
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEš¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Entah apa yang ada di pikiran Gerald saat ini, dia jadi ikutan kacau.
"Gue takut" jujur Gerald.
Dirinya takut karna suatu saat dia juga akan kehilangan sosok ibunya, membayangkan hal itu menbuat Gerald benar-benar ingin menghancurkan bumi ini.
Danis saja sekacau ini, bagaimana dengan dirinya nanti? Semua skema pemikiran gila terus berulang di kepala Gerald karna terus membayangkan hal menakutkan itu.
__ADS_1
"Gue mau minum" pinta Gerald ke Arka, Arka langsung menuangkan minuman yang memang tersedia di atas meja untuk Gerald dan dirinya.
Gerald meneguk segelas minuman itu lalu mengambil sebatang rokok, syalan pikirannya benar-benar kacau.
"Gue butuh pelampiasan" Arka tak menggubris ucapan itu,
"Lebih baik anda istirahat"
"Ck, lo benar" Gerald menyesap rokok nya sangat lama lalu dirinya mematikan rokok teraebut dan pergi dari ruangan ini.
Gerald pulang lebih dulu ke markas,
Setiba di markas dirinya langsung masuk ke dalam kamar miliknya, di luar markas di jaga ketat oleh bodyguard juga Arka gak terlalu ketat mereka masih bisa santai.
"Gue harap ending cerita ini bahagia, gue tau gue jahat tapi tolong jangan jadikan cerita ini sad. Jahatin gue aja jangan orang tersayang gue, apa perlu gue sujud atau jilad kaki lo? Gue mohon. Gue benar-benar memohon ke lo untuk happy ending"
Gerald menutup matanya dengan lengan seraya berucap hal itu entah di tuju untuk siapa,
Gerald mencoba untuk tidur agar pikirannya tidak menjadi lebih kacau di depan pintu ada Arka yang siaga takut Gerald melakukan hal gila.
Kita boleh takut kan? Kita boleh memikirkan skema terburuk agar bisa menyiapkan diri. Tapi apa boleh? Apa boleh se sakit ini?
Kondisi di bar benar-benar kacau, untung Gerald memesan semua seluruh bar jadinya mereka tak perlu di bawa pulang. Gerald membiarkan teman-temannya di bar dengan kondisi kacau.
Mereka tertidur di bar entah dimna mereka tidur ada yang di atas meja, sofa dan lantai. Ah jangan di bayangkan kalian akan jijik wkwk.
"Sarapan anda sudah ada di meja" Gerlad mengangguk.
"Thank Ar" Arka tersenyum.
"Sama-sama, apa anda akan pulang atau langsung ke sekolah?"
"Astaga! Gue lupa harus sekolah. Relga dan yang lain gimana?"
"Masih tidur di bar" Gerald memijit pelipisnya.
"Nata?"
__ADS_1
"Gue di sini" ucap Nata dengan wajah kacau masih sedikit dalam pengaruh alkohol.
"Ck, gue kira lo masih d sana"
"Pikir aja pake otak lo, gue bolos sekali lagi Eden bakal nambah jam latihan gue"
"Ada bagusnya juga latihan lo" ucap Gerald.
Semaboknya Nata atau seberapa tak sadarkan dirinya dia, dia akan mencoba sadar jika mengingat kejam nya abang pertamanya si Eden.
Mereka sarapan bersama, Nata sudah siap dengan seragamnya walau isi kepalanya masih berputar-putar karna pengaruh minuman.
Keduanya berangkat di antarkan Arka,
Setiba di sekolah mereka terlambat alhasil keduanya di hukum. Sekolah tak pndnag bulu apalagi jika di Indonesia ada para tetua atau pra kakek mereka, kepala sekolah dan guru-guru tak boleh takut ke lima remaja ini.
Jika mereka salah maka beri hukuman, jika mereka menolak segera laporkan ke para tetua agr para tetua uang akan mengambil tindakan untuk menghukum mereka.
Gerald dan Nata di jemur selama jam pelajaran berlangsung sampai selesai,
"Macet sialan" kesal Nata, kepalanya masih pusing padahal sudah meminum pereda mabuk.
"Bikin terowongan sabi sih" ucap Gerald.
"Otak lo mending lepas aja dulu Ger, gak tepat banget anj" kesal Nata.
"Ini gara-gara lo anj, udah gue bilang minumnya di mobil aja"
"Gara-gara bocah tolol anj basat itu tadi kont! Unur masih empat belas dah gaya-gayaan nyetir alhasil masuk got bikin macet anj" kesal Nata.
"Ornag tuanya juga tolol bisa-bisanya nurut kemauan anaknya belajar pake mobil arghhhhhhhh hari terkont sumpah!!" Nata benar-benar masih mabuk sepertinya dia komat-kamit sedari tadi.
Iya, mereka sebenarnya tidak telat jika tidak terkena macet tadi. Macet akibat mobil masuk got atau parit yang di kendarai bocah umur empat belas tahun baru belajar naik mobil katanya tadi saat Nata kesal dan mendatangi salah satu warga yang juga terkena macet dari tadi gak bisa maju karna jalannya di pakai untuk menarik mobil tadi.
Buat para orang tua, tolong jangan terlalu memanjakan anak-anaknya dengan menuruti kemauan sang anak mengendarai roda empat, tak sekali dua hal ini terjadi di negara kita kan.
Oke boleh menuruti kemauan anak karna sayang tapi jika tidak merugikan atau mencelakai orang lain tapi jika merugikan orang lain? Mending niat untuk membahagiakan anak di ganti dengan cara yang lain.
__ADS_1
Anak yang baru puber memang selalu memiliki rasa penasaran lebih tinggi apalagi untuk mencoba hal baru, bahkan remaja atau orang tua juga begitu namun bedanya anak baru puber dan remaja adalah kesiapan mental dan pikiran mereka yang sedikit berbeda.
...š¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENš¤...