Gerald Kane

Gerald Kane
GERALD 62*


__ADS_3

...SELAMAT DATANG DI GERALD KANEšŸ–¤...


...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....


...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...



Gerald hanya menikmati musik tidak minum seperti yang lain, Danis benar-benar kacau. Dirinya bercerita tentang apa yang dia rasakan saat tak ada lagi sosok ibu nya itu.


Bahkan lebih gak masuk akal lagi, ada seorang ibu-ibu datang ke rumah nya entah dari mana katanya melayat namun selesai dari pemakaman terlihat bapak nya Danis memeluk perempuan itu mesra.


"Nyokap baru di makamin co, tanah nya belum kering! Bokap malah mesra-mesraan!"

__ADS_1


"Gue sebagai anak pertama marah dong co! Gue tanya siapa tu tante-tante trus lo tau jawaban bokap gue? Istri siri nya bokap gue basat!!"


"Bayangin sesakit apa jadi nyokap gue!! Kalo dia bukan bokap gue udah gue hajar habis sumpah!! Adek gue cewek masih SMP sama baru lulus SD bayangin anj nyokapnya baru meninggal bokapnya bawa selingkuhan kerumah!!!"


"Mental adek-adek gue yang ancur makin ancur karna bokap bajingan itu anj" Danis bercerita seraya menangis,


Gerald tak ada di meja itu dia berada di lantai atas memisahkan diri dari yang lain hanya dirinya bersama Arka.


"Minum Dan minum sampe tepar sampe muntah juga gapapa sumpah" ucap Nelan


"Hajar aja gak si bokap lo?" Rio menawarkan hal gila,


"Abis itu lo yang kita hajar ya?" Ucap Nata sraya meneguk segelas minum nya.


"Puas-puasin dah! Gue tau lo perlu ini malam buat sekarang" Relga menuangkan segelas minuman lalu memberikannya ke Danis.


Mereka semua menemani kekacauan Danis malam ini, Gerald hanya memantau teman-temannya dari ruangan miliknya khusus.


Kehilangan seorang ibu itu benar-benar meruntuhkan semua hal yang ada di diri manusia, senakal apapun anak laki-laki jika kehilangan malaikat tanpa sayap nya maka dia akan benar-bebar kehilangan arah dan tujuan hidup.


Aku ngetik apa si wkwkwk


"Cape banget basat!!" Teriak Danis


Alunan musik dj semakin di kencangkan agar semua yang mereka pikirkan keluar bersama nada-nada yang di buat oleh pemusik itu.


"Terlihat sangat kacau" Gerald mengangguk setuju dengan ucapan Arka.


"Gak akan ada anak yang baik-baik aja kalo masalah nyokap kan?" Kini Arka menatap Gerald lalu mengangguk dan kembali menatap ke arah bawah melihat anggota aquila bersama saling menguatkan.


"Semua akan baik-baik saja" ucap Arka meyakinkan entah apa yang harus di yakinkan.


Arka juga punya orang tua, dia sering pulang ko kerumah bahkan kalau tidak ada kerjaan dari Gerald atau jam kerja sudah selesai dia pulang ke rumah yang ada orang tuanya.


Hidup itu cuman trial atau sementara, jika Tuhan kita merindukan kita cuman ada dua pilihan dia membuat kita berada di titik terendah agar kita mengingatnya atau dia memilih menjemput kita agar bersamanya di tempat terindah yang dia ciptakan selain bumi.

__ADS_1


"Kabarin orang rumah, gue nginap di markas malam ini" Arka mengangguk.


"Gue bingung cara kerja kehidupan" gumam Gerald membuat Arka mengerutkan keningnya karna bingung.


"Ah gue gak minum tapi gue kaya orang mabuk" ucapnya lagi seraya terkekeh.


Entah apa yang ada di pikiran Gerald saat ini, dia jadi ikutan kacau.


"Gue takut" jujur Gerald.


Dirinya takut karna suatu saat dia juga akan kehilangan sosok ibunya, membayangkan hal itu menbuat Gerald benar-benar ingin menghancurkan bumi ini.


Danis saja sekacau ini, bagaimana dengan dirinya nanti? Semua skema pemikiran gila terus berulang di kepala Gerald karna terus membayangkan hal menakutkan itu.


"Gue mau minum" pinta Gerald ke Arka, Arka langsung menuangkan minuman yang memang tersedia di atas meja untuk Gerald dan dirinya.


Gerald meneguk segelas minuman itu lalu mengambil sebatang rokok, syalan pikirannya benar-benar kacau.


"Gue butuh pelampiasan" Arka tak menggubris ucapan itu,


"Lebih baik anda istirahat"


"Ck, lo benar" Gerald menyesap rokok nya sangat lama lalu dirinya mematikan rokok teraebut dan pergi dari ruangan ini.


Gerald pulang lebih dulu ke markas,


Setiba di markas dirinya langsung masuk ke dalam kamar miliknya, di luar markas di jaga ketat oleh bodyguard juga Arka gak terlalu ketat mereka masih bisa santai.


"Gue harap ending cerita ini bahagia, gue tau gue jahat tapi tolong jangan jadikan cerita ini sad. Jahatin gue aja jangan orang tersayang gue, apa perlu gue sujud atau jilad kaki lo? Gue mohon. Gue benar-benar memohon ke lo untuk happy ending"


Gerald menutup matanya dengan lengan seraya berucap hal itu entah di tuju untuk siapa,


Gerald mencoba untuk tidur agar pikirannya tidak menjadi lebih kacau di depan pintu ada Arka yang siaga takut Gerald melakukan hal gila.


Kita boleh takut kan? Kita boleh memikirkan skema terburuk agar bisa menyiapkan diri. Tapi apa boleh? Apa boleh se sakit ini?

__ADS_1


...šŸ–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENšŸ–¤...


__ADS_2