
...SELAMAT DATANG DI GERALD KANE🖤...
...SEBELUM MULAI MAU TANYA KABAR KALIAN GIMANA HARI INI? HAPPY KAN? OH YA KALIAN UDAH FOLLOW IG FANBASE KAN? UDAH PSTI KAN YAA.....
...DAN YANG BELUM YUK BISA DI FOLLOW AKUN YANG EMANG SELALU AKTIF WALAU JARANG UPDATE....
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! AKU SELALU MANTAU KALIAN MAU DI IG ATAU KOMENTAR HEHEH JADII TERIMA KASIH BANGETT KALAU KALIAN JUGA AKTIF MAU IG ATAU KOMENTAR...
Sebelum pergi, Mahen mendatangi istana permaisuri kedua tanpa ada yang mengetahui. Ia menyelinap masuk istana tersebut dengan sangat hati-hati takut ketahuan.
"Ibunda!" Panggil Mahen seraya mengetuk pintu pelan.
"Anakku!!" Kaget permaisuri kedua
"Aku dan yang lain akan pulang, mami Lauren sudah meminta Gerald pulang"
"Apa tidak bisa lebih lama di sini?"
"Maaf bunda"
"Harusnya bunda yang minta maaf, ah ya katanya istana kamu ada penyusup? Apa kamu baik-baik saja?"
"Ya, aku dan yang lain saat itu berada di ruang tengah kecuali Gerald yang berada di kamar. Tangannya terluka terkena jatuhan kaca"
"Apa sudah di obati? Astaga aku merasa sangat bersalah dengan Lauren! Aku akan mencoba menemui Lauren nanti"
"Terlalu berbahaya bunda, Mahen terlalu memakan waktu lama mereka pasti sudah menunggu"
"Kamu benar-benar akan pergi?" Mahen mengangguk.
"Kalau terjadi hal genting jangan lupa barang yang Mahen berikan atau temui Kaisar, kalau Kaisar tak dapat di temui pergi ke Raven"
"Pangeran pertama?"
"Ya, dia ada di pihakku" permaisuri pertama mengangguk tanpa banyak tanya agar tak membuang waktu anaknya.
Walau sedih dan tak rela anaknya kembali meninggalkan dirinya sendiri tetapi mau bagaimanapun ini belum saatnya Mahen muncul di publik dan memperlihatkan wajah aslinya kepada orang-orang termasuk permaisuri pertama.
"Aku menyanyangimu bunda, sampai kita bertemu lagi aku harap bunda sehat selalu dan tidak terluka sedikitpun. Aku akan mengirimkan orang lagi untuk menjaga keamanan bunda"
"Lakukan sesuka mu sayang" Mahen semakin mengeratkan pelukannya ke sang bunda.
Setelah salam perpisahan, Mahen hanya mengurimkan surat ke kaisar.
...🌚🌚🌚...
Mereka sudah berada dalam perjalanan pulang, Dean dan Defan hanya diam karna mereka masih merasa enggan dna tidak nyaman walau di ajak bicara kadang-kadang oleh Relga ataupun Rian.
__ADS_1
"Ale katanya mau ambil cuti kuliah" ucap Relga memulai perbincangan di pesawat.
Mereka menggunakan pesawat jet pribadi keluarga Ouranos. Tak peduli sengaja Gerald saja menunjukkan keberadaan keluarga Ouranos walau tidak ada yang tau siapa yang menaikinya.
"Tau dari mana lo? Cuti mo jaga si Leo?" Tanya Nata
"Yoi, Ale masih gak percaya sama orang lain kecuali keluarga kita-kita but Ale gak mau sellau ngerepotin katanya" ucap Relga seraya menjelaskan.
"Sayang banget, tapi sebenarnya bisa aja sih sambil kuliah ambil yang online" ucap Rian
"Ayas bilang nanti mereka coba bujuk dulu si Ale biar gak cuti, tapi kalo mo udahan kuliah juga sabeb kan ya mereka udah S1 juga"
"Gue mo buka caffe" sontak mereka menoleh ke arah suara itu.
"Keknya saraf otak lo kena serpihan kacanya juga dah Ger" ucap Relga,
"Iya anj tetiba banget, showrooom moobil motor lu noh bentar lagi buka" ucap Nata
"Iya cok malah mo nambah usaha, ornag miskin makin miskin gegara lo" ucap Rian.
"Sabeb Ger, gua join inves gimana?" Tanya Mahen.
"Emang gak bisa kalo mereka diem mah jangan di satuin, yang ada bikin kita miskin semiskin-miskinnya" ucap Rian.
Maksud Rian itu jika Gerald dan Mahen sudah diam ada saja ide atau pemikiran gila yang mereka lakukan, walau mereka bertiga juga begitu tapi tidak se bar- bar Mahen dan Gerald dalam mengeluarkan uang.
"Pola pikirnya kena ini mah" ucap Nata
"Lo pada gak paham kan? Gapapa nanti juga paham" ucap Relga ke Dean Defan.
"Harusnya lo kasih paham bukan suruh nanti juga paham bego" ucap Rian
"Lah suka-suka gua lah"
"Lo berdua kalo berantem gua lempar dari atas sini" ucap Nata.
"Diem" perintah Gerald dan mereka langsung diam pura-pura sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Gerald tengah memikirkan bagaimana agar tidak ketahuan maminya luka yang ada di tangan ini. Bayangkan saja tetiba mami nya kaget trus pingsan karna anaknya setiap pulang dari luar negeri ada saja luka.
...🌚🌚🌚...
"Mami mana?" Tanya Gerald saat masuk berpapasan dengan Rizell yang hendak pergi.
"Lagi nemenin papa meeting"
"Ohh, lo mau kemana?"
"Gramed"
"Sendiri?"
"Iya, Ayas sama Ale gak bisa pada sibuk"
"Yaudah sama gue aja"
"Lo baru balik istirahat aja"
"Kata siapa gua baru balik?"
"Lo jangan ngeselin deh"
"Gue ganti baju bentar, sama gue pokoknya!"
"Ck, jangan lama" Rizell malas berdebat masalah berangkat alhasil memilih menunggu adeknya berganti pakaian.
Rizell menunggu di dalam mobil seraya memanaskan mesin,
"Tempt biasa kan?"
__ADS_1
"Iya"
Gerald menyetir dengan santai seraya menikmati suasana sore hari,
"Mami sama papa katanya makan malam di luar"
"Yaudah kita juga"
"Bm seblak Sultan di Bandung deh gue" ucap Rizell,
"Yaudah berangkat"
"Tapi lo gak cape?"
"Buat lo apasih yang enggak kak, mau ke Sabang atau Merauke juga gua jabanin"
"Cek ileh sa ae lo"
"Bilang mami dulu kita ke Bandung balik malam"
"Ini kita berdua aja? Ajak aja mereka Relga kalo mau"
"Gak bosen gua sama mereka mulu"
"Hahhaa iya juga ya, yaudah berdua aja"
"Jadinya gimana nih? Gramed dulu ap langsung berangkat"
"Langsung aja takutnya macet atau apa nanti"
"Hub dulu dah orangnya ada no telpon nya kan. Booking gitu jangan tutup"
"Tumben lo pinter"
"Anaknya Gilbert nih bos senggol dong"
"Di senggol beneran tau rasa lo"
"Kalo di senggol beneran ya di lawan lah yakali diem, apa itu diam? Diam hanya untuk orang lemah"
"Banyak omong lo"
"Serba salah idup gua, gua jadi pendiam salah gua banyak omong salah. Gua turunin juga lo di tol nanti"
"Gue tampol lu ya" Gerald terkekeh.
Dirinya seneng bersama Rizell kakaknya, hampir beberapa minggu mereka tidak bertemu akibat permaisuri pertama syalan membuat mereka tertahan di negara itu.
"Ger"
"Hmm?"
"lo udah tau kabar gua berantem?"
"Tau, kenapa?"
"Lo gak marah?"
"Ngapain marah? Gua malah suka liat lo berani ngelawan mereka bukan jadi kutu buku yang cuman diam nerima semua hinaan mereka"
"Tapi gue ngerasa kek monster kalo kaya gitu"
"Ck, yaudah jadi diri lo sendiri aja. Sisanya urusan gue"
"emmmmm"
"Mending lo mikir mo cemilan apa sebelum kita masuk tol" ucap Gerald.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
__ADS_1