Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Extrapart 2 Jadian ( Roy x Kia)


__ADS_3

Setelah Naura pergi, Roy pun mempersilahkan Kia masuk ke dalam apartemennya. Rupanya Roy sangat memprioritaskan kebersihan sampai apartemennya itu begitu bersih dan rapi, dan terlihat sangat berkelas juga, sangat menakjubkan untuk seorang pria yang tinggal sendirian disana. Kia baru pertama kali mengunjungi apartemen Roy, dia tau alamat Roy juga dari data Roy di kantor.


Saat itu Roy dan Kia sedang duduk di ruang tengah, Roy tampak berbinar-binar dengan kedatangan Kia di apartemennya, "Emm... ada keperluan apa kamu kesini?"


"Kebetulan aku lewat ke daerah sini jadi aku mampir." Kia terpaksa berbohong.


"Lalu untuk apa kamu menelponku beberapa kali? Aku pikir ada sesuatu yang penting!"


Akhirnya Kia terpaksa jujur, "Aku dengar kamu sedang sakit, makanya aku mau jenguk kamu."


Roy tersenyum-senyum mendengarnya, akhirnya Kia mempedulikannya juga, dia merasa bahwa dia adalah yang paling bahagia di dunia ini sekarang!


Kia meletakan telapak tangannya di kening Roy, "Roy, sepertinya badan kamu panas sekali."


"Aku tidak apa-apa kok,"


"Kamu sudah minum obat kan?" Kia jadi semakin mencemaskan keadaan Roy.

__ADS_1


Roy memindahkan telepak tangan Kia ke dadanya yang bidang itu membuat Kia sedikit terperangah "Tapi disini yang paling sakit, Kia! Dan obatnya yang aku mau itu kamu!"


Kia menghela nafas, dia bingung harus menjawab apa, di satu sisi dia mulai ada perasaan pada Roy disisi lain dia takut akan sakit hati lagi. "A-aku... "


"Aku sangat mencintaimu kamu, Kia. Bahkan aku benar-benar serius sama kamu, aku tidak pernah berniat sekalipun untuk mempermainkan kamu apalagi kalau sampai menyakiti kamu." Roy mencoba meyakinkan lagi soal perasaannya ke Kia. "Aku tau kamu pasti cemburu kan tadi pas lihat Naura, kamu kira Nuara pacar aku, iya kan?" godanya pada Kia.


Wajah Kia jadi merah merona, "Ng-nggak, aku gak cemburu."


Roy mencodongkan wajahnya ke Kia, begitu terlihat lebih jelas ketampanannya, apalagi tatapannya itu begitu sangat menggoda, "Yakin kamu gak cemburu? Kamu rela jika aku berkencan sama orang lain?"


"Ng-nggak... " Kia menggeleng.


"Aku nggak... "


Roy jadi gemas melihat sikap Kia yang kelihatan salah tingkah seperti itu, dia tak bisa menahannya lagi karena dia tau sebenarnya Kia juga menyukainya.


Cup! Dia menempelkan bibirnya sebentar ke bibir manis Kia membuat Kia kaget. "Roy!"

__ADS_1


Roy memegang wajah Kia, "Jangan membohongi perasaan diri kamu sendiri, katakan saja kalau memang menyukaiku juga."


Kia menarik nafas dalam-dalam , "Ayo kita jalani hubungan ini dengan perlahan."


Roy tak mempercayai dengan ucapan Kia, sampai dia ingin mendengarnya lagi, "Kamu bilang apa tadi?"


"Lupakan!"


Roy mengecup bibir Kia lagi, membuat jantung Kia. semakin berdebar-debar. "Jadi hari ini kamu resmi jadi milikku!"


"Kenapa menciumku? Kamu sedang sakit, kalau aku ikutan sakit gimana?" protes Kia karena dia tau Roy sedang demam.


Roy terkekeh, "Baguslah pasangan sejati harus gitu, susah senang kita harus melaluinya bersama-sama." candanya.


Kia membulatkan matanya, "Jadi aku harus ikut sakit juga?"


Roy malah tertawa kecil, "Kamu gak bakal sakit karena hari ini aku akan sembuh, karena aku sudah diobati sama kamu. Kamu obatku! Karena itu aku harus banyak menciummu agar aku benar-benar sembuh!"

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan Kia, Roy kembali menyatukan kedua bibir mereka dengan lembut. Meresapi rasa bibir manis dari wanita yang selama ini dicintainya.


...****************...


__ADS_2