Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 26


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Setelah Gerald di obati mereka istirahat dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju Indonesia.


Setiba di Indonesia, Gerald di bawa ke rs dengan paksa oleh teman-temannya. Walau sudah di obati tapi perlu di cek secara menyeluruh siapa tau infeksi atau apa selama di perjalanan.


Mereka tak mau kena amuk mami Lauren karna anak bontotnya di ambang kematian karna infeksi luka-luka dan lagi bisa saja ketahuan kalau mereka menjalankan misi bukan liburan.


"Woi jujur!!! Dari lo berempat!! Siapa yang pake alamat rumah gue buat antar mobil" tanya Nata yang awalnya tengah mengangkat telpon dari orang rumahnya langsung masik ke dalam ruang rawat inap Gerald.


Nata menatap lekat teman-temannya. Gerald pura-pura tidur dan yang lain mengerutkan kening karna memang bukan mereka, mereka hobi mobil tapi tak segabut itu menghambur-hamburkan uang apalagi mobil mereka sudah banyak.


"Bener-bener gak ada yang mau ngaku lo pada? Oke gue bakar tu mobil"


"Paling mobil Gerald" sahut Rian


"Bener punya lo jan Ger?"


"Mobil gue udah banyak ngapain beli lagi" sahut Gerald.


"Oke gak ada yang punya kan? Gue bakar tu mobil" Bata langsung menghubungi orang rumahnya untuk membakar mobil yang baru saja datang itu.


"Gue buat bangkrut lo" gumam Gerald.


"Kan! Anak ngnt" ucap Nata seraya bergaya hendak melempar ponselnya ke arah Gerald.


Teman-temannya yang lain sudah panik Gerald yang hendak di lempar malah biasa saja.


Mobil kali ini adalah mobil Lamborgini Aventador

__ADS_1



Sengaja Gerald minta antar ke rumah Nata karna ya agar tidak ketahuan nanti tinggal ambil saja saat suasana di rumah tentram.


"HELLOWW GUYSSS" sapa Alexa


"Widihh bocil" sahut Relga


"Nyenyenye"


"Ayas mana?" Tanya Mahen karna tak terlihat bocil satunya.


"Ngampus"


"Lah? Ko ngampus?" Tanya Rian


"Iya kita berdua kuliah lagi buat nemenin Rizell"


"Satu kampus?" Tabya Relga


"Iya, satu kampus dan satu kelas"


"Trus ngapain lo di sini?"


"Ya lo pada kan tau gue" mereka mengangguk.


Alexa dan Ayas itu memang gila belajar tapi kalau Alexa sudah bosan atau kurang mood dia akan mencari hiburan dan meninggalkan pelajaran nya.


"Ko bisa lo kuliah lagi kan dah beberapa bulan jalan" tanya Nata


"Apa yang gak bisa sih kalo ada uang nya?"


"Btw, ni bocah kenapa masuk rs lagi?"


"Btw juga nih Al, rahasiain ini oke?" Ucap Relga marna dirinya malas kena omel keluarga besar.


Keluarga besar yang di maksud ya keluarga mereka semua.


"Kalo gue sih amn tau deh si Ayas"


Ayas tipikal ceplas ceplos polos-polos tolol gitu,


"Urus administrasi gue mau pulang" perintah Gerald ke Arka.


"Lo belum sembuh Ger baru beberapa jam di pakein infus" ucap Nata


"Gue yang punya badan" mereka sudah pasrah sukaosuka Gerald deh.


Mereka keras kepala tapi lebih keras kepala lagi si Gerald. Memang dia bisa mengalah tapi jika sudah keras kepala maka mereka tak bisa membatahnya juga.


...🌚🌚🌚...


Sarapan pagi seperti biasa namun suasana nya saja yang berbeda. Mami Lauren tau kalau Gerald sempat di bawa ke rumah sakit dan untungnya Gerald punya alasan untuk menjelaskan semuanya tanpa membuat curiga.


Dan lagi, hubungan nya dengan Rizell masih berlanjut ambek-ambekan saling diam tak ada yang mau mengalah tetap jalan.


"Gerald berangkat duluan" pamit Gerald saat selesai makan,

__ADS_1


"Cuacanya mau hujan, berangkat pake mobil aja dek" ucap mami Lauren.


"Gerald males nyetir ma"


"Yaudah, tapi kalau hujan neduh ya?" Gerald mengangguk lalu mengecup pipi sang mamah.


"Pa, Gerald berangkat" papa Gilber mengangguk.


Tak berpamitan dengan Rizell, Gerald langsung berangkat. Oh ya Rizell sudah boleh menyetir sendiri walau sebelumnya sempat ada perdebatan dengan Gerald tapi papa Gilbert membolehkan.


"Rizell juga pa mi berangkat" papa Gilbert mengangguk.


"Hati-hati ya kak" ucap keduanya setelah mendapat kecupan dari putri sulung mereka.


Rizell menuju garasi, ternyata masih ada Gerald di garasi tengah bermain ponsel di atas motornya. menyadari Rizell sudah datang, Geral pun memasukkan ponselnya ke kantong dan pergi lebih dulu.


Saat Rizell masuk ke dalam mobil ternyata ada beberapa ciklat kesukaan Rizell.



Selain coklat juga ada cemilan dan juga kopi kesukaan Rizell masih baru sepertinya di buatkan tadi, Rizell tersenyum sepertinya ini salah satu tindakan minta maaf Gerald walau gengsi Gerald tinggi.


"Suka-suka lo deh" Rizell pun berangkat kuliah.


Dalam perjalanan dirinya menikmati coklat dan koli tersebut, dirinya sangat senang melihat tingkah laku sang adek.


Setiba di kampus,


Rizell menuju kelasnya seraya membawa pemberian Gerald dan tas nya. Rizell di kampus sangat populer karna wajah cantiknya dan juga kepintarannya walau begitu dia mudah bergaul walau kadang di salah gunakan kebaikan Rizell oleh orang-orang itu.


Hal itu yang membuat Gerald marah melihat kakaknya di pergunakan oleh sampah-sampah seperti manusia itu.


"Ayas sama Ale mana ya" gumam Rizell seraya berjalan menuju kelasnya.


"Haii Rizell" sapa beberapa anak laki-laki saat Rizell melewatinya, Rizell hanya tersenyum menanggapi.


Rizell malas sebenarnya berbau dengan orang-orang namun demi mendapat teman dia harus bisa seramah mungkin dan sebisa mungkin bergaul.


Itulah alasannya baik dengan orang-orang walau itu bukan dirinya dan dia juga takut jika dia di lihat buruk.


"Hii Zell, ada caffe bagus baru buka mo ke sana gak?" Salah satu laki-laki itu menyusul Rizell yang tengah berjalan mencari kelas nya.


"Sorry, bisa lo singkirin gak tangan lo?" Rizell merasa tak suka dirinya di rangkul dengan orang yang tak di kenal.


"Duh gue kan mau meng akrabkan diri sama lo. Jadi gimana?"


"Kalo dia suruh singkirin ya singkirin dong tangan lo!!" Kesal Ayas seraya menarik kerah baju laki-laki itu mundur.


"Anj" kesalnya


"Enyah deh lo" ucap Ale ke laki-laki itu.


Laki-laki itu perhi kembali ke tempat teman-temannya, Rizell tersenyum ke Ayes dan Ale karna mereka datang. Tak ada yang bisa menebak isi pikiran Rizell,


"Makasih" ucapnya.


Semua orang tertipu.

__ADS_1


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


__ADS_2