
Arumi dan Reno juga memiliki anak, usianya terpaut satu tahun dengan Galvin dan Gisell, usia anaknya itu sekarang menginjak usia 3 tahun, seorang anak perempuan cantik yang diberi nama Bella. Berbeda dengan Galvin ndan Gisell, Bella anak yang sangat ceria tapi dia tidak terlalu aktif seperti Gisell dan Galvin.
Mereka hidup dengan bahagia walaupun kehidupan mereka begitu sederhana dan jauh dari kata mewah.
Ada kalanya Ghea dan Arumi mengasuh anak mereka secara bersama di taman, Mall, dan di mana saja.
Malamnya... Ghea membacakan cerita si kancil kepada anak kembarnya itu, saat itu dia membaringkan tubuhnya di kasur kecil milik Gisell "Nah akhirnya jadi si kancil itu bisa lepas dari buaya yang jahat..."
Ghea tak meneruskan perkataannya karena melihat Galvin dan Gisell sudah memejamkan mata, Ghea segera bangkit dari tidurnya dan menyelimuti mereka yang tidurnya sudah terpisah di ranjang kecil masing-masing, tak lupa dia mengecup kening mereka secara begiliran dengan lembut.
Sebelum masuk ke dalam kamar, Ghea pergi dulu ke dapur untuk menyeduh kopi cappucino untuk sang suami tercinta, lalu masuk ke dalam kamar sambil membawa secangkir kopi itu untuk Gibran, dia melihat Gibran yang masih sibuk berkutat di depan laptop.
"Sepertinya pekerjaanmu banyak sekali!" Ghea meletakan secangkir kopi di atas meja.
"Iya, demi kalian aku harus berjuang!" kata Gibran sambil menyeruput kopi buatan sang istri. "Enak sekali makasih ya sayang!"
Ghea mengangguk dan tersenyum manis.
__ADS_1
"Tadi siang setelah pulang sekolah aku bawa Galvin dan Gisell ke rumah Omah dan opahnya, mereka sangat senang bermain dengan Galvin dan Gisell."
Gibrah terkekeh "Hmm...pasti rumah ayah berantakan ya!"
"Banget, tapi untung mama dan ayah sangat mengerti malah mereka senang karena bisa bermain bersama Galvin dan Gisell. Mungkin besok giliran aku bawa berkunjung ke rumah mama dan papa soalnya dari tadi mereka menelpon terus ingin bertemu Galvin dan Gisel."
Gibran menutup laptopnya, "Akhirnya pekerjaan aku selesai,"
"Baguslah, mau aku pijitin?"
Ghea menghela nafas mendengarnya, menghadapi Galvin dan Gisell saja sudah kewalahan apalagi di tambah satu anak. "Apa nanti saja kalau Galvin dan Gisell udah masuk SD, biar aku tenang, saat mereka sudah bisa makan dan mandi sendiri."
"Hmm... ya sudah kalau itu mau kamu, yang penting kita buatnya sekarang."
Gibran menggedong badan Ghea dan membaringknanya ke atas kasur, dia menindih tubuh Ghea dan menautkan bibir mereka sebentar, "Dari dulu kamu gak berubah, masih terlihat cantik, sayang."
Kini giliran Ghea yang mencium bibir Gibran.
__ADS_1
BRUUKK...
Mereka di kejutkan dengan suara dobrakan pintu ternyata Galvin dan Gisell. "Mama... papa... "
Rupanya mereka lupa mengunci pintu.
Ghea dan Gibran terperanjat sampai akhirnya Gibran mengalihkan posisi tidurnya di samping Ghea. Untung mereka belum membuka pakaian mereka.
"Galvin, Gisell, bukannya tadi sudah tidur?" tanya Ghea pada kedua anaknya itu.
"Kita terbangun soalnya mau tidur disini bareng mama dan papa!" kata Gisell dengan manja, mereka naik ke atas kasur dan tiduran di tengah-tengah mereka.
"Hmm... ya sudah malam ini tidur disini ya!" Ghea memeluk Gisell.
Sementara Gibran memeluk sang jagoannya, Galvin. "Ayo cepat tidur jagoan papa"
Selama 4 tahun ini mereka menjalani hidup rumah tangga yang begitu sangat bahagia.
__ADS_1