Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Memasak Untuk Istri Tercinta


__ADS_3

Sesuai janji Gibran, dia ingin menjadi suami yang menyenangkan untuk sang istri. Apalagi dia tau Ghea sangat kewalahan menghadapi segala pelampiasan rasa rindunya.


Dia yang menawarkan diri untuk memasak hari ini untuk sang istri.


"Kau tidak boleh menyentuh apapun, biar aku yang memasak untukmu." Gibran mempersilahkan Ghea duduk di ruang makan.


"Tidak, aku akan membantumu memasak!" Ghea tidak biasa diperlakukan seperti itu.


Gibran mencodongkan wajahnya ke Ghea yang lagi duduk, "Aku tidak bisa fokus memasak kalau kau berada di dapur, yang ada aku malah bermain denganmu, biar aku sendiri yang memasak."


Gibran paling pandai membuat Ghea salah tingkah, dia tersenyum manis dan mengusap rambut Ghea dengan lembut. Sikapnya itu malah membuat Ghea jatuh cinta berkali-kali padanya.


"Mau aku masakin apa hari ini?"


Ghea berpikir sejenak, "Emmm... nasi goreng saja."


"Hanya itu?" Gibran mengernyitkan keningnya. Ternyata permintaan Ghea begitu mudah baginya.


"Iya, hari ini aku ingin nasi goreng."


"Oke, sayang."


Dia pun memulai aksinya di dapur, mempersiapkan segala bahan untuk memasak.


Tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, nasi goreng itu pun susah siap untuk di santap. Gibran menyimpan dua piring di atas meja.


"Ini untuk istriku tercinta!" katanya sambil tersenyum manis.


Terlihat dua nasi goreng yang dihiasi dengan daging ayam , irisan tomat, dan goreng sosis di piring masing-masing.


"Kelihatannya enak sekali," seru Ghea dia ingin segera menyantap nasi goreng itu.


Namun Gibran malah menahan tangannya, "Kasih hadiah dulu dong, " dia menunjuk pipinya, dia ingin Ghea mencium pipinya.


"Hmm.. " Ghea menurut saja, dia sudah lapar dari tadi karena pagi ini Gibran malah menguras tenaganya. Dia segera memegang wajah Gibran dengan lembut untuk mencium pipinya.


"Ehmm!"

__ADS_1


Kata itu mengagetkan mereka. Sampai Gibran dan Ghea terperanjat karena suara deheman itu.


"Mama?" Ghea pikir Bu Fara sudah berangkat kerja. Dia menggigit bibirnya karena baru sadar dia belum sempat menutupi dua tanda merah di lehernya. Membuatnya sangat malu. "Mama gak kerja?"


"Nggak, hari ini mama mau istirahat. " Bu Fara menahan tawa saat melihat ada dua tanda merah di leher anaknya itu, membuatya jadi malu sendiri.


Dasar pengantin baru, pikirnya.


Sementara Gibran yang jadi tersangka, dia bersikap biasa saja, wajah tanpa dosa.


"Hari ini aku membuat nasi goreng, mama mau?" Gibran menawarkan nasi goreng buatannya untuk sang mertua.


"Wah hebat sekali menantu mama ini. Emm.. boleh, kebetulan mama belum makan."


"Siap!" Gibran begitu tersanjung karena mendapat pujian itu dari ibu mertua.


Akhirnya mereka bertiga pun makan bersama.


"Mungkin mulai besok aku mau membawa Ghea untuk tinggal di apartemen, tidak apa-apa kan, Mah? " Gibran meminta izin Bu Fara untuk membawa Ghea tinggal bareng di apartemennya.


"Sebenarnya mama ingin kalian tinggal disini, hmm tapi silahkan saja, bagaimanapun Vanya hmmm...ya Ghea maksudnya adalah istri kamu, dia wajib mengikuti suaminya."


"Tapi sekali-sekali kalian harus datang berkunjung ke rumah ayahmu, Gibran. Sebesar apapun kesalahan ayahmu di masa lalu, tetap saja dia adalah ayahmu, kalian harus menghormati dia juga . "


Gibran tersentuh dengan perkataan ibu mertuanya itu.


"Mama bersyukur karena ayahmu menahan Ghea untuk tidak di adopsi oleh orang lain, seandainya Ghea di adopsi, mungkin mama akan sulit untuk menemukan Ghea. Karena jika Ghea adopsi oleh orang lain, pasti pihak panti akan mempesulit mempertemukan Ghea dengan mama."


Gibran dan Ghea menuruti apa kata Bu Fara, mereka datang berkunjung ke kediaman ayahnya. Saat itu Ghea terpaksa memakai syal untuk menutupi tanda cinta dari Gibran.


"Mau apa kalian datang kesini? Apa kalian tidak tau malu heuh sudah membuat nama baik keluarga kita ini tercoreng gara-gara kalian, dulu kalian ini iparan bagaimana bisa kalian menikah?" Bu Rosa nampak begitu kesal.


Sementara Dona hanya tersenyum sinis dibelakang Bu Rosa.


Saat itu Pak Reza hanya berdiam diri di ruang kerjanya.


Ghea memberikan beberapa barang berupa tas, pakaian dan dompet merk Adva. "Sepertinya mama sangat menyukai produk Adva, jadi aku memberikan ini untuk mama. "

__ADS_1


Amarah Bu Rosa jadi hilang, dengan malu-malu dia menerima pemberian dari Ghea.


"Ya ampun itu barang limited edition, wah aku sangat suka produk-produk dari Adva." seru Dona


"Buat kamu juga ada." Ghea memberikan juga barang-barang yang sama kepada Dona.


"Ya ampun makasih ya. "


Mereka berdua menjadi mendadak ramah apalagi saat mengetahui Ghea adalah anak dari pemilik perusahaan Adva tersebut.


****************


Gibran memegang tangan Ghea agar Ghea tidak gugup untuk menghadapi sang ayah.


"Ayah, aku datang kesini bersama Ghea ingin melihat keadaan ayah."


Pak Reza hanya terdiam sambil membaca majalah, dia sama sekali tidak merespon ucapan Gibran.


"Bagaimana kabar ayah? " tanya Gibran lagi.


"Hmm... baik." jawabnya singkat.


Memang suasana di ruang kerja sang ayah terasa begitu menegangkan. Gibran terus menatap dan memegang tangan Ghea agar tidak gugup.


Mereka bertiga sudah hampir satu jam berdiam diri disana. Jadi Gibran memutuskan untuk mengajak Ghea pulang saja, dia tidak ingin Ghea membatin dengan sikap diamnya sang ayah.


Namun niatnya terhenti karena tiba-tiba Pak Reza bertanya pada Ghea, "Bagaimana kabarmu, Ghea?"


Mata Ghea berkaca-kaca mendengar pertanyaan itu dari ayah mertuanya, senang sekaligus mengharukan, "Ba-baik, ayah."


"Hmm... ayah lega kalau kamu baik-baik saja "


Walau tatapannya begitu datar tapi Ghea sangat bahagia karena itu tandanya dengan perlahan Pak Reza akan menerima kehadirannya lagi.


...****************...


...Sudah author katakan dari bab pengumuman bahwa novel ini tidak akan panjang babnya, kemungkinan hari rabu novel ini akan tamat. author memberitahu dulu agar tidak ada yang kaget kalau hari rabu nanti novel ini akan ditamatkan, karena memang ini sudah dirangkai dari awal ceritanya sampai sana....

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, mungkin bisa jadi vote terakhir di minggu ini hehe......


__ADS_2