Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 15


__ADS_3

...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș



...


“Tu..tuan muda?” Kaget penjaga


“Buka!” Para penjaga itu langsung membuka pintu,


Sebenarnya tak hanya pengawal Gerald dan a


kakek saja tetapi dari masing-masing keluarga ikut mengawal tuan mereka seperti pengawal Relga, Mahen dan yang lainnya masing-masing lima orang.


“Tuan muda, di depan ada tuan muda Gerald” lapor asisten pribadi Mahen ke Mahen dan Nata.


“Anak anj” gerutu Nata padahal dirinya tengah kaget.


Gerald paling tak suka jika orang-orangnya terluka kecuali terluka karna dirinya yang mana bisa di pahami dengan mudah seperti mereka berkelahi sampai terluka, hal itulah yang membuat Gerald tak masalah.


“Bilang gue lagi istirahat! Jangan biarkan Geral masuk ke kamar” perintah Mahen,


“Dimana mereka?” Tanya Gerald yang baru turun dari mobil



“Tuan muda Mahen dan Nata tengah istirahat di kamar” Gerald pun berjalan masuk ke dalam rumah ini.


“Minggir” perintah Gerald


“Maaf tuan, tapi tuan muda Mahen sedang istirahat” ucap asisten Mahen.


“Minggir”


“Maaf tuan”


...PLAKKK...

__ADS_1


“Minggir bngst” tamparan itu tak membuat asisten Mahen minggir dari tempatnya bersama pengawal pribadi Mahen.


“Lo tau gue kan Hen? Mau gue abisin mereka?” Tanya Gerald sedikit berteriak.


Dari kamar sebelah Nata keluar, sebenarnya Nata berada di kamar yang sama dengan Mahen namun dirinya langsung pindah lewat balkon kamar karna sudah menebak hal ini akan terjadi.



“Mahen lagi istirahat” Gerald menatap luka di jidat dan bibir juga lengan kiri Nata.


“Luka ringan kek gini udah biasa”


Sebenarnya mereka sebelum tiba ke rumah ini tadi sempat berkelahi dengan salah satu kelompok yang menyerang dan Mahen yang lebih parah karna kondisi sehabis kecelakaan di paksa berkelahi apalagi lawan mereka menggunakan senjata.


“Minggir” ucap Gerald dengan nada berat tampaknya Gerald tengah emosi. Nata menatap Gerald yang wajahnya tengah memerah itu lalu menatap asisten Mahen memberi kode untuk memberikan jalan.


“Maaf tuan, perintah tuan Mahen jangan biarkan siapapun masuk termasuk anda” ucap John Emanuel atau John asisten Mahen.


“Mahen tolool” batin Nata,


...BUGGG...


...PLAKKK ...


...BRAKKK...


...BUGGG...


...BRUKKK...


...BUGGG...


Lima pengawal dan satu asisten langsung tumbang bukan karna mereka lah tapi serangan dadakan dari Gerald membuat mereka kaget alhasil tak siap dan yap di hajar tapi tidak sampi membuat mereka cidera.


...TRAKKK...


...TRAKKK...


Pintu tak dapat di buka, iya Mahen kunci dari dalam memang syalan anak satu ini membuat emosi Gerald semakin di ujung tanduk.


“Udah gue bilang, Mahen istirahat”


“Gue cuman mau mastiin keadaan lo berdua bgst!!!”


“Kita gak kenapa-kenapa anj!! Lo di kasih tau tapi masih aja batu!!”


Gerald yang awalnya di depan pintu berjalan mundur mendekati Nata, tentu Nata sedikit panik jika Gerald memukul kepalanya yang masih seidkit pusing ini dengan tenaga dalam nya bisa saja Nata pingsan langsung.


Namun dugaan Nata salah, ternyata Gerald tengah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.


...BRAKKKK...


Sekali hantaman tubuh Gerald pintu itupun langsung terbuka, Nata dan siapapun yang melihat itu kaget dan tercengang tentunya.


“Ni orang badannya terbuat dari apa dah” batin Nata.


...CLICKK ...


Lampu kamar itu yang tadinya redup langsung terang, terlihat Mahen tengah rebahan seakan tertidur ada perban di kepalanya namun kelihatan seperti tidak parah.


Iya tidak parah tapi tubuhnya yang prah terkena belati syalan itu,


SREAKKK



Seperti itu keadaan Mahen, bagian tubuhnya terluka akibat belati. Gerald yang membuka selimut dadakan itu dan Mahen yang tengah membuka mata perlahan karna memang dia sebenarnya benar-benar istirahat cuman si anj Gerald ini kepala batu aja.


“Bisa kalian pertanggung jawabkan ini semua?” Tanya Gerald


“Luka kecil, gak usah lo perbesar! Gue minta pertanggung jawaban lo aja ke anak buah gue!!” Ucap Mahen


“Salah mereka” Mahen duduk, tidak-tidak Mahen berdiri memaksakan tubuhnya agar sejajar dengan Gerald.


“Jangan batu, gue udah bilang gak ada yang boleh masuk karna gue mau istirahat lo gak paham!!”

__ADS_1


“Gue mau cek keadaan lo pada”


“Gue udah bilang gak kenapa-kenapa kan?”


“Gue gak suka di bohongi”


“Lo berdua kenapa malah adu bacot si anj!!”


“Gue perlu istirahat! Nat bawa Gerald keluar” Nata menunjuk dirinya,


“Ke rumah utama” perintah Gerald, rumah utama maksudnya temapt kakek dan yang lain berada.


“Kompensasi kirim ke rekening gue, luka anak buah gue perlu di obati”


“MAHENDRA SAPUTRA!!!”


Mahen tak mau pergi ke rumah utama karna dirinya sudah tau siap target utama penyerangan ini, kalau Mahen keluar dari rumah ini sudah dapat di pastikan akan ada penyerangan kedua dan jika dia ke rumah utama dimana yang lain berada akan aangat menyulitkan Mahen untuk menyelamatkan mereka.


“Selagi gue bicara baik-baik, lo mending keluar!” Perintah Mahen tegas.


“Ger, lo mending keluar dulu” Gerald dan Mahen saling bertatapan tajam.


“Jangan kek anak kecil anj!! Batu sama batu gak bakal bisa jadi kertas gblg!!” Kesal Nata yang sedari tadi di abaikan,


...BRUUKK...


Nata mendorong Mahen hingga terjatuh ke tempat tidur dan menarik Gerald untuk keluar kamar,


“Lo istirahat jam makan malam bakal gue bangunin, dan lo ikut gue keluar bngst!!!”


Keduanya keluar, saat sudah di luar Gerald mengirimkan uang ke rekening John untuk biaya pengobatan mereka akibat di hajar Gerald.


“Tuan? Ini tidak perlu” ucap John.


“Mau gue hajar sampe mati lo?” Tanya Gerald


“Maaf” John pun kembali mundur,


“Jangan terlalu maksain ego lu, gue juga marah tapi gak bisa kalau lu maksa Mahen buat ikut ke sana”


“Mahen butuh istirahat, John udah obatin lukanya walau pertolongan pertama sebelum dokter datang tadi”


“Jadi lo gak perlu khawatirin kita, ingat prioritas utama kita kakek!”


“Tapi target pembunuhan itu bukan gue ataupun kakek!”


“Apa? Tau dari mana lo?”


“Relga Rian berhasil bawa dua orang pelaku”


“Jadi targetnya?”


“Mahen”


“Lo yakin?”


“Ya” Nata menatap Gerald mencari apakah ada kebohongan walau Nata tau Gerald tak mungkin membohongi mereka.


“Trus sekarang gimana?”


“Lebih baik bersama di satu tempat sambil merencanakan keberangkatan pulang ke Indonesia”


“Ger, orang yang kita tangkap sebelum mati bilang target mereka itu lo dan kakek! Lo yakin? Target mereka itu Mahen?”


“Ya, gue bisa pastiin”


“Mereka mengetahui identitas kita semua ternyata”


“Target utama mereka Mahen”


“Apa identitas Mahen sudah diketahui?” Nata mengambil pistol yang ada di pinggangnya sedari tadi lalu mengarahkan ke John.


“Tu..”


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđŸ–€...

__ADS_1


__ADS_2