan saja ke gue!"
"Hhh... " Gibran hanya menghela nafas. "Silahkan masuk!"
Wanita itu pun duduk disana, begitu gugup karena di dalam ruangan ada tiga laki-laki tampan, sementara dia hanya seorang diri.
"Hmm... kebetulan saya ada urusan dengan klien saya yang lain, jadi kamu bisa berbicara dengan sahabat saya, Bram." Gibran menepak pundak Bram.
"Urusan apaan bukannya kita sudah ketemu dengan beberapa klien hari ini!" Reno telmi.
__ADS_1
Bram menendang sedikit kaki Reno.
"Kenapa kaki gue malah ditendang?" Reno sama sekali tidak mengerti niat Bram dan Gibran.
Sementara wanita itu malah tersipu malu melihat kelakuan tiga sahabat itu, Gibran membawa Reno keluar dari ruangan. "Ayo kita ketemu klien!"
Reno mengerutkan keningnya, padahal di jam sekarang tidak ada jadwal untuk bertemu Klien. Akhirnya mereka keluar juga, tinggal hanya ada Bram dan wanita itu.
"Emm... jadi saya ini dari perusahaan kosmetik ingin bekerja sama dengan Once. " kata wanita itu.
"Oh gitu, boleh juga. Kami Once pasti akan memberikan kualitas iklan yang sangat menarik dan pastinya Anda tidak akan menyesal telah bekerjasama dengan kami."
"Ya saya harap juga begitu,"
"Kalau boleh tau nama kamu siapa?"
"Namaku Luna, manager dari perusahaan kosmetik BBB,"
"Aku Bram, manager disini." Bram memperkenalkan dirinya juga. Bram memang memutuskan untuk bekerja di Once, ingin merintis usaha bareng kedua sahabatnya, ingin merasakan hasil kerja kerasnya sendiri. Apalagi dia memiliki saham yang lumayan besar di Once.
"Boleh aku minta nomor kamu? Karna kita akan bekerjasama maka kita harus akrab agar tidak canggung." modus Bram.
"Boleh sekali," Luna pun memberikan nomor ponsel pribadinya pada Bram. "Tapi saya sudah punya suami."
Tuiingg...
Tubuh Bram seakan jatuh dari langit. Ternyata wanita itu sudah bersuami.
__ADS_1