Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 37


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Berita tersebar, kabar putra mahkota pulang namun tak menujukkan wajahnya membuat siapapun penasaran. Pulang bersama empat pengawal katanya yang juga menutupi wajahnya dengan topeng dan jubah.


Di dalam kamar yang luas mereka berlima duduk di mana saja entah sofa, kasur dan dimanapun.


Publik saat ini sangat-sangat heboh bahkan sampai keluar negeri beritanya,


PANGERAN KEDUA YANG SELAMA INI MENGHILANG KINI KEMBALI


KEMBALINYA PANGERAN KEDUA SALAH SATU MATAHARI KEKAISARAN


PANGERAN KEDUA KEMBALI


BAGAIMANAKAH RUPA PANGERAN KEDUA SELAMA INI


MASIH MENJADI MISTERI KEMANA PANGERAN KEDUA SELAMA INI


APAKAH PANGERAN KEDUA DAN PANGERAN PERTAMA AKAN BERSAING MEMPERTARUHKAN TAHTA.


Begitulah berita-berita yang ada di seluruh negara, mami Lauren sempat menghubungi saat tau kalau anak-anaknya berada di negara Spanyol. Sangat berbahaya apalagi beritanya tersebar luas.


"Gila dimana beli kain begini dah tebal tapi gak panas" ucap Relga


"Iyakan, btw pemandangan dari atas sini bagus juga" sahut Rian


"Rencana selanjutnya apa" tanya Nata

__ADS_1


"Gimana Hen?" Tanya Rian dan Relga bersamaan


"Gue cuman sementara nanti gue bakal ke Indo, John yang bakal di sini untuk sementara waktu"


"Permisi, Pangeran kedua! Utusan pangeran pertama datang ingin menyampaikan pesan" ucap John yang berjaga di depan pintu.


"Katakan pesan itu dari depan pintu" perintah Mahen


"Maaf pangeran kedua, saya harus menyampaikan langsung sesuai perintah


pangeran pertama" ucap utusan tersebut.


"Masuk!" Perintah Mahen



Utusan itu di persilahkan masuk, di dalam kamar ada lima orang, Mahen yang memakai topeng dan style pangeran.


"Ada apa?" Tanya nya


"Pangeran pertama ingin mengundang anda ke pesta minum teh besok siang di taman istana, dan pangeran pertama memberikan hadiah untuk mengucapkan selamat atas kepulangan anda pangeran kedua"


"Akan ku pikirkan" ucap Mahen lalu memberikan kode ke utusan itu untuk pergi.


Seperginya utusan itu, Rian langsung mengambil kotak hadiah tersebut karna Mahen malas membukannya dna membiarkan para sahabatnya yang membuka.



"Kenapa lagi?" Tanya Gerald seraya nyebat dan memeprhatikan Mahen yang bersandar di bahu ranjang.


"Rumah pohon 041001 nanti malam " Hanya itu yang tertulis di dalam surat,


"Ck! Anak bodoh" gumam Mahen.


"Apa maksudnya?" Tanya Relga.


"Ada rumah pohon di sini?" Tanya Nata lalu dia berjalan ke arah jendela menatap semua pohon yang terlihat dari matanya.


"Nanti lo pada juga tau" ucap Mahen.


Mereka mengangguk saja tak ingin mempeributkan karna melihat dari kondisi Mahen sekarang energinya seperti terkuras habis oleh semuanya.


...🌚🌚🌚...


Sekitar pukul 23.45 tengah malam,


Mereka menyelinap pergi dari istana milik Mahen. Mahen memimpin tujuan mereka rumah pohon yang di katakan di dalam surat.


Rumah pohon itu berada empat kilometer dari istana utama dan berjejer sepuluh pohon besar juga lebat daunnya di tengah hutan, salah satu pohon itu ada pintu yang hanya di ketahui oleh mereka berdua sedari kecil.


Makanya kode yang mereka buat 041001,



"Lo dateng? Gue kira gak bakal dateng" ucap pangeran pertama.

__ADS_1


Pangeran pertama bernama Raven Erenta Brighent anak dari permaisuri pertama, Mahen adalah anak dari permaisuri kedua. Pangeran pertama dan pangeran kedua akur hanya ibu mereka saja yang bersaing walau permaisuri kedua ibunda Mahen tak ingin bersaing tapi tetap saja permaisuri pertama selalu memprovokasi dan bahkan berulang kali ingin membunuh Mahen agar pngeran pertama naik tahta atau mendapatkan tahta.


"Gue kira lo datang sendiri" ucap Raven,


"Ada perlu apa lo?"


"Bisa lo suruh mereka keluar dulu? Gue mau bicara empt mata dengan mu, Lewellyn"


Note: Harusnya Mahen dan Raven bicara formal kek "anda, kamu, intinya tuh (kamu datang? Aku ingin bicara berdua saja dengan kamu)" tapi aku ganti jadi lo gue aja ya wkwkwk.


"no me llames asi(jangan panggil gue kaya gitu itu)" ucap Mahen.


"¡Quiero hablar a solas contigo! no entiendes? (Gue mau bicara berdua! Apa gak bisa?)"


"Kita tunggu di luar" ucap Gerald seraya menatap tajam Raven dari balik topengnya.


Mereka berempat pergi, tertinggal Mahen dan Raven yang berada di salam ruangan ini. Rumah pohon namanya namun berada di bawah tanah, desain sederhana namun nyaman.


Tempat persembunyian keduanya sejak kecil bahkan mereka yang meminta para tukang untuk membuatkan ini, apa kabar tukang itu sekarang? Mereka menghilang tanpa jejak tapi tidak di bunhh oleh mereka hanya pergi ke desa terpencil dan menjadi baron (baron tuh kek orang terkaya di desa atau salah satu kabupaten gak si wkwk iya kayaknya)


Oh ya, Raven manggil Mahen tadi Lawellyn kan? Jadi nama asli Mahen tuh Lawellyn Mahendra Adam Brighent trus nama yang dia pake sekarangkan Mahendra Saputra kan? Saputra itu nama keluarga yang emang sengaja di buat untuk berada di Indonesia dan di kenal untuk bisnis.


Lawellyn Mahendra Adam Brighent, nama asli pangeran kedua atau yang kita kenal Mahen. Dan nama permaisuri kedua Melisa Adam Brighent yang mana kita kenal sebagai ibunda Mahen.


Ribet kan wkwkwkwkwk.


Baca aja ya.


Back to topikkk...


"Gue kangen lo" ucap Raven seraya memeluk Mahen.


Mahen juga memeluk Raven, mereka memang dekat tapi tidak ibunda atau permaisuri pertama.


Andaikan bisa Raven ingin memberikan posisi pangeran pertama atau putra mahkota yang belum di tentukan itu ke Mahwn bukan dirinya.


Dia sudah muak hidup di istana yang terlihat baik-baik saja di luar namun aslinya sangat kacau di dalam. Raven tau dimana selama ini Mahen berada dia hanya diam sesekali memantau keadaan adeknya ini.


"Gue muak! Gue cape di istana sialan ini"


"Lo gak bisa cape dan muak karna ini rumah lo" ucap Mahen.


"Gue mau hidup bebas tanpa kekangan, tanpa tuntutan gila setiap saat!"


"Ikut gue" ajak Mahen


"Kemana? Indonesia? Permaisuri pertama gak akan ngebiarin gue pergi. Dia gila dia tergila-gila dengan tahta sialan itu!!"


"Gue punya cara" ucap Mahen seraya menyunggingkan senyum kecil bahkan tak ada yang melihat nya.


"Apa?" Raven menatap Mahen penuh harapan


Dia benar-benar muak, sedari kecil di tuntut harus bisa semua hal mulai dari pelajaran yang semuanya harus dia kuasai, minimal menguasai sepuluh bahasa di setiap negara terkemuka, bisa semua seni bela diri, menghafal nama keluarga bangsawan dan setiap minggu harus berkencan dan menghadiri pesta yang di adakan setiap bangsawan.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...

__ADS_1


__ADS_2