
Bram kaget saat mendengar Renata akan menghancurkan pernikahan pacarnya itu, "Apa kamu bilang? Menghancurkan pernikahannya?"
"Iya, enak saja dia bisa bersenang-senang diatas penderitaanku."
Bram jadi teringat dulu dia juga telah menyakiti Arumi dan menduakan Kia, jadi mereka sehancur itu karenanya?
Bram menahan Renata untuk keluar dari dalam mobil, "Jangan seperti itu! Bukan pernikahan dia saja yang hancur tapi karir kamu juga."
Renata sedikit terisak, "Aku tidak peduli! Beraninya dia menyakiti aku seperti ini."
Renata ingin membuka pintu mobil tapi Bram menahannya, "Apa kamu yakin akan menghancurkan karir kamu yang sudah kamu bangun dengan jerih payah kamu dari dulu sampai bisa sesukses sekarang ini? Oke mungkin hati kamu puas, tapi bagaimana pendapat orang-orang nanti yang mengira kamu sudah menghancurkan pernikahan orang? Walaupun kamu menjelaskan apapun juga tapi media itu sangat keras! Orang-orang tidak akan tau mana yang benar dan mana yang salah, yang mereka tau hanyalah memandang kamu sebagai aktris terkenal,mereka fokusny ke kamu bukan penghianatan pacar kamu itu."
Renata pun terdiam sambil terisak, dia menangis tersendu-sendu.
Bram meminjamkan sapu tangannya yang ia bawa di saku kemejanya, Renata langsung membawa sapu tangan itu untuk menyeka air matanya.
Bram teringat sesuatu dia mengecek ponselnya lalu memperhatikan aula pernikahan disana "Emm... tunggu dulu, bukannya yang menikah hari ini Dion Parasetyo kan?"
"Apa kamu mengenalinya?"
Bram tak menjawab iya atau tidak "Aku akan bantu kamu kalau kamu mau dengan syarat kamu harus jadi model iklan di perusahaan kami, bagaimana?" Bram menawarkan jasanya.
Renata sedikit kesal tapi dia penasaran bantuan apa yang ditawarkan Bram padanya."Bantuan apa?"
__ADS_1
"Ayo tunjukan pada mantan kamu kalau kamu bisa move on darinya dan bisa dapat lebih segalanya dari dia"
Lebih segalanya? Percaya diri sekali dia!
****************
Bram membawa Renata memasuki aula pernikahan, dia memegang tangan Renata sambil berjalan dengan santai.
Kenapa nih orang tampak percaya diri sekali? bisik hati Renata, padahal dia taunya Bram hanya seorang manager di Once.
"Hei lepaskan tanganku bagaimana kalau wartawan melihat kita?" Renata malah takut bakal kena masalah sama pria asing ini.
"Bukannya kamu ingin memberikan kejutan kepada mantanmu itu?"
Renata tidak tau kalau Bram ini anak Sultan.
"Wah ya ampun itu Renata!" para wartawan malah jadi fokus ke Renata karena Renata tidak memakai maskernya, mereka segera memotret dan mengabadikan dalam sebuah video saat Renata di gandeng oleh Bram.
Jepret... Jepret... Jepret...
Apes kedua kalinya hidup aku.batin Renata.
Dia membawa Renata untuk menyalami Dion dan istrinya. Dion terkejut saat melihat Renata bergandengan dengan Bram, begitu juga istrinya. Dia sedikit meengkuhkan badannya pada Bram, "Pak Bram,"
__ADS_1
Pak Bram? Renata tidak mengerti.
"Pak Bram kenal dengan Renata?"
Bram merangkul Renata, "Tentu saja, dia ini pacarku."
Renata menginjak kaki Bram, "Ngapain kamu ngaku-ngaku pacar aku?" bisiknya
"Shhttt... kakiku sakit tau!" protes Bram.
Renata pun melepasakan high heelsnya yang menginjak kaki Bram.
"Oh jadi pria itu pacarnya Renata!" seru para wartawan, perhatian mereka menjadi teralihkan ke Renata dan Bram.
Lalu ada seseorang pria beusia 60 tahun menyapa mereka, "Bram, kenapa kamu disini?"
Renata , Dion , dan istrinya Dion pun sedikit merengkuh kepada pemilik NEW Corporation itu. Di dunia hiburan pasti mengenal Pak Andreas.
NEW Corporation adalah perusahaan hiburan salah satu terbesar dan sudah mendunia, terakhir membuka cabang di Taiwan, yang memang pusat terbesarnya di Amerika. Perusahaan ini beroperasi sebagai label rekaman, agen bakat, perusahaan produksi musik, manajemen acara dan perusahaan produksi konser, dan sebagai penerbit musik rumah.
Dan Dion bekerja di bawah naungan anak cabang dari NEW Corporation. Sementara Renata dia dibawah naungan Agensi lain, begitu juga Roy. Kebetulan hari ini Roy tidak bisa datang karena sibuk dengan Jobnya.
"Papa!" sapa Bram kepada Pak Andreas.
__ADS_1
Renata terperngah saat mendengar Bram memanggil Pak Andreas dengan panggilan papa.