
Pagi ini Ghea sedang memasak makanan kesukaan untuk suami tercinta, Gibran sangat menyukai beef teriyaki, karena itu dengan senang hati Ghea memasak untuk suami tercinta.
Tiba-tiba ada dua tangan kekar melingkari perutnya dan mencium rambutnya dengan lembut, "Pagi sayangku."
Ghea tersenyum manis mendapatkan sapaan romantis dari Gibran, "Pagi juga sayang,"
Ghea mematikan kompor, "Aku masak beef teriyaki kesukaanmu."
Gibran menghela nafas, "Kamu salah besar kalau bilang beef teriyaki adalah makan kesukaanku."
Ghea mengerutkan keningnya, "Benarkah? Bukannya kamu suka sekali beef teriyaki?"
"Makanan favoritku adalah kamu. Aku selalu ingin setiap hari memakanmu." Dia langsung menggendong tubuh Ghea ke kamarnya.
"Gibran, ini masih pagi!" protes Ghea.
Gibran terlanjur meletakkan tubuh Ghea di atas kasur, "Karena itu kita harus berolahraga pagi disini, apalagi anak kita ingin melihat ayahnya!" Gibran mengelus-elus perut Ghea yang masih rata.
Selama menikah selama satu tahun, sekarang ini Ghea sedang hamil 2 bulan.
Tanpa babibu lagi dia segera menguliti pakaian istrinya yang sudah pasrah dan mulai bercinta.
Kini giliran Ghea yang berada di atasnya, tangan Ghea meraba-raba dada dan perut Gibran yang rata dan berotot , begitu terlihat sempurna seperti sebuah karya seni, beruntung hanya dia yang bisa memiliki dan menikmati pria ini.
Ghea mencium bibir Gibran dengan lembut "Aku mencintaimu, Gibran!"
"Aku jauh lebih mencintaimu, Ghea sayang!"
Ghea memegang kedua pundak Gibran dan Gibran memegang kedua pinggang Ghea untuk membantunya bergerak-gerak dia atas, sementara mulutnya sibuk melahap sesuatu di dadanya.
Olahraga di pagi ini dilakukan dengan begitu lembut tapi panas. Yang tetap saja akan membuat keduanya sama-sama mengerang penuh kenikmatan.
****************
__ADS_1
Karena hari ini hari minggu, jadwal pertama mereka adalah berkunjung ke rumah orang tua Ghea. Saat itu Kia sedang tidak ada karena sedang pergi bersama Roy.
Pak Herman dah Bu Fara selalu menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan selalu menyediakan makanan kesukaan sang anak dan menantu tersayang.
Jadwal kedua adalah ke rumah kedua orang tua Gibran, setelah sekian lama Ghea dan Gibran berusaha mengambil hati kembali Pak Reza, akhirnya Pak Reza luluh juga, sementara Bu Rosa mengikuti alur saja.
Ghea sering berkunjung dengan membawa makanan kesukaan untuk Bu Rosa dan Pak Reza, dia kembali menjadi menantu kebangaan mereka seperti dulu. Bedanya Ghea merasa nyaman walau memiliki mertua yang sama, karena dia bisa menjalani hidup sesuai dengan keinginannya dan hidup bersama dengan lelaki yang sangat dia cintai.
"Ayah sudah tidak sabar ingin melihat anak kalian nanti, cucu ayah. " Pak Reza terkekeh.
"Baru juga Ghea hamil dua bulan, ayah." jawab Gibran.
Ghea hanya tersenyum simpul mendengarkan pembicaraan mereka. Begitu juga Bu Rosa.
"Ayah ingin berbicara denganmu sebentar!" Pak Reza mengajak Gibran berbicara empat mata di ruang kerjanya.
Gibran menurut saja.
"Ada apa ayah?" tanya Gibran begitu sampai di ruang kerja Pak Reza.
Gibran menggeleng "Kebetulan aku punya perusahaan sendiri, aku ingin menafkahi istri dan anakku dari hasil murni hasil kerja kerasku, ayah. "
Pak Reza mengangguk, bukan kecewa tapi ada rasa kebanggaan di dirinya pada anaknya itu "Ya sudah, tidak apa-apa. Ayah harap perusahaan kamu bisa sukses."
Sementara itu Ghea dan Bu Rosa masih berbincang-bincang, Bu Rosa banyak menceritakan tentang Romi kepadanya .
"Kasian sekali Romi, Dona malah memilih menikah dengan pria lain, dia mempersulit Romi untuk bertemu dengan anaknya."
Ghea hanya terdiam, ada sedikit rasa iba pada mantan suaminya itu.
Ternyata orang yang dibicarakan muncul juga disana, begitu terkejutnya Bu Rosa saat melihat anaknya tercinta. "Ya ampun Romi tumben gak ngasih kabar mau kesini?"
"Kebetulan Romi habis dapat job dan pulang lewat sini, Mah."
__ADS_1
Romi tersenyum ramah pada Ghea, Ghea membalas senyuman itu sebagai sopan santun. Dia duduk di dekat Bu Rosa.
"Sebentar lagi kamu jadi Om, Romi. Sekarang ini Ghea lagi hamil. "
Romi hanya tersenyum tipis. Dia memandangi Ghea yang sedang sibuk memainkan ponsel karena sedang chatan bersama Arumi. Dari tatapan itu ada rasa rindu, sesal dan sedih di hatinya.
Syukurlah kalau kamu hidup bahagia, Ghea.
****************
Dan tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah panti asuhan, mereka membawa hadiah dan makanan untuk anak-anak, Anak-anak panti menyambut kedatangan mereka dengan perasaan gembira.
Setelah itu mereka beristirahat di halaman belakang panti, tempat pertama kali mereka bertemu.
Gibran memeluk erat Ghea dari belakang , melingkari perutnya. "Apa kamu tidak sadar dari tadi kak Romi memperhatikan kamu terus bahkan sampai kita mau pulang? " kata Gibran dengan cemburut .
Ghea malah tertawa kecil, "Apa kamu cemburu? Tenang saja di hatiku cuma ada kamu, jadi gak udah cemas."
"Wah istriku jago gombal sekarang!"
"Kan diajarkan sama kamu! "
Gibran melepaskan pelukan, dia memegang wajah cantik Ghea dengan lembut, "Wajah cantik ini mungkin puluhan tahun lagi akan mulai menua tapi persaaan aku sama kamu gak akan pernah berubah, akan selalu mencintai kamu, selamanya mencintai kamu. Mari kita selalu seperti ini sampai kita menua nanti."
Ghea tersenyum dan mengagumkan kepala, "Iya, tentu saja. "
Dengan perlahan Gibran mencium bibir Ghea menyatukan kedua bibir mereka dengan lembut. Mereka tidak menyadari ada bintang kerlap kerlip di atas sana yang akan selalu setia menyaksikan kisah cinta dari awal sampai akhir.
...***************...
...Terimakasih banyak untuk semua yang setia membaca novel perdana saya dari awal sampai akhir hehe......
...Mohon maaf kalau belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu menbaca komen kalian, dan komen kalian membuat saya semakin bersemangat untuk melanjutkan novel ini sampai akhir....
__ADS_1
...Kalian semua sangat luar biasa 👏👏...
...Semoga kita bertemu lagi di novel saya yang lainnya tapi belum saya buat, mau rehat sebentar karena masih banyak pekerjaan 🙏🙏...