
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEđź–¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTARđź–¤...
...‼️BANYAK BAHASA YANG GAK BOLEH DI TURU ATAU DI TERAPKAN YA!! BIJAK DALAM MEMBACA‼️
...
“Atur jadwal pertemuan setiba di Riau” perintah Geral,
“Istirahat dulu kek anj lo” ucap Mahen
“Lo sama yang lain ke hotel duluan”
“Ck, fine” Mahen tak mungkin lepas tangan begitu saja karna sudah di bayar Geral, sekali pertemuan ini Mahen di bayar sepuluh juta.
Mahen memang lebih cerdas di bidang manajemen atau hal-hal berbau bisnis makanya kadang Geral membawa Mahen sebagai sekretaris. Mahen juga bisa menjadi tempat penguji atau membantu merumuskan hal-hal yang memang agak rumit.
Bukan berarti Gerla bodoh dalam hal itu, Geral malas harus berpikir hal-hal yang membuat otaknya pusing lebih baik menggunaan jasa Mahen kan.
“Lusa jadi Ger?” Tanya Relga
“Hmm”
“Temen-temen gue pada gak peka sama keadaan heran” gumam Nata.
Geral dan Mahen tengah fokus membaca proposal atau berkas kerjasama itu lagi mengecek apakah ada yang kurang atau ada yang janggal.
🌑🌑🌑
Geral, Mahen dan Arkatama atau Arka sekertaris Geral.
Note : ganti jadi sekertaris Geral aja ya biar enak heheheheehhehehehe.
“Apa Riau macet kaya Jakarta?” Tanya Mahen karna sudah hampir tiga puluh menit mereka berada di restoran yang sudah di tentukan.
“Mungkin ada kendala di perjalanan” ucap Arka
__ADS_1
“Kalau tau bakal telat kaya gini gue gak bakal pake style formal!!”
Satu jam, mereka menunggu di restoran akhirnya yang di tunggu datang juga. Mahen sudah dengan raut muka tak enak dan Geral sudah tak ada mood lagi untuk membicarakan bisnis ini.
“Ah maaf tadi saya harus melayani istri saya dulu” Mahen tertawa kecil.
“Mereka meremehkan kami ternyata” batin Mahen.
“Hallo tuan Arkan, dimana tuan Gilbert?” Tanya nya
“Halo tuan Ganesha, tuan Gilbert ada perjal..”
“Langsung ke inti saja” ucap Mahen mewakili Gareld berucap.
“Apa tuan Gilbert meminta anak-anak ini mewakilkan pembicaraan kita? Ck apa dia meremehkan ku”
“Mari masuk ke pembahasan, tuan Ganes” ucap Mahen
“Ck!! Kalian ini sok sekali masih remaja sudah memerintah yang tua”
Arka kikuk karna tak sengaja menatap Garel yang sedari tadi diam dengan raut wajah tak enak, bagaimanapun keputusan akhir dari bisnis ini ada di tangan Geral jika Gerla tak menyukainya bisa saja batal kerjasama ini.
Arka menjelaskan detail dari awal hingga tengah isi proposal tersebut tak sampai akhir karna mukut Arka tiba-tiba berhenti kala mendengar suara dering ponsel.
“dude? (Kawan?)” gumam Gerald sambil menyunggingkan senyum.
Tuan Ganes mengangkat telpon tanpa permisi seakan tak ada orang di depannya, sudah cukup hinaan yang di dapat Gerald sedari tadi dirinya hanya bersabar namun semakin di sabari orang yang memerlukan mereka ini tak tau diri.
“ask for his autograph, then leave (pinta tanda tangannya, lalu pergi)” ucap Gerald yang langsung di angguki Arka dan Mahen.
“Ah maaf istri muda saya menghu...”
“Sepertinya anda menerima apa yang sudah di rubah, tanda tangani saja agar semua cepat selesai” ucap Akra
“Iya sayang habis ini aku ke temapt kamu” ucapnya setelah beberapa menit Gerald dan yang lain menunggu,
“Jadi kapan kita mulai proyeknya?” Tanya tuan Ganes,
“Hen” Mahen menganbil selembar kertas kerjasama mereka lalu merobek nya di hadapan tuan Ganes.
“Kerjasama batal” ucap Mahen
“AP..APA MAKSUD KALIAN!! TIDAK BISA BEGITU KALIAN TAU KAN ADA DENDA!!!”
“ah compensation, I should say that right? (Ah ganti rugi, seharusnya aku yang berkata begitu bukan?)” ucap Gerald
“Tuan Gerald anda tak bisa memutuskan sebelah pihak begitu!!”
“Anda membuat saya menunggu satu jam, dan anda sama sekali tak menghargai kami yang dari Jakarta langsung ke sini untuk membahas bisnis yang kursng menguntungkan bagi pihak kami ini. Bahkan saat sekertaris saya menjelaskan apa saja yang di ubah dalam berkas ini anda malah mendapat telpon dan lagi-lagi anda tak menghargai kami yang ada di sini”
“Bu..bukan s..say..aa gak mak.. gak bermasud begitu!! Mari ki..kita bahas lagi tuan”
“Maslaah ganti rugi sepertinya tidka di perkukan karna di proposal hampir Ourcompany yang mengeluarkan dana” sahut Mahen
“Apa kata tuan Gilbert?“ tanya Gerald ke Arkan.
“Tuan Gilbert menyerahkan semua keputusan du tangan anda” Gerald mengangguk.
“Semoga kita tak bertemu lagi, dan semoga anda dapat intropeksi diri tuan Ganes, tolong belajar etika dan sopan santun lagi baru anda memulai bisnis.” Gerald pergi meninggalkan Ganes di ikuti Arka dan Mahen.
“Tuan Gerald maafkan saya!!”
“Tuan mari kita bahas ulang”
__ADS_1
“Kerjasama kita masih berlanjut tuan!!”
“Tolong maafkan saya tuan maafkan saya”
“Gue cape” ucap Geral sebagai tanda kalau usir sampah yang merengek di kakinya ini sebelum kesabaran Gerald benar-benar habis di buatnya.
Setiba di dalam mobil, mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat.
...Papa (call)...
Gerald Kane Ouranos
^^^Hmmm^^^
Ck, bisu kamu?
^^^Hmmm^^^
Kenapa menbatalkan kerjasama nya?
Padahal bakal menjadi booming di sana!!
^^^Hmmm^^^
Gerald
^^^Percuma berbisnis dengan^^^
^^^ sampah seperti itu, anda^^^
^^^ pun tau kan tuan Gilbert. ^^^
^^^Manusia yang tak bisa menghargai ^^^
^^^waktu dan memanusiakan ^^^
^^^manusia lain tak perlu ^^^
^^^di ajak kerjasama.^^^
^^^Apa anda mau komplain? ^^^
^^^Atau tidak terima? ^^^
^^^Kalau anda tidak terima silahkan ^^^
^^^anda atur ulang pertemuan ^^^
^^^syalan itu lagi dan jangan libatkan saya!^^^
^^^Saya lelah, ^^^
^^^jangan ganggu saya mulai ^^^
^^^sekarang sampai beberapa jam kedepan.^^^
...Panggilan berakhir...
Mahen menggeleng, Gerald jika sudah berbahasa formal dan berkata dengan kalimat panjang lebih baik jangan di ganggu. Mau itu presiden atau bahkan ketua FBI tak akan di pedulikan Gerald.
Bagi Geral jika di kihat dari sisi manapun orang itu salah sepertu Ganes itu, Geral tak bakal membuat Ganes mendapatkan dukungan ataupun pembelaan.
Bahkan bokap nya saja akan diam seperti di telpon tadi jika Geral bersikap seperti itu, Geral tak bakal berucap sembarangan jika belum dirinya pikirkan dan siap mengambil resiko apapun yang akan terjadi kedepannya.
Ribet kan, intinya Gerald itu tegas dan tak memiliki rasa kasian karna baginya kalau orang itu salah maka tak ada kesematan kedua,
__ADS_1
...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...