Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Extrapart 9 Keluarga 4G #1


__ADS_3

Ceritanya empat tahun kemudian....


Ghea memiliki anak kembar, namanya Galvin dan Gisell.


Galvin terlahir menjadi anak yang sangat tampan seperti ayahnya, dan Gisell terlahir sangat cantik seperti mamanya. Mereka sangat lucu dan menggemaskan!


Saat ini usia mereka sudah menginjak 4 tahun, namun siapa sangka ternyata kedua anak kembar itu sangat aktif dan gak bisa diam. Membuat Ghea kewalahan mengahadapi mereka.


"Galvin, Gisell, ayo kita mandi dulu!"


Mereka malah asik berlarian, dan saling melempar benda apa saja yang mereka raih.


Brang... Breng... Brong...


Membuat di dalam apartemen itu begitu sangat berantakan. Ghea mencoba menghentikan mereka, "Sayang, udahan dulu bermainnya, kita mandi dulu ya!"


"Gak mau, kita masih mau main!" kata Galvin.


Namun mereka malah lari ke dapur meraih apa saja yang di dapat, saling melempar tepung terigu, alhasil Ghea yang berada di tengah-tengah mereka badannya penuh dengan terigu yang berhamburan dan wajahnya juga terkena cipratan terigu itu, padahal dia sudah berdandan cantik untuk menyambut suaminya pulang.


"Akh... ya ampun," keluhnya. Dia berusaha jadi seorang ibu yang penyabar.


Terdengar suara seorang sedang memasukan pasword menekan kunci digital di pintu apartemennya.


Tit... tit... tit...

__ADS_1


Ceklek!


Siapa lagi kalau bukan Gibran, Gibran yang baru pulang kerja dan merasa lelah tiba-tiba dia melihat isi apartemen yang begitu berantakan, dia terkejut saat melihat Ghea yang dipenuhi terigu.


"Astaga!" Jantung Gibran hampir mau copot, dia malah mempertawakan penampilan Ghea, "Hahaha... Badan kamu kenapa dipenuhi terigu seperti itu?"


"Hhh... kamu pikir aku melakukannya sendiri?" ketus Ghea.


Galvin dan Gisell berlarian menghampiri sang ayah, "Papa!"


Gibran menggedong mereka berdua, tangan yang kiri menggendong Galvin dan tangan yang kanan menggendong Gisell. Dia mencium pipi mereka secara bergantian.


Emmuachh.... emuachhh...


"Ayo belajar membereskan kembali mainan kalian!" kata Gibran dengan lembut.


"Apa mama yang bermain boneka dan mobil-mobilan?"


Mereka berdua menggeleng.


"Galvin yang main!"


"Gisel yang main!"


"Nah berarti Galvin dan Gisell yang harus membereskan kembali mainannya. Mama dan papa membereskan ruang tengah yang berantakan. "

__ADS_1


Galvin dan Gisell pun menurut, mereka turun dari pangkuan ayahnya dan membereskan mainan mereka ke tempat khusus mainan dan membawanya ke kamar mereka.


Gibran masih mentertawakan penampilan Ghea yang dipenuhi dengan terigu itu "Kalau kamu di goreng pasti enak sekali!"


"Hhh... " Ghea hanya mendengus kesal. Ghea sibuk membersihkan ruang tengah yang berantakan.


Gibran meraih handuk kecil dan membersihkan pakaian Ghea dari terigu yang bertaburan di pakaiannya dan wajahnya juga, "Biar aku saja!" kata Ghea.


"Gak usah!" kata Gibran sambil membersihkan wajah Ghea.


"Maaf aku malah menyambut kepulanganmu dengan penampilan seperti ini." Ghea sedikit menundukan Kepala.


"Tidak apa-apa, aku mengerti!" Gibran memegang wajah Ghea yang masih ada sedikit cipratan terigu, "Terigu ini malah membuat wajahmu semakin cantik, kamu pakai terigu saja, gak usah pakai bedak!" candanya.


"Hhh... Gak lucu! Aku mau beres-beres lagi."


"Hari ini aku lelah dapat klien yang galak sekali, apa gak mau aku kasih hadiah?" Gibran menunjuk pipinya.


Ghea mencoba untuk tersenyum manis dan mencondongkan badannya untuk mencium pipi Gibran.


"Mama.... Papa... " Gisell dan Galvin berlarian menghampiri mereka lagi. Gisell dan Galvin memandangi Ghea yang mematung yang hendak mencium Gibran. "Mama mau apa?"


Ghea mengurungkan niatnya untuk mencium Gibran. "Mama mau membuat papa kalian makin tampan," katanya sambil mengoleskan tangannya yang dipenuhi terigu ke muka Gibran.


"Wah awas ya nanti malam aku balas!"

__ADS_1


Ghea malah malah nyengir dan menjulurkan lidah, dia membawa Galvin dan Gisel ke kamar mandi untuk memandikan mereka.


__ADS_2