Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar
Selamat Tinggal


__ADS_3

Saat ini Ghea sedang berada di dalam bus, padahal dia tau dari semalam bahwa dia tidak akan bisa bertemu dengan Gibran lagi, tapi nyatanya tetap saja hatinya sakit seakan tercabik-cabik.


[Maafkan aku, seharusnya aku mengatakannya secara langsung kepadamu. Terimakasih untuk semuanya, karena setelah bertemu denganmu aku merasa sangat bahagia. Dan aku tidak ingin hidup dalam penyesalan karena belum mengatakan ini padamu... aku mencintaimu juga, Gibran, dari dulu jauh sebelum kita bertemu. Aku harap setelah kita sama-sama tau tentang perasaan kita, kita tidak pernah penasaran lagi dengan perasaan masing-masing dan kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik. Jadi mulai sekarang lupakan perasaan itu dan semoga kamu bisa hidup bahagia tanpaku. Menikahlah dengan wanita yang baik dan bisa mencintai kamu dengan sepenuh hati.]


Perlahan bus itu merayap keluar dari terminal, jarum jam mengantung di atas kaca menunjukan jam 07.00 pagi. Di setiap detik silih berganti bus itu meninggalkan gedung-gedung yang menjulang tinggi ke angkasa.


Sekarang bus itu keluar dari kota keramaian, bus lebih melaju kencang di jalan yang sepi. Ghea menyadarkan kepalanya ke jendela menyadari bahwa jaraknya kini telah semakin menjauh membawa dirinya pergi.


Bukan kah ini yang dia inginkan? Melepaskan diri dari Romi? Tidak ingin hidup tertekan karena tidak sesuai dengan hati dan perasaannya? Ingin menjalani hidup sesuai dengan keinginannya?


Tapi mengapa semakin bus itu melaju semakin jauh hatinya semakin lama semakin sakit. Apa itu artinya dia tidak akan melihat Gibran lagi yang selalu bersikap konyol padanya, dia tidak akan melihat senyuman manis itu lagi yang selalu Gibran berikan padanya, dia tidak akan melihat dan mendengar lagi segala sesuatu tentang Gibran. Sebesar itukah perasannya pada Gibran?


Ghea terus mengusap air matanya yang keluar dari tadi, namun nyatanya dia malah semakin terisak tak bisa membendung air mata itu lagi.


****************


Saat ini Gibran sedang dalam perjalanan menuju panti, sebelum berangkat kerja dia ingin menemui Ghea dulu dengan membawa makanan kesukaan Ghea.


Raut wajahnya begitu terlihat bahagia, mungkin karena sekarang dia memiliki harapan besar untuk memiliki Ghea.


Drtttt... drrrt....


Dia mendengar ponselnya bergetar...


Gibran menghentikan laju mobilnya saat membaca pesan dari Ghea itu, hatinya sangat terkejut dan membuatnya menjadi gelisah dan tidak tenang. Gibran segara menghubungi Ghea berkali-kali, namun Ghea sengaja tidak mengaktifkan ponselnya setelah mengirim pesan itu ke Gibran.


"Hasssttt... " Dia nampak kesal karena nomor ponsel Ghea tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


Brmmm... brrmmm...


Dia langsung tancap gas ingin segera sampai ke panti. Dia bertemu dengan Bu Reni disana.


" Ghea dimana, bu? Ghea Pergi kemana? " tanyanya dengan nafas terengah-engah.


"Ghea sudah pergi dari tadi, saya juga tidak tau karena Ghea tidak bilang mau pergi kemana."


"Mana mungkin ibu tidak tau?" Gibran tidak mempercayainya. "Ibu pasti tau kan Ghea pergi kemana?"


"Ghea memang sengaja tidak ingin memberitahu siapapun tempat tujuannya. Saya rasa lebih baik anda tidak usah mencarinya jika anda memang sangat mempedulikannya,"


Sebenarnya Bu Reni berbohong, dia tau kemana Ghea pergi, tapi Ghea yang memintanya untuk tidak memberitahu Gibran atau Romi keberadaannya.


Gibran tak ingin mendengarkan saran dari Bu Reni. Pikirannya sekarang menjadi sangat kacau, dia segera memacu mobilnya mencari keberadaan Ghea tanpa arah dan tujuan.


Mata Gibran berkaca-kaca, hati dan pikirannya membuatnya tidak tenang dan gelisah. Tanpa lelah dia terus mencarinya.


"Ghea, kamu dimana? Kamu dimana sekarang?" Gibran jadi terisak.


BUGH... BUGH... BUGH...


"Aishhh...." Dia memukul-mukul setir mobil karena frustasi.


Dia tidak menyangka bahwa semalam adalah pertemuan terakhirnya bersama Ghea.


Aku tidak akan menyerah, aku pasti akan menemukanmu, Ghea.

__ADS_1


...****************...


"Bu ini informasi yang ibu pinta." seorang suruhan Pak Herman memberikan informasi mengenai Ghea kepada Bu Fara.


Nama : Ghea Anastasya


TTL : tidak diketahui


Tempat tinggal dulu : Panti Asuhan Kasih Bunda


Tempat tinggal sekarang: Permata Residen Blok C


Status : Menikah


....


"Jadi dulu Ghea tinggal di panti asuhan?" Mata Bu Fara tertuju pada tempat tinggal Ghea yang dulu.


"Iya, bu."


"Aku jadi semakin penasaran soal Ghea, biar aku saja yang datang ke panti asuhan itu sekarang." kata Bu Fara.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...


__ADS_2