
Roy baru saja merasa jatuh cinta kepada seseorang, tapi cintanya malah bertepuk sebelah tangan padahal selama ini dia tidak pernah sempat untuk menyukai wanita di tengah kesibukannya sebagai aktor. Dia baru merasakan bagaimana rasanya patah hati. Tapi dia sosok yang ceria dan gampang move on.
"Akh... ternyata begini rasanya patah hati." keluh Roy, dia sedang di Cafe, memesan makanan dengan kepalanya memakai kupluk dan wajahnya ditutupi masker.
Namun sekeras apa pun dia menyembunyikan wajah tampannya, tetap saja ada yang mengenalinya, yang namanya fans berat cuma lihat matanya saja sudah tau itu oppa kesayangannya.
"Ya ampun itu kan Roy!" anak yang memakai seragam SMA itu menunjuk Roy, saat itu dia sedang berkumpul dengan ke tujuh sahabatnya yang berseragam SMA juga.
"Ah iya bener!" seru salah satu wanita lagi.
Roy merasa ada yang tidak beres nih, dia memilih pergi saja dari Cafe itu, ternyata ketujuh anak SMA itu mengejarnya.
"Roy!!"
"Roy!!"
Bahkan beberapa wanita juga jadi ikut-ikutan mengejarnya, Roy jadi berlari , rasanya seperti sedang di kejar zombie, Siap-siap saja dia akan di makan oleh para wanita itu.
"Roy I Love You, Roy!"
Ah sial kenapa yang ngejar gue malah makin banyak lagi. keluh hati Roy.
Saking paniknya dia malah melewati mobilnya yang terpakir di depan Cafe.
Roy berlari memasuki basement sebuah Mall, agar dia bisa bersembunyi di balik mobil-mobil yang berjajaran disana.
"Kemana Roy?"
"Pasti ada di sekitar sini!"
Suasananya sungguh sangat terasa menegangkan bagi Roy, dia berani menyapa dengan ramah para fansnya kalau di kawal bodyguard, tapi saat ini dia sedang sendirian. Bagaimana kalau mereka nekad melakukan sesuatu padanya?
Mereka tidak menyerah untuk mencari keberadaan Roy. Roy melihat ada pintu mobil yang sedikit terbuka, dan itu mobil Kia karena tadi Kia mengakut barang belanjaan satu persatu ke dalam mobilnya, dia membeli untuk segala keperluan pernikahan sang kakak.
Roy langsung masuk ke dalam mobil itu, di bagian mobil belakang untuk bersembunyi.
Betapa terkejutnya Kia saat hendak memasukan barang belanjaannya lagi ke dalam mobil, dia melihat ada sosok lelaki memakai kupluk dan menutupi wajahnya dengan masker. Dia pikir Roy itu maling.
"Ma... mmphh.. mphhh.. " Kia mau berteriak maling tapi keburu di bekap oleh tangan Roy dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Lepasin!" Kia mencoba berontak.
Padahal Roy hanya ingin menjelaskan kepada Kita kalau dia bukan maling dan memintanya untuk tidak berteriak. Namun sayang sekali, Kia malah melayangkan beberapa pukulan kepadanya karena dikira akan berbuat mesum padanya di dalam mobil.
BUGH... BUGH... BUGH..
"Mmmphh... "
"Arghhhtt... " Roy meringis kesakitan, "Diam dulu aku bisa jelasin." Roy masih membekap mulut Kia karna takut berteriak, apalagi dia melihat di luar sana ada banyak wanita yang sedang mencari keberadaannya.
Kia masih berontak dan masih memukul-mukul badannya.
BUGH... BUGH... BUGH...
Apalagi Kia menonjok muka Roy dengan keras, sebuah aset yang berharga baginya.
"Argghhht... " Roy meringis kesakitan, belum lagi Kia terus memukul-mukul punggungnya. Siapa yang gak takut tiba-tiba ada pria asing berada di dalam mobilnya dan langsung menyeretnya masuk ke dalam mobil lalu membekap mulutnya apalagi dia menutupi wajahnya?
Roy segera membuka masker dan kupluknya. "Tu-tunggu sebentar, ini aku Roy!" bisiknya.
"Roy?"
Kia mematung saat melihat wajah Roy dengan jelas, ya benar dia Roy, sang brand ambasador di Adva, walau mereka tidak pernah bertemu tapi Kia pasti tau sosok aktor terkenal ini. Tapi mengapa tiba-tiba dia berada di dalam mobilnya?
Kia memelototkan matanya dengan lebar saat melihat ada luka lebam melingkari mata Roy "Oh ya ampun!" pekiknya.
Padahal bagi Roy wajahnya itu adalah salah satu aset terpenting untuknya, dia selalu menjaga wajah tampannya dengan baik, tapi sekarang malah banyak sekali muka memar diwajahnya.
Roy meringis kesakitan akibat pukulan demi pukulan yang dihadiahkan Kia padanya.
"Tapi ngapain kamu diam-diam masuk ke dalam mobil aku?"
Roy menunjuk ada beberapa wanita yang sedang mencari keberadaannya, "Mereka sedang mengejarku!"
Roy mengeluh "Akh... sial sekali aku mau meloloskan diri dari mereka tapi malah masuk ke kandang singa betina!" Roy memegang wajahnya yang lebam.
"Singa betina?" Kia tak terima dikatai seperti itu, "Ya wajarlah aku menghajar kamu, kamu nya masuk ke mobil aku tanpa permisi!"
"Kalau aku meminta izin dulu sama kamu, aku keburu di tangkap oleh mereka." Roy tidak mau kalah.
__ADS_1
"Hmm ya sudah cepat keluar dari mobil aku! Biar kamu di tangkap oleh mereka." Kia mencoba untuk membuka pintu.
Roy mencegahnya "O-oh jangan! Jangan!"
****************
"Ah jadi kamu itu anak dari pemilik Adva."
Saat itu Kia sedang mengendarai mobil mengantarkan Roy ke lokasi syuting, Roy membiarkan mobilnya terparkir dulu di depan Cafe karena situasinya sedang tidak aman.
"Ya begitulah, jadi aku minta maaf sudah membuta muka kamu seperti itu."
"Tidak apa-apa, aku yang salah. Hmm... Berarti kamu adiknya Vanya dong?"
"Iya, betul."
"Pantas saja!" Roy menyeringai.
"Pantas apa? " Kia mendeliki Roy.
"Cantik, kalian sangat terlihat cantik."
Wajah Kia memerah saat mendapat pujian seperti itu.
Dia menurunkan Roy di depan aula yang dijadikan lokasi syuting, "Terimakasih ya!" Roy tersenyum manis kepada Kia.
"Oke." Kia mengangguk.
Roy memasuki area yang dijadikan syuting, sang manager terlihat shock saat melihat wajah sang aktor, "Ya ampun kenapa dengan muka kamu ini? Bagaimana mau syuting kalau muka kamu babak belur?"
"Bukankah aku syuting film action? Biarkan saja mukaku seperti ini malah terlihat gagah." jawab Roy dengan santai, dia memegang wajahnya yang lebam, tanda biru yang diberikan Kia sebagai kenangan pertemuan pertama mereka, "Sayang sekali aku lupa tidak menanyakan namanya."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...