
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEš¤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
...****************...
"Anj kaget!!" ucap Rian saat masuk ke dalam markas sudah mendapati Eden yang duduk menghadap pintu,
Rian mencoba memberi kode dengan tangannya namun mereka yang di beri kode itu tidak paham,
"Kenapa lo?" Tanya Nata seraya berjalan masuk dengan santai.
"bodo lah" ucap Rian pelan saat Nata menatap ke arah depan dirinya baru mengerti apa maksud Rian.
"kenapa?" Tanya Mahen yang ikut terhenti di belakang Nata lalu menatap ke depan.
Eden sudah mengarahkan pistol ke arah mereka yang berada di depan pintu, mereka tau pistol itu asli.
"gue kali ini gak bisa nolong lo deh Nat" gumam Rian
"Sini lo" ucap Eden ke sang adek,
Nata sudah tau nasib nya akan bagaimana jika Eden sudah marah, Nata berjalan ke arah Eden bersamaan itu Geral baru menyadair teman-temanya berhenti di depan pintu masuk.
"Kurang idup lo di bebasin?" Tanya Eden
"Maaf"
__ADS_1
"Lo tolol apa gblg Nat?"
"Maaf" Tanpa pikir panjang Eden menampar wajah sang adek terus menerus setelah memasukkan pistol ke saki belakang nya.
Nata terbaring dan di hajar habis-habisan oleh Eden,
"BANG UDAH BANG ADEK LO INI" ucap Relga hendak memisahkan,
Nata mencoba menutupi wajah dan beberapa kali menangkis tapi diriny tak melawan, Eden seperti kesetanan.
Dia tau adeknya ini tidak sepenuhnya salah karna memang dia sudah mencari tau semuanya, tapi tetap saja dia harus memberi pelajaran ke sang adek agar tidak menggunakan burung nya dengan sembarangan.
"GER JANGAN" Mahen menahan tubuh Geral namun di tepis.
"LO NYENTUH NATA LAGI GUE GAK BAKAL DIEM AJA!" Geral menarik kerah baju Eden.
Keduanya saling tatap dengan tajam,
"OBATI NATA REL, SI BNGST INI GUE YANG URUS" Suasana di dalam markas benar-benar mencekam seakan semua bisa kehilangan nyawa kalan saja.
Eden menepis tangan Geral, wajah Nata sudah babak belur tentunya berdarah hampir d sekujur wajahnya.
"Jangan ikut campur"
"Sadar posisi lo, gue gak peduli lo mau ngasih pelajaran ke adek lo gimana tapi jangan di depan banyak orang! lo lunya rumah kan? pake deh otak lo!"
"Hen, anter Eden keluar! markas lagi gak nerima tamu" Mahen berdecik kesal namun dia tetap menuruti membantu memapah Eden ke arah pintu keluar.
Jangan coba melawan jika Gerald dalam mode serius begini, mau lo se jago apa berkelahi jika Gerald mode serius dia bakal tak peduli akan kematian.
"Santai, gue juga rencana mo minta lo hubungin bonyoknya Nata" Rian bernafas lega,
sekitar sepuluh menit datang kedua orang tua Nata, bunda dengan raut wajah panik masuk ke dalam markas mereka.
"Ger, Nata dimana?"
"Di kamarnya bun, ada Rian dan yang lain juga di atas" tanpa basa basi lagi bunda langsung menaiki tangga.
"Parah gak?" tanya ayah Nata ke Gerald,
"Lumayan om, hampir kelepasan Eden tadi"
"Kelepasan? om tidak paham maksud kamu"
"Nembak Nata"
"Astaga! sekarang Eden kemana?"
"Gerald usir" ayah Nata menatap Gerald karna tak habis pikir.
"Persis Gilbert" gumamnya sebelum menyusul sang istri ke atas.
__ADS_1
Bunda syok melihat keadaan Nata walau sudah di obati tetap saja banyak sobekan di wajah sang anak. Mau bagaimanapun dirinya hanya bisa menangis karna dua-duanya darah daging dirinya sendiri.
"Nata gapapa bun, cuman luka gini doang"
"GAPAPA GIMANA! INI LUKA NYA DI MUKA LO DEK!!"
"DIMANA ABANG KAMU! BISA-BISA NYA DIA KAYA GINI SAMA ADEK NYA!!"
"Maafin Nata ya bun? bunda pasti kecewa ya sama Nata?" Mereka teman-temannya yang tadi ada di dalam langsung saling lirik seakan memberi isyarat untuk keluar dari kamar Nata.
Mereka memberikan privasi untuk keluarga ini bicara, dan bukan hak mereka terlalu ikut campur.
"Gimana?" tanya Mahen yang memang dia ada di bawah bersama Gerald sedari tadi.
"Aman, lagi pada ngomong" ucap Rian
"Bagus deh" Ucap Mahen. Mahen mengerutkan kening karna bingung apa maksud dari Rian karna monyong-monyong bibir nya.
"Gerald?" Mendengar namanya di sebut Gerald melirik,
"Kenapa?" Tanya nya.
"Gak ada gapapa"
Gerald sedang mengirim kan pesan spam ke Rizell, entah pesan apa yang jelas saat ini jangan ganggu Gerald kalau masih mau melihat hari esk.
...****************...
"Setan!!" ucap Relga karna dirinya menabrak tiang basket saat main dorong-dorongan dengan Rian.
"Gimana kata bonyok lo kemarin?" tanya Mahen,
Mereka tak sempat menanyakan apa kelanjutan kemarin karna sehabis Nata berbicara dengan orang tuanya, Nata di ajak pulang ke rumah.
"Bokap udah nyari tau duluan tentang tu cewek, dia emang baik cuman gak sekali dua di ajak main sama temen nya"
"Katanya pertama kali?" ucapan itu membuat Relga mendapat geplakan dari Mahen.
"tau dah, tapi bunda bilang kalau emang mau tanggung jawab ya gapapa juga dia bakal di terima baik sama kelurga gue."
"tapi tu cewek kek keliatan polos sih" Rian berucap plong banget kek tanpa dosa.
"Gue mah belum siap kalo nikah tapi ya menurut lo pada gimana? pendekatan dulu gak si?" mereka melirik ke arah Nata bersamaan.
"Lo naksir sama tu anak?" tanya Gerald.
"Mungkin" Gerald menggeleng kecil.
"Jalanin aja dulu" ucap Mahen.
Seketika hening, mereka berada di lapangan basket awalnya ingin main basket cuman tiba-tiba mereka duduk di bawah tiang ring.
__ADS_1
Cuaca mendung makanya sangat sejuk duduk di sana,
...š¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENš¤...