
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR
...
Rizell bosan, dirinya bingung harus ngapain di tengah malam begini biasanya ada Gerald yang akan menemani gabut entah keluar cari makan atau movie time bersama di bioskop rumah mereka.
"Kakak?" Mami yang terbangun mendatangi Rizell yang berada di ruang tengah sendirian seraya menonton tv.
"Mami kebangun?"
"Hoamm iya, kakak ngapain hmm? Gak bis tidur apa kebangun juga?"
"emm kebangun mi" mami melirik jam,
"Masih jam dua, lanjut tidur aja kak"
"Rizell sekalian ngerjain tugas juga mi jadi keknya nanti deh tidurnya"
"Yaudah, mami ke atas ya? Tadi mami kira siapa yang nonton takutnya papa kamu gak matiin tv taunya kamu"
"Iya mi"
Rizell kembali fokus menonton film yang dia tonton, ah ya sesaat sebelum maminya sampai baru terdengar suara nya saja Rizell langsung mengganti saluran channel yang dia tonton.
Saat ini ia tengah menonton film psikopat, entah kenapa mood nya saat ini ingin sekali mencabik-cabik mahkluk hidup.
"Gerald kapan pulang ya"
"Tu anak jalan-jalan mulu"
"Spanyol kan ya?"
"Si Gerald punya cewek gak ya? Masa gak ada yang mau sama adek gue?"
"Iya sih Gerald kek gorila anjir mukanya gak bersahabat banget"
"Bayangin aja ni anak punya pacar entah gimana dah"
__ADS_1
"Pacarnya bisa gak tahan karna bocah ini tengkar mulu"
"Heran tapi ini anak papa Gilbert"
"Perasaan muka papa sama mami gak sangar-sangar banget deh"
"Tapi papa gak sangar kan ya kek positif vibes gitu"
"Tau ah ribet, gue aja gak punya pacar kalo kata Ayas gegara muka gue judes banget ngeselin!!"
"Dah dah dah lanjut nonton" ucapnya.
Rizell fokus menonton sampai tiba-tiba matanya mulai mengantuk, alhasil Rizell tidur di sofa.
...🌚🌚🌚...
Hari ini mereka pulang ke Indonesia, demi apapun kata Relga selama seminggu di sini dia cape benar-benar cape harus kek robot kalo Mahen gerak dia harus ikut gerak kemanapun Mahen di bawa.
Kemarin terjadi cekcok antara faksi pangeran pertama dan pangeran kedua juga faksi kekaisaran. Mereka semua saling adu argumen sampai-sampai kaisar kesal.
Makanya Gerald dkk sangat ketat menjaga keamanan Mahen padahal cuman berada di kamar dan ke ruang rapat.
"Ada surat dari pangeran pertama" ucap John berbisik,
"Inti suratnya?" Tanya Mahen.
"Enam bulan dari sekarang" Mahen mengangguk.
Enam bulan bukan waktu yang sebentar namun cukup buat Mahen mengetahui semua bangsawan dan rakyat yang memihak permaisuri pertama dan sangat cukup bagi dirinya mempersiapkan semua hal.
"Sampikan ke Raven, aku akan menunggu dia untuk mengambil keputusan apa nanti"
"He-eh pangeran kedua! Ada utusan dari permaisuri pertama" ucap Nata hampir saja dia berbicara santai dengan Mahen.
"Persilahkan masuk"
"Salam matahari kekaisaran, saya dayang permaisuri pertama ingin menyampaikan pesan"
"Katakan"
"Permaisuri pertama mengundang anda ke acara pesta minum teh nanti sore di taman istana. Beliau juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting untuk anda, jadi beliau berharap anda hadir di acara minum teh kali ini"
Mahen berulang kali menolak ajakan minum teh permaisuri dengan alasan sibuk ataupun sakit, karna nanti malam mereka akan segera pergi dari istana mau tak mau Mahen menyetujuinya.
"Aku akan datang"
"Baik pangeran kedua, akan saya sampaikan kepda permaisuri pertama. Saya ijin pamit" Mahen mengangguk saja.
Seperginya dayang tersebut, mereka kembali ke kamarnya.
"Nyokap gue minta gue balik" ucap Gerald.
"Kita bakal balik nanti malam" sahut Mahen.
Mami Lauren menghubungi Gerald saat Mahen mempersilahkan dayang itu masuk tadi, entah kenapa mami nya tiba-tiba meminta Gerald segera pulang ada yang ingin di sampaikan katanya.
"Hen" Rian memanggil Mahen untuk melihat ke arah jendela.
Terlihat dari atas sana ada beberapa orang mencurigakan berada di depan gerbang istana, seusia mereka tengah celingak-celinguk seakan ingin masuk ke dalam istana.
"Gue bakal urus" ucap Relga.
"Ikut gue" sahut Rian
"Gue juga" Nata juga ikut menyahut.
__ADS_1
Alhasil ketiga orang ini pergi untuk mendatangi dua remaja yang tengah mencoba masuk atau bersembunyi itu.
"Rizell gimana?" Gumam Mahen seraya melihat ke arah luar jendela.
"Jati dirinya kembali" Mahen menyunggingkan senyumnya.
"Perempuan itu lebih kejam dari laki-laki kan" ucap Mahen.
"Ya, dia bahkan berani mengacungkan belati ke arah bokap lo" Mahen terkekeh mengjngat kejadian dulu.
Saat itu Rizell belum mengenali siapa bokap Mahen, dan saat itu Mahen dihampiri pria yang berpakaian serba tertutup dan memiliki aura yang membuat siapa saja ingin tunduk.
Mahen mengenali ayahnya tapi Rizell yang panik dan kaget karna Mahen seakan ingin di culik membuat Rizell marah.
Belati yang entah dimana dia dapat langsung di arahkan ke titik pital bokap Mahen,
"Jangan mendekati adek ku!!" Ucap Rizell saat itu.
"Gerakanmu sangat cepat" ucap bokap Mahen. Andai dia lengah mungkin belati itu sudah menusuk perut kirinya.
"Grizelle!!" Panggil sang papa.
Dari situ Gerald dan Rizell tau siapa bokap Mahen,
Back to realita.
"Sedang apa kalian?" Tanya Relga membuat kedua remaja kembar itu kaget.
"A-anu ma-afk-an k-ami" gagapnya.
"Maaf kami bukan penyusup! Kami hanya ingin bersembunyi dari kejaran para bandit" mereka mengerutkan kening.
"Bandit?" Gumam Nata
"I-iya"
"Kalian dari mana?" Tanya Rian
"Kami dari desa terpencil, kami di culik untuk dijadikan budak"
"Nama kalian?"
"Aku Dean, dia adik ku Defan! Kami tidak jahat kami mengatakan yang sebenarnya! Tolong percaya dengan kami" ucap Dean,
Relga berbalik lalu menatap ke arah jendela dimana Gerald dan Mahen tengah memantau mereka,
"Gimana?" Tanya Relga di telpon.
"Bawa masuk jangan lupa di periksa siapa tau dia kiriman permaisuri pertama" ucap Mahen
"Oke. Muka Gerald asem banget dari sini keliatan"
"Lo kalo mau gue lempar dari atas sini hilang sat"
"Haha, jangan gitu. Ini kita masuk lo pada tau kan"
Panggilan di akhiri sepihak,
"Pangeran kedua ingin bertemu dengan kalian"
"A-APAAAAA!!" Kaget Defan
"Stttt lo brisik" ucap Rian karna kaget
"Astaga! Maafkan ketidaksopanan adek ku" mereka tak menghiraukan dan meninggalkan mereka di belakang tentu mereka mengikuti ketiganya.
__ADS_1
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...