
Bram merasa kecewa karena ternyata Klien yang cantik jelita itu sudah memiliki suami, dia tidak jadi naksir sama wanita itu. Masih banyak wanita single di luar sana.
"Jadi aku ingin model iklan produk kosmetik kami itu Renata," tukas Luna.
"Renata?" Bram sedikit terkejut karna dia tau Renata itu jarang sekali menerima tawaran syuting iklan, terakhir dia syuting iklan itu saat mengiklankan produk sepatu hiking Adva.
"Iya, Bagaimana? Bisa gak?"
Bram tidak mungkin bilang tidak sanggup, dia takut kehilangan kliennya, "Oh tentu saja, bisa."
****************
"Bran dulu kan lu berhasil membujuk Renata buat menyetujui syuting iklan, bagaimana kalau lu aja yang bujuk Renata?" kata Bram kepada Gibran.
Nampaknya Gibran sangat keberatan, "Sorry gak bisa, dulu gue membujuknya dengan rayuan tapi untuk kali ini gue gak bisa merayu siapapun lagi." Dia memang selalu ingin menghargai perasaan Ghea.
"Ya lu tinggal rayu aja, Bram?" Reno mengusulkan Bram untuk merayu Renata.
"Gue gak pandai merayu biar nanti gue pakai trik sendiri aja deh."
****************
Bram datang ke lokasi syuting Renata, dia celingak celinguk mencari keberadaan Renata, ternyata dia sedang syuting film action. Dia sedang mengarahkan pistol pada lawan mainnya dengan tatapan tajam begitu menjiwai perannya.
Sangat cantik, batinnya. Bram bersabar menunggu Renata menyelesaikan syuting filmnya.
__ADS_1
"Tega sekali kau membunuh ayahku," teriak Renata kepada lawan mainnya. "Kau harus mati di tanganku!"
"Oke cut... "
Perkataan sutradara itu menandakan bahwa syuting hari ini dicukupkan sekian.
Ternyata Renata sedang badmood, dia tidak ingin di ganggu siapapun. "Aku pergi dulu!" ketusnya pada managernya.
Bram tak boleh membiarkan Renata pergi, dia segera menyapa Renata, "Hai Renata!"
"Siapa kamu?" ketusnya.
Bram mengulurkan tangan, "Perkenalkan aku Bram manager di Once,"
Renata tak menggubris uluran tangannya itu, dia malah pergi begitu saja.
Bram mengikuti Renata yang sedang berjalan menuju mobilnya, "Renata, tunggu sebentar, ada banyak hal yang harus kita bahas."
"Aku tidak tertarik," ketus Renata, dia masuk ke dalam mobil.
Bram pun ikut masuk ke dalam mobil Renata melewati pintu yang satunya lagi. "Ayo kita bicarakan di mobilmu."
Renata tekejut begitu melihat Bram masuk ke dalam mobilnya "Apa kamu gila? Kenapa masuk ke dalam mobilku tanpa permisi? Aku sedang buru-buru."
"Aku akan menjelaskan tentang pekerjaan kita sambil kamu menyetir, nanti kamu boleh turunkan aku di tengah jalan."
__ADS_1
Karena terburu-buru Renata pun menyetir mobilnya, dan Bram menjelaskan semuanya menawari Renata untuk jadi model iklan kosmetik BBB.
"Nah jadi kami ingin mengajak kamu untuk bekerjasama dalam membuat iklan kosmetik produk BBB,"
"Aku tidak tertarik untuk syuting iklan, jadi lebih baik kamu keluar." Renata menghentikan mobilnya, menyuruh Bram keluar.
Tapi Bram enggan untuk keluar, "Masih banyak yang harus aku bahas denganmu."
"Aish... ya ampun kamu gak tau aku lagi buru-buru." Renata menyetir kembali mobilnya.
Bram memperhatikan Renata yang nampak sedih sekali tapi dia tidak ingin menanyakan apapun pada gadis yang baru dijumpainya itu.
Ckitt...
Renata menghentikan mobilnya di sebuah aula pernikahan, Renata segera memakai maskernya menutupi wajah cantiknya.
"Siapa yang menikah?" tanya Bram.
"Pacar aku,"
Bram terbelalak mendengarnya, "Pacar?"
"Iya, dia meminta aku untuk merahasiakan hubungan kita ke publik, aku pikir mungkin agar tidak membuat fans kita kecewa tapi ternyata alasannya karena dia memiliki perempuan lain."
Hhhh... Kenapa juga aku harus cerita sama dia, batin Renata.
__ADS_1
Bram juga tidak menyangka bahwa Renata akan curhat padanya, "Terus kamu mau ngapain kesini?"
"Menghancurkan penikahnanya."