
"Nah ini menu special untuk kamu." kata Pak Omen, pemilik restoran sekaligus dari ayahnya sang aktor bernama Roy, kepada Ghea.
"Terimakasih" jawab Ghea dengan menghadiahi senyuman manisnya.
"Sama-sama Neng Cantik." Pak Omen begitu sangat mengagumi kecantikan Ghea, lalu dia menoleh ke anaknya "Ayah ke belakang dulu ya mau beres-beres dulu"
"Siap, ayah. " kata Roy dengan sumringah.
Siang ini Ghea sedang makan bersama Roy, salah satu aktor kelas papan atas,di Rumah Makan Tirai Bambu. "Makasih ya akhirnya kamu mau makan siang juga denganku, mudah-mudahan nanti kita bisa makan malam juga." Roy begitu terlihat senang, dia membuka masker dan topinya setelah tidak ada satu pun pengunjung disana.
"Jangan salah paham. Aku hanya ingin membahas pekerjaan denganmu, sebentar lagi di Adva akan ada lounching produk baru, kamu harus bersiap-siap untuk syuting iklan nanti." jawab Ghea dengan santai, dia menjukan beberapa berkas kepada Roy.
Baru dua bulan Roy menjadi brand ambassador Adva. Jadi mereka memang sering bertemu akhir-akhir ini karena bisnis.
Tapi Roy bukan tipe yang gampang menyerah, dia jatuh cinta pada padangan pertama saat melihat Ghea, membuat dia ingin sekali lebih dekat dengan manager di perusahaan yang mengontraknya sebagai brand ambasador itu.
Mata Ghea tertuju pada tulisan 'Pesan dua porsi disini bisa foto gratis sama si abang ini!'
"Sangat unik," Ghea mentertawakan tulisan itu.
Roy hanya terdiam begitu takjub dia melihat paras cantik wanita yang sedang jadi dambaannya itu
Lalu pandangan Ghea sedikit tertuju ke luar rumah makan. Dia terbelalak saat melihat Gibran dan Reno yang baru masuk ke dalam rumah makan itu, rupanya mereka tadi sedang beristirahat. Ghea langsung bersembunyi di kolong meja dan menutup mukanya dengan tangan sambil menunduk.
Aishh... ngapain dia disini?
Roy nampak kebingungan kenapa Ghea tiba-tiba bersembunyi di bawah meja "Vanya, kamu ngapain diam disitu?"
Membuat Gibran dia jadi penasaran kenapa ada wanita bersembunyi di kolong meja itu, "Wanita itu kenapa? "
"Mungkin lagi nyari benda yang jatuh kali." jawab Reno.
Pak Omen segera menyapa Gibran dan Reno yang baru masuk, "Akhirnya kalian kembali juga, saya sangat puas dengan kinerja kalian.... "
Gibran tidak fokus mendengarkan pembicaraan Pak Omen, dia lebih fokus ke wanita yang sedang berada berada di kolong meja itu. Dia tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu.
"Aku pinjam jas kamu, cepat!" Ghea meminta Roy untuk meminjamkan jas yang di pakai Roy itu.
"Buat apa?"
"Jangan banyak tanya!"
__ADS_1
"Udah minta tolong, galak lagi!" Roy menurut saja, dia melepaskan jasnya dan memberikan jasnya pada Ghea.
Ghea segera menutup bagian belakang kepala dan punggungnya dengan jas itu dan sedikit menutup wajahnya, lalu berdiri, dia segera melangkahkan kakinya untuk pergi.
Dari lekuk tubuh, cara berjalan, dan postur tingginya mirip sekali dengan Ghea. Gibran jadi penasaran dan mengikutinya, padahal dia sedang membicarakan pekerjaannya dengan Pak Omen.
"Bro, lu mau kemana?" Reno meneriakinya.
Ternyata Roy juga mngejarnya "Vanya!" Roy memanggil nama Ghea sambil belari mengikuti Ghea.
"Vanya?" Langkah Gibran terhenti saat mendengar Roy menyebut nama wanita itu dengan sebutan Vanya, rupanya dia salah kira, dia pikir wanita itu Ghea. "Kenapa wanita itu aneh sekali?"
Gibran masuk ke dalam lagi karena di panggil Pak Omen.
Setelah masuk ke dalam mobil, Ghea mengembalikan jas yang tadi kepada Roy.
"Dia sudah masuk lagi ke dalam," Roy memberitahu Ghea seakan tau apa yang di pikirkan Ghea.
"Dia siapa? Mantan kamu kah?"
Ghea tak menjawab pertanyaan Roy, dia membahasnya ke hal lain "Nanti aku akan menghubungimu lagi kalau akan diadakan syuting nanti."
...****************...
Karena itu Romi merasa geram dan ingin segera menemui manager Adva untuk membujuknya agar bisa bekerjasama lagi.
"Saya ingin bertemu dengan manager disini."
Sekretarisnya Ghea pun mempersilahkan Romi masuk ke dalam ruangan manager.
"Tunggu dulu disini Pak, Bu Vanya sedang ada meeting sebentar."
Romi memperhatikan setiap sudut di ruang manager itu, begitu tertata dengan tapi. Bahkan disana ada lukisan yang indah,sebuah lukisan pantai. Dia jadi teringat dengan Ghea.
.........FLASHBACK ON........
"Mas Romi, aku beli lukisan ini, kita disimpan di kamar ya. " waktu itu Ghea membawa sebuah lukisan pantai ke kamarnya.
"Kenapa suka sekali dengan pantai?"
"Sebuah tempat yang indah dan cocok untuk menenangkan diri."
__ADS_1
Karena itulah dulu Romi ingin mengajak Ghea bulan madu ke pantai kala itu. Namun sayangnya rencana bulan madu itu gagal malah berujung perceraian.
..........FLASHBACK OFF..........
Ceklekk....
Terdengar suara pintu terbuka, Romi menolehkan pandangannya kepada orang yang membuka pintu itu. Betapa terkejutnya saat dia melihat siapa yang datang.
"Ghea?"
Ghea juga sangat terkejut melihatnya, sampai di mematung menatap Romi.
Ghea berusaha berusaha untuk bersikap tetap tenang. "Mau apa anda datang kesini?"
Romi tersenyum lebar saat melihat orang yang selama ini dia cari ternyata berada disini. Betapa bahagianya dia sekarang ini, bahkan dia tidak begitu memedulikan lagi rasa geramnya karena putusnya kontrak kerjasama itu "Aku tidak menyangka ternyata kamu ada disini."
"Anda mau apa datang kesini? Bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi karena kita sudah tidak akan bekerjasama lagi dengan TVC Media. "
Namun Romi tak mendengarknnya, dia berjalan mendekati Ghea, membuat Ghea replek mundur "Stop disana! Kamu mau apa?"
Romi menghentikan langkahnya sambil menyeringai, "Melihat istriku, ternyata kamu semakin cantik."
Ghea menyeringai "Jangan ngarang! Kita sudah bercerai."
Ghea sudah tau dia tidak ada ikatan dengan Romi lagi karena Pak Reza menitipkan surat perceraiannya Romi dengan Ghea ke pengurus panti.
"Aku tidak pernah menganggap kita bercerai karena aku tidak pernah menyetujuinya, aku masih mengangap kamu istriku."
Ghea hanya bisa tertawa kecil mendengarnya, "Jangan gila ya! Lebih baik sekarang kamu pergi dari ruangan saya sekarang ini juga. Sebelum aku teriak menanggil security!"
"Oke, aku harap kita bisa berjumpa lagi di lain hari." kata Romi sambil mengangkat tangannya untuk membelai rambut Ghea namun Ghea segra menepis tangan itu dengan kasar.
Romi tersenyum lebar dengan perlakuan Ghea itu, membuat Ghea jadi merinding melihatnya. Romi segera pergi dari ruangan manager. Ghea mengusap-usap dadanya, bagaimana bisa dia berurusan lagi dengan pria seperti Romi itu.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...