Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Mengaku Hamil


__ADS_3

"Bagaimana bisa kamu hamil heuh! Kamu malu-maluin keluarganya saja, Dona!"


Dona sudah merasa tertekan oleh keluarganya sendiri yang tiada henti memaki-makinya karena sudah mengetahui kehamilannya itu.


"Aku tidak bisa menderita sendrian seperti ini, sementara dia malah mengacuhkan aku terus." Dona sangat kesal karena Romi sudah lama mengacuhkannya.


Dona merasa kebingungan karena perutnya yang sedikit membuncit itu lama-lama akan memperlihatkan bahwa di hamil.


Saat ini dia sedang menumpangi sebuah taksi, hatinya sangat tidak tenang dan jantungnya berdebar-debar, siap gak siap dia harus bisa menghadapi semuanya. Dia bernekad untuk datang ke rumah orang tua Romi.


"Berhenti disini, pak!" katanya pada supir taksi itu.


Supir taksi itu pun segera menghentikan mobil yang dikendarainya di depan pintu gerbang rumah yang megah itu.


"Mau bertemu siapa, mbak?" tanya salah satu security disana.


"Aku mau bertemu Pak Reza dan Bu Rosa." jawabnya dengan gugup.


Security itu pun mempersilahkan Dona masuk memasuki halaman yang luas, dia berjalan dengan kaki yang begitu berat, tangannya begitu gemetaran, sampai dia baru sadar ternyata dia sudah berada di depan pintu rumah.


Tangannya begitu berat untuk menekan bel di pinggir pintu.


Ting... tong


Baru kali ini dia merasakan suara bel itu begitu mencengkam seolah-olah akan mengantarkannya ke neraka.


Bi Sarti yang mendengar suara bunyi bel rumah itu segera berlari dan membuka pintu, "Maaf mbak mau bertemu siapa ya?"


"A-aku mau bertemu pak Reza dan Bu Rosa." Jawab Dona dengan gugup.

__ADS_1


"Oh iya tunggu sebentar," Bi Sarti tidak langsung menyuruh Dona masuk, dia harus meminta izin dulu kepada tuannya.


Saat itu Pak Reza sedang sibuk melihat foto-foto kesaharian Gibran, dia sengaja menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki Gibran tinggal dimana sekarang dan apa saja tentang Gibran.


"Maaf tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya ," kata Bi Sarti


"Siapa?"


"saya lupa tidak menanyakan namanya. "


"Ya sudah persilahkan dia masuk, panggil istri saya juga."


"Baik, tuan."


Bi Sarti pun membuka pintu kembali, dia mempersilahkan Dona masuk ke dalam rumah. Dona pun masuk dengan wajahnya yang sangat pucat pasi dengan gemetaran.


Dia melihat raut wajah pak Reza yang sedang duduk menunggunya di ruang tengah, pantas saja Romi sangat takut dengan ayah tirinya itu, Pak Reza memang tampak sangar, Dona semakin ketakutan, dia menggigit bibirnya beberpa kali untuk menahan rasa takut itu.


Sementara itu Bi Sarti memanggil Bu Rosa yang sedang beristirahat di kamarnya.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Pak Reza dengan datar.


"A-aku... "


Belum juga menjawab, keburu di potong oleh Bu Rosa.


"Beraninya kamu ya menginjakkan kaki di rumah ini? " bentak Bu Rosa, "Gara-gara kamu anakku Romi jadi hidup menderita, gak puas kamu menggoda anakku?!"


Dona jadi semekin gemetaran karena di maki-maki oleh ibu dari lelaki yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Ngapain kesini heuh? Cepat keluar! Saya tidak ingin melihat muka kamu!"


"Tunggu dulu, Mah! " Pak Reza ingin menjadi penengah diantara mereka.


Bu Rosa pun berhenti mengoceh.


"Mau apa kamu datang kesini?" Pak Reza mengulangi pertanyaannya.


"A-aku.. " Dona merasa mulutnya begitu berat untuk berbicara, "A-aku hamil anak Romi om, tante!" akhirnya kata itu lolos juga dari mulut Dona, dia sedikit terisak mengucapkan kata itu.


Kata-kata itu seperti sebuah petir yang menyambar jantung Pak Reza dan Bu Rosa.


"Apa? Hamil? " Bu Rosa sangat terkejut mendengar nya.


"Iya, tante."


"Jangan ngarang kamu ya! Saya gak percaya dengan ucapan kamu itu! Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah ini!" Bu Rosa tak terima jika anaknya menghamili wanita matre itu.


Dona meronggohkan tangannya ke dalam tas yang dibawanya itu dan meraih hasil USG, dia memberikan hasil USG itu kepada Bu Rosa, "Saya tidak ngarang, tante."


Pak Reza merebut hasil USG itu dari tangan Bu Rosa. dia memandangi hasil USG itu dengan geram.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...


__ADS_2